Lifestyle

Pullman Central Park Gelar Pameran Seni di Lobi Hotel

  by: Silvya Winny       1/3/2018
  • Pullman Hotels and Resorts memiliki komitmen yang luar biasa pada desain, seni, fotografi dan budaya lokal dan berkolaborasi dengan seniman dan perancang di seluruh dunia untuk membantu mewujudkan visi desain hidupnya.

    Sejumlah event berhubungan dengan seni pun rutin digelar di ruang komunal hotel dalam program Artist Playground untuk mengundang minat para tamu dan masyarakat pada seni, intrik budaya dan kemampuan visual.

    Tepatnya di BUNK Lobby Lounge Anda bisa melihat pameran seni yang diberi titel Pullman Jakarta Central Park Artist Playground dari beberapa seniman dari mulai pelukis, pahatan, videografer, fotografer, ilustrator, desain grafis dan banyak lagi.

    Di episodenya ke-6 kali ini, hotel di kawasan Central Park, Jakarta akan berkolaborasi bersama Can's Gallery, sebuah galeri di Jakarta yang memiliki visi untuk turut berperan dalam pertumbuhan seni rupa Indonesia, dan akan memamerkan dua lukisan oleh Supar Pakis dan Catur Binaprasetyo dan 1 patung oleh Putu Sutawijaya.









    SUPAR PAKIS
    Lahir di Bandung, Jawa Barat pada tahun 1964, Supar adalah seorang pelukis Indonesia & lulus dari fakultas Pendidikan Pengajaran dari PGRI Adibuana di Surabaya, Jawa Timur. Objek utama Supar yang terkenal adalah angsa & bola golf.

    Bola golf & warna hijau berhubungan dengan keseimbangan & harmoni hati & emosi. Hijau menciptakan keseimbangan antara kepala & jantung. Angsa melambangkan semangat kerja sama dan kerja tim yang luar biasa. Angsa mencontohkan kerja sebagai tim untuk mencapai kesuksesan target & berusaha tetap rendah hati dengan memanfaatkan kerjasama.

    PUTU SUTAWIJAYA
    Lahir di Tabanan, Bali, pada tahun 1970, Putu belajar seni & lulus dari ISI - Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, Jawa Tengah pada tahun 1998. Saat ini dia tinggal & bekerja di Yogyakarta & Bali sebagai pelukis, pematung & seniman pertunjukan.

    Putu mewujudkan karakter multi media dan seni kontemporer cross-disciplinary  Indonesia. Fokus utama karyanya adalah tubuh manusia baik bentuk ekspresif & wadah roh. Putu mengatakan, “Tubuh adalah media penderitaan, rasa sakit, tawa & ketakutan.” Energi spontan lukisan-lukisan Putu diterjemahkan secara alami ke dalam pahatannya.

    Konsep artistik karya Putu berasal dari pengalamannya dalam mengikuti tradisi Bali yang membuatnya menekankan pada keunggulan dan kebijaksanaan dalam konteks moralitas. "Defiance" menangkap dinamisnya penari Bali & menumpahkan dengan gaya artistiknya sendiri dan bercerita tentang pengusiran roh-roh jahat.

    CATUR BINAPRASETYO
    Lahir di Wonogiri, Jawa Tengah pada tahun 1973, Catur lulus dari ISI - Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, Jawa Tengah pada tahun 2002. Setelah berpartisipasi dalam pameran kelompok di Indonesia, Thailand, Jepang, Singapura, Prancis & Belgia, Catur telah mendapatkan perhatian yang besar dan memenangkan berbagai penghargaan antara 1995 - 2003.

    Sebagai seniman, Catur melihat teknologi sebagai bagian dari kehidupan. Ia mengeksploitasi apa yang dilihatnya dan mengubahnya menjadi karya seni. Catur menandai sebuah fenomena di masyarakat Indonesia dimana semua lapisan mengadopsi teknologi dan budaya pop yang canggih dengan antusias dan menghasilkan pemandangan yang agak absurd.

    (Image: dok. Pullman Central Park)