Celebrity

Begini Olahraga Alicia Vikander Untuk Jadi Lara Croft

  by: Silvya Winny       13/3/2018
  • Sudah beberapa tahun berlalu sejak film Tomb Raider terakhir, dan kita semua masih ingat betul sosok Lara Croft yang diperankan oleh Angelina Jolie. Beban yang dipikul pemeran Lara Croft terbaru, Alicia Vikander pun makin besar.

    Untuk memainkan karakter yang ikonik dan bertenaga ini, Alicia sejak jauh-jauh hari telah memulai sesi olahraga dengan instruktur fitness Magnus Lygdbäck, yang juga bertanggung jawab atas transformasi Alexander Skarsgard sebagai Tarzan. Tak tanggung-tanggung, sesi olahraga mereka dimulai tujuh bulan sebelum syuting.

     


    Sekadar informasi saja, Alicia dulunya pernah sekolah balet selama sembilan tahun, maka latihan fisik yang ia hadapi tak membuatnya tersiksa. Namun tentu saja untuk mewujudkan tubuh Lara Croft ia dituntut untuk melakukan latihan fisik yang beda dan .... berat. Menurut Magnus, “Kami melakukan segalanya dari heavy squat dan berkali-kali deadlift untuk melakukan pull-up, push-up, latihan dengan mesin, latihan dengan berat badan, pliometrik, semuanya fokus ke explosive training." Menurutnya, bobot otot Alicia bertambah dari 4,5 Kg menjadi 5,4 Kg.

    Dan transformasi dirinya sudah terlihat di awal film, sejak Lara memutuskan tak hanya jadi warga sipil biasa tapi berubah sebagai pahlawan aksi.



    Untuk mendapatkan eight-packs dalam film, Magnus membagi latihan core-nya menjadi tiga hari yang berbeda. Hari pertama terfokus pada "abs yang dinamis, statis, atau isometrik," jadi Alicia akan latihan plank dan leg raises. Hari berikutnya, latihan fokus di area obliques dengan mengangkat beban sambil memutar tubuh atas. Selanjutnya didedikasikan untuk latihan kekuatan abdominis seperti mengangkat beban.

     




    Tentu saja, Alicia juga harus mengubah kebiasaan makannya. Magnus meminta Alicia untuk melakukan keto diet, yang berarti mengonsumsi makanan tinggi lemak dan tidak mengandung karbohidrat.

    Inilah contoh rencana makan sehari-hari saat Alicia membentuk otot:

    Sarapan: Empat telur dalam bentuk apapun (seperti telur dadar atau fritatta dengan sayuran, atau rebus); Setengah alpukat; kopi

    Camilan: Semua makanan ringan berpusat pada protein (contoh: tusuk sate sapi atau ayam, sashimi, atau gurita bakar)

    Makan siang: 40 gram daging sapi, ayam, atau ikan; 40 gram karbohidrat lambat (seperti beras merah, quinoa, jelai, ubi jalar atau ubi jalar); 30 gram lemak baik yang digunakan dalam memasak, dressing, atau sebagai garnish (contoh: minyak kelapa, minyak zaitun, alpukat)

    Camilan: Pilihan yang sama seperti camilan pertama

    Makan malam: 40 gram protein; 40 gram karbohidrat lambat; 30 gram lemak baik; tidak boleh alkohol sama sekali.

    Jadi tertarik mencoba pola hidup dan makan yang ia jalani?

    (Image: dok. Instagram)