Career

Plus Minus Uang Tunai dan Nontunai, Pilih Mana?

  by: Alexander Kusumapradja       31/3/2018
  • Seiring kemajuan teknologi, pola hidup kita pun ikut berubah. Termasuk dalam cara kita membayar sesuatu. Bila mungkin sebelumnya dompet Anda terasa tebal berisi uang cash, kini bukan hal aneh jika Anda hanya mengantungi beberapa kartu elektronik sebagai alat pembayaran nontunai. Tak hanya kartu kredit, beberapa alternatif pembayaran nontunai (cashless) pun kian marak dan umum, khususnya dalam bentuk aplikasi e-money yang bisa Anda unduh di ponsel.

    Dunia memang tengah menuju masyarakat tanpa uang tunai (cashless society). Di Swedia misalnya, 59% transaksi dilakukan lewat cara pembayaran nontunai. Bahkan di Cina, pedagang kecil seperti penjual sayur di pasar tradisional pun sudah menerima pembayaran dengan e-money. Indonesia pun tak mau kalah dengan meluncurkan kampanye Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) sejak tahun 2014 yang salah satu kebijakannya adalah penggunaan e-money untuk tarif jalan tol.

    Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda termasuk yang lebih memilih uang tunai atau nontunai? Cosmo merasa kita di Indonesia masih dalam masa transisi, dalam arti kita masih memakai kedua jenis pembayaran tersebut secara bersamaan atau bergantian. Karena itu, kali ini Cosmo ingin mengungkap kelemahan dan keunggulan dari kedua jenis pembayaran tersebut. Simak yuk!



    Uang Tunai

    Lebih mudah bertransaksi

    Terkadang Cosmo masih sering menemukan tempat yang tak menerima pembayaran selain tunai. Tak jarang pula ada momen gangguan jaringan yang membuat pembayaran nontunai jadi tidak bisa diterima. Karena itu ada baiknya Anda tetap berjaga-jaga menyimpan uang tunai di dompet. 

    Kemungkinan hutang kecil

    Dengan uang tunai, kemungkinan kita berhutang atau bon jadi berkurang. Transaksi tunai pun langsung selesai tanpa perlu biaya tambahan atau perpanjangan.

    Risiko kriminalitas

    Membawa uang tunai dalam jumlah banyak bisa mengundang niat jahat bila diketahui orang asing. Risiko jambret dan penodongan menjadi ancaman yang serius lho, ladies. Bawa uang tunai secukupnya saja dear.

    Gampang hilang atau terselip

    Mungkin Anda sering tak sadar meletakkan sembarang uang kembalian di berbagai tempat seperti di saku, tas, laci, atau mobil. Padahal kalau dikumpulkan nilainya tentu lumayan. Terkadang, uang tunai yang kita terima pun sudah terlihat kotor dan tak higienis. Jangan lupa cuci tangan atau memakai produk antiseptik ya. 

    Tidak praktis

    Membawa uang tunai dalam jumlah banyak tentu terasa tidak praktis, apalagi bila Anda menerimanya dalam berbagai pecahan. Dompet terasa berat dan berantakan.


    Uang Nontunai 



    Lebih cepat dan tepat  

    Sejujurnya membayar dengan metode nontunai bisa mempersingkat waktu karena Anda tak harus sibuk ke ATM untuk menarik uang atau menunggu uang kembali. Nilai transaksi yang Anda keluarkan pun tepat hingga nominal terakhir, say goodbye to kembalian permen!

    Lebih aman dan transparan 

    Kartu kredit atau debit misalnya, lebih aman dibanding uang tunai. Andai kata tercuri pun, si pencuri harus tahu kode pin rahasia. Anda juga tinggal langsung menghubungi bank untuk membekukan kartu atau rekening agar si pencuri tidak bisa menggunakannya. Untuk masalah transparansi, setiap transaksi nontunai akan terekam sistem, jadi lebih jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.

    Tidak makan tempat

    Anda hanya butuh space kecil untuk menyimpan kartu pembayaran elektronik. Bila Anda punya aplikasi pembayaran di ponsel, dompet tertinggal sekali pun tak lagi jadi masalah.

    Mudah memancing hutang

    Uang nontunai umumnya memiliki banyak penawaran program hutang yang menggiurkan. Saking praktisnya, Anda mungkin juga sering tak sadar menggunakan kartu untuk pembayaran apapun sampai limit sehingga tunggakan yang harus dibayar di akhir bulan pun membengkak.

    Belum bisa dipakai di semua tempat

    Seperti yang sudah disinggung, di Indonesia kita masih belum bisa pakai nontunai untuk toko-toko kecil, transportasi umum selain kereta dan busway, atau pedagang kecil pinggir jalan.  


    Uniknya, banyak perdebatan yang muncul mengenai mana yang lebih boros antara menggunakan uang tunai atau nontunai. Beberapa orang merasa lebih mudah mengeluarkan uang bila di dompetnya berisi uang tunai, sementara beberapa merasa justru lebih boros karena nontunai yang sangat praktis. Intinya kembali ke pola hidup dan preferensi masing-masing. Apapun metode pembayaran yang Anda pilih, yang penting tetap bijak dalam mengatur keuangan ya ladies


    (Image: Anastasia Nelen¬©123RF.com)