Lifestyle

300: Rise of an Empire

  by: Redaksi       11/3/2014
  • Diadaptasi dari novel grafis teranyar karya Frank Miller, Xerxes (yang bahkan belum dirilis!), film besutan Noam Murro ini adalah sekuel dari film saga epik, 300, yang menjadi blockbuster di tahun 2006. Setting dalam 300: Rise of an Empire mengambil rentang waktu sebelum, saat, dan sesudah Pertempuran Salamis yang digambarkan dalam film pertama. Dikisahkan komandan perang Athena, Themistokles (diperankan oleh Sullivan Stapleton), yang bercita-cita menyatukan bangsa Yunani, berhasil membunuh Raja Darius dari Persia dalam sebuah pertempuran. Terdorong rasa dendam, maka putra Darius, Xerxes (Rodrigo Santoro), bertekad menghancurkan bangsa Yunani dengan mengerahkan segenap armada Persia. Menghadapi peperangan di darat, Xerxes tak ragu untuk langsung turun tangan menghadapi 300 orang pejuang Sparta (seperti digambarkan di film pertama). Namun untuk pertempuran di lautan, seluruh komando angkatan laut ia percayakan pada tangan kanan sekaligus laksamana wanita kepercayaannya, si bengis Artemesia (Eva Green).

    Secara visual, film kolosal ini menyuguhkan tontonan yang begitu memukau, terlebih jika Anda menyaksikan versi 3D. Bisa dibilang terdapat peningkatan yang cukup signifikan dibanding film sebelumnya. Teknik bercerita melalui visual hingga penggambaran adegan kekerasan yang cukup puitis membuat Cosmo yakin, seandainya dibuat sebagai film bisu pun, Anda masih akan bisa mengikuti jalan ceritanya dengan mudah. Pasalnya, plot film ini begitu sederhana, namun eksekusi sinematografinya amat apik. Dari segi pemain, ratusan pria kekar bercelana dalam tentu amat menarik untuk dilihat (dan dijadikan fantasi), namun yang paling mencuri perhatian justru kehadiran Eva Green sebagai sosok antagonis. Karakternya begitu seksi, tangguh, dan fearless, sampai-sampai Cosmo berharap dialah tokoh utamanya. Overall, film ini sangat seru dan menghibur untuk ditonton bersama pasangan. Pasti dia suka! Oh ya, sekadar peringatan bagi Anda yang mudah mual, karena film sarat kekerasan dan muncratan darah. Anyway, enjoy the battle! (Imron Ramadhan/VP/Image: Dok. Cosmopolitan)