Lifestyle

4 Novel Metropop Indonesia tentang Perempuan Independen

  by: Givania Diwiya Citta       1/3/2019
  • Genre metropop dalam literatur Indonesia menghadirkan angin segar pada industri penerbitan, bukan hanya karena subjeknya yang mengekspos dinamika nyata pada kehidupan urban, namun juga berkat transisi budaya pop yang terasa semakin related dengan keseharian kita. Untuk turut merayakan momen International Women’s Day yang jatuh pada bulan Maret ini, Cosmo mereferensikan daftar empat buku metropop karya pengarang perempuan tanah air yang menarasikan tentang karakter-karakter perempuan independen serta tangguh sebagai sang tokoh utama. Be inspired!


    Divortiare – Ika Natassa




    Lain dari kasus romansa konvensional lainnya, cerita cinta dalam buku ini dimulai oleh tokoh Alexandra Rhea yang melanjutkan hidup setelah bercerai dengan sang mantan suami. Alex digambarkan sebagai perempuan karier dengan profesi Relationship Manager di bank ternama Jakarta. Ia pun menjalani kehidupan independennya di belantara ibukota, dan memulai hubungan baru bersama seorang pria dari masa kuliahnya. Meski konflik romansa muncul klise karena Alex nyatanya belum move on dari sang mantan suami, namun Ika menuliskan konflik-konflik yang dekat dengan isu keseharian perempuan modern penghuni kota besar secara konkrit dan sarat makna. Seperti sesederhana potongan dialog dalam lift setelah pulang lembur yang membuat kita meredefinisi arti rumah. Membaca novel ini juga akan membuat kita melihat sisi positif dari dinamika seorang perempuan independen, which pretty much the same as ours.


    My Partner – Retni S. B. 


    Masih berlatar di kota Jakarta, kali ini tokoh perempuan yang bernama Tita dihadapkan oleh kasus bertubi-tubi yang menimpa lingkaran terdekatnya. Dia tak hanya harus memerankan peran independen, namun sekaligus harus tangguh untuk menebarkan sumber kekuatan bagi yang bergantung padanya. Tipikal perempuan ibukota, Retni tetap menceritakan Tita yang kerap berkeluh kesah atas manuver yang terjadi di dalam hidupnya. Tapi saat membaca novel metropop ini, kita juga bisa belajar dari Tita yang selalu mencari jalan keluar dari setiap problema yang muncul. Meski diceritakan independen, Retni juga menyisipkan makna pentingnya companionship dari individu-individu yang loyal menemani Tita melalui segala thick and thin


    Runaway Ran – Mia Arsjad




    Ekspedisi kehidupan independen Katrina dimulai sejak dia harus mengubah gaya hidupnya yang awalnya bergantung secara finansial pada orang tuanya, menjadi perempuan yang berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri – dan untuk selalu memenuhi hasrat personalnya dalam berbelanja, tentunya. Ia pun menemukan peluang untuk bekerja sebagai asisten seorang komikus sukses berwatak tak terduga, lengkap dengan lingkungan yang mengintimidasi. Di sinilah Mia menceritakan penempaan sifat independen yang dialami seseorang secara menghibur dalam sentuhan metropop, lewat tokoh Katrina yang mampu menjadi dirinya sendiri di antara tekanan yang menghampiri.


    Wheels and Heels – Irene Dyah Respati


    Cerita ini dimainkan oleh Abby, sang usher dari sebuah produk otomotif yang meski berbanding terbalik dari penampilannya, Abby adalah tulang punggung keluarganya dan secara independen bekerja untuk memenuhi seluruh kebutuhan rumah. Meski ia harus melewati masalah demi masalah, bahkan harus melewati ‘anjuran’ kencan dengan pria-pria potensial-untuk-jadi-suami dari sahabatnya yang bisa memenuhi kebutuhan rumahnya, namun Abby menanggalkannya dan selalu menunjukkan identitas tangguh tidak ingin dikasihani. Selain mengajarkan tentang kekuatan seorang perempuan dalam kemasan bacaan yang witty, Irene juga menyisipkan berbagai pesan untuk tidak mudah menganggap remeh segala bentuk perjuangan yang sudah dilalui. Viva señoras!


    (Image: Giulia Bertelli on Unsplash / Dok. Ebooks.gramedia.com / Dok. Goodreads.com)