Beauty

Kenali 8 Hal tentang Microneedling!

  by: Ainjia Phioltia Paat       22/3/2018
  • Bila Anda telah mencoba hamper semua krim dan serum di dunia ini namun tetap belum menemukan cara paling ampuh untuk mengurangi kerut halus, hyperpigmentation, dan noda bekas jerawat, Anda mungkin butuh mencoba microneedling. Sesuai dengan namanya, microneedling adalah perawatan kecantikan yang invasif, dimana dermatologis atau aesthetician membuat lubang-lubang kecil di kulit menggunakan jarum super halus (berdiameter dari 0.5 hingga 2 milimeter). Hal ini memancing proses natural tubuh untuk menyembuhkan diri, menstimulasi produksi kolagen dan elastin. Setelah lubang-lubang diciptakan, produk yang diaplikasikan secara topikal (seperti hyaluronic acid dan vitamin c) bisa meresap lebih dalam pada kulit untuk bekerja lebih efektif. Namun, seperti treatment lainnya, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan sebelum Anda memutuskan bahwa microneedling adalah pilihan terbaik untuk kulit Anda. Berikut 8 hal yang perlu Anda ketahui sebelum mencobanya! 

      1. Buat lah janji konsultasi dengan dermatologis atau beauty aesthetician yang berijazah untuk mengetahui apakah treatment ini cocok untuk Anda. Walau perawatan ini baik untuk berbagai tipe kulit berbeda, penting untuk membiarkan seorang profesional memutuskan untuk Anda. Pastikan Anda bertanya tentang prosesnya secara spesifik, juga detail mengenai reaksi kulit para klien yang telah mencoba, dan pastikan Anda nyaman setelah mengetahui jawabannya.

      2. Walau mirip, microneedling berbeda dengan dermarolling. Dermaroller menggunakan jarum tipis dengan size 0.3 mm atau lebih kecil lagi, sedang untuk microneedling, dermatologis menggunakan jarum berukuran 0.5 mm hingga 2mm. Selain itu, dermarolling bisa dilakukan di rumah. Mashel Tabe, aesthetician yang merawat kulit Gwyneth Paltrow dan Naomi Watts, menyarankan para klien yang telah melakukan microneedling untuk melakukan dermarolling di antara jadwal microneedling untuk menjaga hasil kilaunya di kulit. Yang benar-benar membedakan antara kedua treatment ini adalah seberapa dalam penetrasi jarum menusuk kulit. Keduanya hanya menusuk hingga epidermis, atau lapisan terluar kulit, namun bila dermarolling memancing penyerapan produk topikal hingga 90% dan lebih, microneedling lebih dalam lagi, memancing kulit untuk menciptakan kolagen dan elastin secara natural.



     3. Walau sedikit menyakitkan, namun rasa tak nyamannya tidak lama. Tabe menggunakan sejenis pen yang menusuk-nusuk kulit secara cepat, jadi rasanya tak beda jauh dengan sensasi membuat tato. Bedanya, tak seperti tato, area yang dilewati hanya sekali, tak bolak-balik, jadi prosesnya lebih cepat dan mudah. Menurut beberapa klien yang telah mencoba, rasa sakit paling mendalam dirasakan di bagian dahi, namun begitu rasa keseluruhannya masih kalah dengan bikini waxing

     4. Microneedling baik untuk Anda yang memiliki acne dan untuk Anda yang ingin melenyapkan kerutan. Treatment ini ideal untuk Anda yang memiliki kulit bertekstur karena pori-pori besar, bekas jerawat, dan garis halus. Menurut Tabe, kombinasi dari penetrasi produk dan proses penyembuhan luka membantu melenyapkan bakteri juga dan memaksa kulit untuk memulai proses regenerasi.

    5. Anda akan langsung melihat efeknya. Akan ada sedikit kemerahan setelah treatment, namun setelah lenyap, Anda akan menyaksikan kulit jadi lebih glowing, dewy dan plump. Tabe menyarankan untuk mengulang microneedling sekali sebulan atau dua bulan sekali (dan melakukan dermarolling di rumah di antara treatment) untuk mempertahankan hasilnya.

    6. Jangan lupa untuk menjaga kelembapan kulit setelah treatment. Sebaiknya Anda memakai produk dengan hyaluronic acid, ceramides, dan selalu bawa hydrating face mist setelah treatment dan kapan pun saat kulit Anda terasa kering. Formula tersebut menenangkan dan mengurangi warna kemerahan yang ada. Jangan dulu gunakan eksfoliator atau toner dengan bahan dasar alkohol.



    7. Hindari dulu pergi ke gym dan/atau sauna untuk minimal 24 jam setelahnya. Karena kulit butuh waktu untuk sembuh, jadi hindari dulu aktivitas yang menimbulkan keringat, yang dapat menimbulkan inflamasi. Selain itu, hindari juga sinar matahari, karena udara panas dan sinar UV dapat memancing iritasi lebih tinggi lagi.

    8. Harganya tak murah. Microneedling dibanderol dari Rp2.000.000,- hingga lebih mahal lagi. So, be prepared and decide well, ladies!


    (Artikel ini disadur dari www.cosmopolitan.com. Perubahan telah dilakukan oleh Editor.)

    Image: Designed by Freepik