Love & Sex

Cara Mengatasi Masalah Bercinta Yang Kerap Terjadi

  by: Silvya Winny       25/3/2016
  • Beberapa habit berikut kerap terjadi di sela momen panas dengan si dia. Jangan anggap remeh, ladies! Segera ubah untuk ciptakan performa bercinta yang lebih optimal.

     

    Multitasking Person in Bed
    Dalam arti, pikiran Anda tidak benar-benar fokus dengan sesi bercinta, tapi disibukkan oleh hal lain. Akibatnya, Anda akan sulit terangsang dan buat Miss Cheerful tidak terstimulasi dengan sempurna, dan tak jarang menyalahkan manuver pasangan yang kurang berhasil memuaskan Anda. Just relaks and be in the moment, dear!



    Kurang Inisiatif
    Entah Anda atau pasangan yang selalu ambil aksi "ajakan"bercinta. Jika salah satu merasa ada diposisi ini, dan kerap mengalami tolakan, ia akan merasa kecewa yang begitu dalam. So, sebelum satu pihak berpikir hal negatif, ada baiknya untuk lebih inisiatif kapan pun Anda sedang bergairah. Spontan seks selalu jadi opsi tepat untuk tingkatkan hubungan percintaan dan buat momen bercinta lebih "panas".

     


    Menganggap Foreplay Tidak Penting
    Dan selalu melompati sesi ini. Padahal, foreplay menjadi penentu utama untuk buat Anda dan pasangan benar-benar bergairah dan menciptakan keintiman sebelum memulai penetrasi. Coba eksplor hal baru dan siapkan alat bantu untuk jadikan sesi ini lebih seru dan tidah pernah terlupakan lagi.



    Kurangnya Chemistry
    Dalam hal ini, tak jarang buat Anda berakting hanya untuk puaskan pasangan, tidak benar-benar menikmati permainan, dan fake orgasm. Sigh! Jika Anda dan pasangan mengalami tanda-tanda seperti ini, coba untuk lebih sering luangkan waktu bersama untuk membangun kembali spark yang telah hilang, could be anything but sex.

     

    Pasangan Terlalu Cepat "Keluar"
    Hal ini kerap buat Anda kesal, tapi tak bisa mengeluh. Kali lain memulai bercinta dengan pasangan, minta si dia fokus pada hal-hal yang buat Anda terangsang terlebih dahulu, juga pada posisi yang menjamu G-spot dan klitoris lebih intens, hingga Anda tak merasa "terabaikan" oleh pasangan. Jika hal ini sudah mengganggu, tak ada salahnya untuk konsultasikan dengan dokter. (Irfina Indriyani / SW / Image: oneinchpunch / Shutterstock / Click Photos)