Lifestyle

10 Buku tentang Wanita yang Harus Anda Baca

  by: Hana A. Devarianti       5/3/2018
  • Jadi, Anda ingin aktif dalam gerakan pemberdayaan perempuan? Well, Anda telah klik halaman yang tepat. Kali ini, Cosmo memberikan rekomendasi sepuluh buku yang akan membuka wawasan lebih dalam tentang kesetaraan gender dan pemberdayaan wanita.

     

    Bad Feminist oleh Roxane Gay



    Lewat buku ini, profesor asal Amerika dan kritikus budaya ini membahas tentang bagaimana menjadi seorang feminis di abad ke-21. Dan bagaimana kultur yang Anda konsumsi membentuk Anda menjadi seorang wanita dan bagaimana membuat kultur tersebut jadi lebih baik di masa depan.

     

    The Beauty Myth oleh Naomi Wolf

    Naomi Wolf bicara secara blak-blakan tentang obsesi masyarakat akan gambaran tubuh “sempurna” wanita pada buku ini. Gambaran yang pada akhirnya menjebak wanita dalam aspirasi dan harapan mencapai kesempurnaan  yang malah membuat mereka membenci tubuhnya sendiri.

     

    How to Be a Woman oleh Caitlin Moran

    Buku ini adalah memoir kehidupan pribadi Caitlin. Pada buku ini pula dia menceritakan tentang perjuangan sehari-harinya menjadi wanita. Dengan gaya yang lucu, dia ingin mengubah anggapan perempuan kalau feminisme adalah gerakan membenci pria, yang padahal ini adalah gerakan untuk mencapai kesetaraan antara pria dan wanita.

     

     

     The Handmaid's Tale oleh Margaret Atwood

    Pada buku dystopian ini, dunia kini dipimpin oleh diktator yang memaksa wanita untuk “melucuti” hak-hak dan otoritasnya. Di dunia baru ini, wanita tidak punya keluarga, pekerjaan, bahkan kehilangan identitas pribadi dengan tidak memiliki nama sendiri. Oh ya, Anda juga sudah bisa menonton serial TV yang mengadaptasi buku ini. Perfect!

     

     

    We Should All be Feminists oleh Chimamanda Ngozi Adichie

    Buku ini yang menginspirasi statement T-Shirt Dior yang bertuliskan “We Should All be Feminists”. Berisikan tentang bagaimana maskulinitas dikonstruksi dalam tatanan masyarakat. Penyampaiannya yang cerdas juga penuh humor justru membuat Anda memaknai kembali bagaimana menjadi seorang perempuan, tanpa mencaci gender yang lain.



     

     

    The Bloody Chamber and Other Stories oleh Angela Carter

     

    Para pecinta dongeng klasik seperti Little Red Riding Hood, Puss in Boots, dan Beauty and The Beast harus membaca buku ini. Lewat 10 cerita pendek, Angela memberikan twist yang modern, berani, dan seksi dari dongeng klasik tersebut. Pst, pada buku ini perempuan tak lagi jadi damsel in distress yang lemah dan selalu membutuhkan pertolongan orang lain.
     

    A Room of One's Own oleh Virginia Woolf

    Lewat buku ini, penulis ternama asal Inggris, Virginia Woolf mengungkapkan keterbatasan kewanitaan di awal abad kedua puluh. Tentang kebutuhan perempuan memiliki kebebasan intelektual dan finansial, serta bagaimana perempuan selama ini dibatasi sehingga tidak dapat mencapai potensi terbaik mereka.

     

    Fear of Flying oleh Erica Jong

    Pada eranya di tahun 70an, buku ini dianggap kontroversial karena berbicara tentang sisi seksualitas seorang wanita. Bercerita tentang Isadora Wing, seorang wanita yang merasa tidak bahagia dengan pernikahaannya dan memutuskan untuk selingkuh. Namun, Isadora kemudian menyadari kalau rasa bebas dan bahagia tidak selamanya sama.
     

     

    Men Explain Things to Me by Rebecca Solnit

    Apakah Anda pernah mengalami situasi di mana seorang pria menjelaskan sesuatu kepada Anda dengan cara yang merendahkan? Buku ini membahas hal yang disebut dengan mansplaining tersebut. Tidak hanya itu, Rebecca juga membicarakan tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pengaruh dari tulisan-tulisan Virginia Woolf, serta hal-hal apa saja yang masih perlu dilakukan dalam gerakan pemberdayaan perempuan.

     

    Too Fat, Too Slutty, Too Loud: The Rise and Reign of the Unruly Woman oleh Anne Helen Petersen

    Terlalu kasar. Terlalu galak. Terlalu gemuk. Ini adalah beberapa deskripsi yang sering digunakan untuk menggambarkan para wanita berpengaruh di era ini: Serena Williams, Melissa McCarthy, Abbi Jacobson, Ilana Glazer, Nicki Minaj, Kim Kardashian, Hillary Clinton, Caitlyn Jenner, Jennifer Weiner, and Lena Dunham. Anne membahas bagaimana masyarakat tersebut memiliki love and hate relationship pada wanita-wanita tersebut. Juga tentang  bagaimana selebriti wanita mendorong batas-batas apa artinya menjadi wanita yang "dapat diterima". (Hana Devarianti/VP/SW/Image: goodreads.com)