Better You

Cara Menghadapi Orang yang Suka Berhutang Pada Anda

  by: Hana A. Devarianti       29/3/2018
  • Berbicara soal uang terkadang jadi hal yang tricky, terlebih kalau sudah menyangkut utang. Anda pasti pernah kan meminjamkan uang ke seseorang... Tapi ternyata orang itu lupa mengembalikannya, atau yang lebih parah malah jadi marah waktu ditagih. Sialnya lagi, dia sering sekali meminjam uang ke Anda yang orangnya tidak enakan.

    Cosmo tahu berada di situasi ini pasti tidak menyenangkan. Tapi, Anda bisa kok keluar dari "lingkaran setan" perutangan. Ladies, ini cara yang elegan menghadapi orang yang suka berhutang dengan Anda.

     



    Belajar Berkata "Tidak"

    Ada cara simpel untuk mengatasi masalah ini: jawab dengan, "Tidak" tiap kali si teman bertanya apakah dia bisa berhutang. Okay okay... Mungkin tidak mudah melakukan ini, karena salah-salah bisa menyinggung perasaan orang itu. Nah, maka dari itu beri alasan yang logis dan, tentu saja, jujur mengapa Anda tidak bisa meminjamkannya uang.

    Sampaikan secara terbuka dan apa adanya, tidak perlu ditutup-tutupi apalagi berbohong. Karena, Anda pun harus belajar bersikap tegas dan berbicara jujur tentang situasi keuangan pribadi. Rasanya, jika orang itu baik dia dapat mengerti situasi Anda kok, sama seperti Anda yang bisa memahami situasinya.

     

    Jangan Merasa Bersalah Ketika Tak Bisa Meminjamkan Uang

    Tidak selamanya bantuan yang diberikan harus berbentuk uang atau materi. Jika memang ada orang yang sedang kesulitan, tawarkan diri untuk melakukan sesuatu yang bisa membantunya tapi tidak memerlukan uang. Anda mungkin bisa memberikan dukungan secara mental, yang tak kalah penting dengan dukungan materi.

    Di satu sisi, kalau tahu orang yang sering ngutang sebenarnya tidak bisa mengatur keuangannya dengan baik, Anda sebenarnya punya hak untuk tidak meminjamkan uang. Anda tidak punya kewajiban untuk memberikan uang pada seseorang yang ingin mempertahankan gaya hidup tertentu yang sebenarnya tak mampu mereka bayar. Alih-alih meminjamkan uang, lebih baik ajak dia untuk lebih sadar dan pintar mengatur uangnya sendiri.

     



    Berikan Sesuai dengan yang Bisa Anda Sisihkan

    Jika memilih untuk meminjamkan uang, jangan pernah merasa tertekan kalau tidak bisa memberikan sesuai dengan nominal yang diminta. Berikanlah apa yang bisa Anda sisihkan semampunya.

    Saran Cosmo, berikah uang sejumlah nominal yang membuat Anda tidak merasa "tertipu" atau "sakit hati" jika uang tersebut berujung tak kembali ke dompet. Ibaratnya, Anda memberikan uang tersebut bukan meminjamkannya.

     

    Kalau Memang Perutangan Tak Terelakkan, Buatlah Anggarannya

    Beberapa dari Anda mungkin menjadi orang yang diharapkan keluarga atau teman ketika membutuhkan bantuan finansial. Apabila itu yang terjadi, dan memang keluarga juga teman yang meminjam punya alasan yang valid dan logis (lagi-lagi bukan cuma untuk memenuhi gaya hidup tertentu ya), tak ada salahnya untuk membuat anggaran khusus untuk soal utang piutang.

    Akan tetapi, Cosmo juga menyarankan Anda untuk berhati-hati tiap kali akan meminjamkan uang. Bukannya tidak boleh membantu, tetapi layaknya jenis pengeluaran yang lain, Anda juga harus bijak. Jangan sampai rasa tidak enak dan takut menyinggung perasaan orang lain membuat kondisi keuangan jadi terganggu atau berantakan. Menjadi seseorang yang kebaikkannya dimanfaatkan juga tidak menyenangkan, lho.

     

    Yang tak kalah penting ketika meminjamkan uang ke orang lain adalah Anda perlu bersikap disiplin tapi di satu sisi bisa pula berempati. Pada akhirnya, sebenarnya tidak ada yang suka dengan ngutang. Jadi, kalau memang kebiasaan yang satu ini bisa dikurangi, mengapa tidak? (Hana Devarianti/SW/Image: Daniel Jędzura©123RF.com)