Career

Cara Mengatasi 6 Tipe Rekan Kerja yang Menyebalkan

  by: Kezia Calesta       1/3/2018
  • Karena Anda menghabiskan sebagian besar waktu di kantor, maka sangat penting punya kemampuan untuk menangani para rekan kerja yang berperilaku buruk. “Anda tidak dapat begitu saja menghiraukan mereka karena dapat berakibat buruk bagi karier Anda ke depan,” jelas Rachel C. Weingarten, penulis Career And Corporate Cool. Nah, ada baiknya Anda tahu enam tipe annoying colleague (yang sering Anda jumpai), dan strategi paling tepat untuk menanganinya.

     

    1. Si Penggosip



    Si penggosip sepertinya hampir tahu tentang segala hal yang terjadi di kantor. Mulai dari rekan kerja yang memiliki affair dengan atasan hingga gosip soal rekan kerja yang baru saja dapat surat peringatan dari bos. Well, tipe wanita seperti ini memang fun sebagai teman main, tapi tunggu sampai dia mulai bergosip tentang Anda.

    Trik Menghadapinya:

    Jangan sekali-kali membuat konflik dengannya, karena bisa-bisa giliran Anda yang jadi bahan gosip seisi kantor. Boleh saja berbagi cerita padanya, tapi Anda pun perlu memberi batasan cerita mana yang penting untuk dibagi dan mana yang bukan.

     

    2. Si Pencuri Ide

    Ketika meeting, biasanya ia terlihat sangat baik mempresentasikan ide rekan kerja dan membuat si bos mengira bahwa dia adalah orang pintar yang dibutuhkan tim dengan ide-ide briliannya.

    Trik Menghadapinya:

    Segera tuliskan ide Anda secara rinci dan kirimkan dalam bentuk email kepada beberapa rekan kerja terdekat. Hal ini akan menjadi bukti valid bahwa ide tersebut adalah milik Anda. Jika memungkinkan selalu pastikan bos Anda menerima seluruh informasi kantor dengan jelas, sehingga ia tahu siapa yang pantas mendapatkan reward atas ide tersebut.


     

    3. Si Bawel

    Ia akan mendatangi meja Anda dan mulai bercerita tentang segala hal, mulai dari pacarnya yang berselingkuh hingga shampoo hewan peliharaannya – padahal Anda tengah berkonsentrasi penuh pada setumpuk pekerjaan.

    Trik Mengatasinya:

    Anda memang tidak dapat langsung menghindari tipikal orang seperti ini. Maka Anda pun perlu memberi batasan yang jelas dengan mengontrol kapan dan berapa lama Anda bisa bicara dengannya. Jadi katakan, “Wah, saya berharap bisa tahu dengan lebih lagi. Nanti saat lunch time ya, jadi ceritanya lebih detail lagi.”


     

    4. Si Pengeluh



    Dari soal PC kantor yang lambat, tingkah laku bos yang begitu menyebalkan, sampai manajemen kantor berantakan – semua ia keluhkan. Terlalu lama menghabiskan waktu bersama orang ini bukan hanya membuat depresi, tapi juga akan mempengaruhi kinerja Anda.

    Trik Menghadapinya:

    Bersikaplah optimis. Setiap kali ia mulai mengeluh katakan padanya, “Coba deh liat sisi positifnya.” Ini akan memberinya sinyal kalau Anda tak ingin berlama-lama mendengarkan keluhannya dan ia lantas mencari “sasaran” lain untuk menumpahkan cerita.


     

    5. Si Miss Perfect

    Dia membawa bekal yang tertara rapi. Ketika membuat laporan pun ia akan menempatkannya di sebuah map berwarna dan menyala. Saat meeting dia akan mengajukan ide-ide besar untuk proyek baru, lalu membuat jadwal deadline yang tidak masuk akal.

    Trik Menghadapinya:

    Anda harus mengerti bahwa tipe orang seperti ini tidak bermaksud menganggu siapa pun. Ia hanya berusaha untuk tetap antusias dan menunjukkan kalau dia berharga sebagai anggota tim. Katakan padanya bahwa Anda menyukai semangatnya. Hanya saja penting buatnya untuk tetap realistis. Jangan lupa pula untuk menyematkan pujian untuknya saat meeting karena orang seperti ini (biasanya) insecure.


     

    6. Si Pembolos

    Ia tidak sungguh-sungguh malas bekerja. Sebenarnya, dibalik jam kantor ia memiliki segudang side job yang harus ia selesaikan. Parahnya, ia menjadikan pekerjaan kantor sebagai prioritas kedua. Well, tidak heran kalau tipe rekan kerja seperti ini jadi sering melimpahkan pekerjaanya pada orang lain, dan itu Anda.

    Trik Menghadapinya:

    First rule: berhenti membantu ia menyelesaikan pekerjaannya. Ingat, Anda juga perlu menjaga reputasi Anda bukannya malah menutup-nutupi performa kerjanya yang sebenarnya sering melalaikan pekerjaan. Menyelesaikan pekerjaan Anda terlebih dahulu jauh lebih penting, ladies.

     

    (Kezia Calesta / Calvin Hidayat / SW / Image: doc. Antonio Guillem @123RF.com)

    tags: karier, tip, 2018