Better You

Waspadai Penyakit Ini Ketika Nyeri Saat Bercinta

  by: Redaksi       11/3/2017
  • Alih-alih menikmati manuver seks dari pasangan, Anda jutru merasakan nyeri hingga trauma setiap kali memulai aksi bercinta. Banyak faktor yang memang bisa sebabkan hal ini terjadi, salah satunya adalah kemungkinan penyakit yang Anda miliki seperti berikut ini. Yup, ketika Anda mengalami gejala ini saat bercinta, waspada dear, penyakit berikut ini mungkin mengintai Anda. 

     

    Endometriosis
    Nyeri hebat yang Anda rasakan saat bercinta bisa mengarah pada kelainan pada jaringan di rahim Anda. Bukan hanya saat bercinta, rasa sakit berlenbih juga kerap datang saat menstruasi yang disebabkan oleh pembengkakan dan peredaran darah pada pertumbuhan endometrium.



     

    (Baca juga artikel: Deteksi Penyakit dari Warna Keputihan)

     

    Fibroid Rahim
    Ini merupakan tumor jinak yang tumbuh pada dinding rahim menyebabkan rasa nyeri saat Mr. Happy menyentuhnya kala bercinta. Gejala lain yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah kerap sembelit, perut kembung, dan periode menstruasi yang cukup banyak dan panjang.

    Seviks
    Selain bercinta, banyak hal lain yang bisa menyebabkan serviks di area Miss Cheerful seperti clamidia, herpes, HPV, jamur, hingga bakteri. Saat jaringan menjadi supersensitif akibat ini, momen penetrasi Anda akan terasa begitu menyakitkan.

     



    (Baca juga artikel: 5 Macam Perawatan Miss Cheerful yang Berisiko)

     

    Miss Cheerful Kering
    Entah Anda kurang terstimulasi dengan manuver pasangan, atau hal lain seperti stres, keputihan, kelainan hormon, hingga bakteri yang tumbuh di Miss Cheerful tak mampu memproduksi lubrikan alami secara baik hingga timbulkan nyeri saat bercinta.

     

    (Baca juga artikel: Manfaat Masturbasi Bagi Wanita)

     

    Radang Panggul
    Ini disebabkan oleh infeksi organ reproduksi yang biasanya terjadi akibat STI yang telah menyebar ke organ di tubuh. Banyak gejala yang ditimbulkan salah satunya adalah nyeri saat berhubungan intim dengan pasangan, meskipun bagi sebagian orang bisa saja tak menimbulkan gejala sama sekali. (Irfina Indriyani / VP / Image: doc. Photographee.eu / Shutterstock / Clickphotos)