Lifestyle

Ini 10 Seniman di Pameran Pantene Perfect On Art Experience

  by: Alvin Yoga       5/3/2019
  • Kabar baik bagi kamu penikmat karya seni! Pantene bekerja sama dengan lebih dari 10 seniman tanah air, menggelar pameran Pantene Perfect On Art Experience dengan menghadirkan karya seni terbaik mereka. Pameran ini akan digelar selama dua minggu, yaitu dari 6 - 17 Maret 2019 di Pacific Place Mall, Jakarta. Bagi kamu yang ingin tahu siapa saja yang akan berkontribusi dan apa saja karya yang akan dipamerkan? Intip!


    Antonio S Sinaga




    Dengan judul karya Crave, Antonio Sebastian Sinaga atau yang akrab dipanggil Nino, mengajak para pengunjung untuk mengingat dan mencoba melihat pada diri mereka lebih dalam, sehingga masing-masing bisa menerima dengan terbuka apa yang didambakannya sebagai seorang manusia. Yang spesial dari karya ini, pengunjung dapat memilih dan membawa pulang a piece of artwork sebagai koleksi atau pengingat tentang hal yang membuatnya bahagia.

    Menurut seniman asal Bandung tersebut, sudah menjadi hakikat manusia untuk mendambakan sesuatu. Tetapi semakin bertambahnya usia, distraksi dalam kehidupan tidak bisa dihindari, dan terkadang distraksi ini bisa membuat kita sebagai manusia melupakan hal yang kita dambakan. Definisi Perfect On yang direpresentasikan dalam karya Nino adalah ketika seorang manusia mengenal dirinya sendiri, menyadari apa posisinya, dan mengetahui ke mana dia ingin pergi serta apa keinginannya.


    Kezia Karin


    Kezia Karin hadirkan karya bertajuk Reflections On Water. Lewat karya ini, Kezia Karin ingin mengajak pengunjung untuk merefleksikan tentang nilai sebenarnya dari air. Sebagai unsur utama dalam kehidupan, sifat air dapat dianalogikan sebagai pisau bermata dua. Dengan kelembutannya, air bisa menjadi elemen yang menunjang sebuah kehidupan, namun secara bersamaan dapat memusnahkannya pula.

    Instalasi yang dibangun oleh desainer interior sekaligus Creative Director dari Kezia Karin Studio ini, mengambil rupa tetesan air terakhir yang jatuh ke dalam sebuah kolam dengan pancaran warna emas. Karya ini dibuat sebagai pengingat akan makna air dan Perfect On dalam keseharian kita – yaitu kehadirannnya yang membawa keindahan dan kehidupan di manapun ia berada.


    Meliantha Muliawan


    Perbedaan yang dimiliki tiap individu tidak selalu menjadikannya berbeda dengan individu lainnya. Bagi Meliantha, perbedaan adalah soal bagaimana seseorang dapat memperlakukan, menghargai dan memaknai apapun yang ia miliki. Between Shadow & Light, karyanya untuk pameran kali ini, memproyeksikan cahaya dan bayangan dari suatu benda terhadap sekelilingnya. Terinspirasi dari benda yang sering ditemukan dalam keseharian seniman, karya ini menjadi sebuah analogi seniman dalam menempatkan dan menemukan potensi dirinya di dalam lingkungan sosial.

    Meliantha Muliawan menjelaskan arti Perfect On yang diterapkan di dalam karyanya. Menurut finalis Young Artist Award ARTJOG 11 ini, kesempurnaan tiap individu hadir dari kebebasannya untuk memosisikan diri pada sekitarnya. Dalam hal ini, sekelilingnya dianalogikan dengan bentuk, cahaya dan bayangan yang hadir dalam karya Between Shadow & Light. Instalasi ini diharapkan mampu mengajak para pengunjung untuk menempatkan diri dan menemukan sisi terbaiknya dalam beragam visual, serta menghargai ciri khas fisik yang Ia miliki: persepsi mengenai warna kulit yang beragam, bentuk tubuh hingga keindahan tiap rambut ditentukan dari cara individu memosisikan diri dalam lingkungannya.


    Muklay


    Menurut seniman bernama asli Muchlis Fachri ini, keindahan dan kesegaran rambut merupakan hal yang harus diperhatikan setiap orang. Kedua hal tersebut bahkan mampu memberikan daya tarik tersendiri. Hal tersebut sekaligus menjadi representasi makna Perfect On bagi seorang seniman visual kelahiran Ibu Kota ini.

    Seniman Muklay ingin mengungkapkan sebuah keindahan dan kesegaran dengan menampilkan beberapa visual berupa mural. Perempuan menjadi perhatian utama Muklay dalam karya yang diberikan judul Girls Just Want to Have Fun with Their Perfect Hair, menampilkan visual dari beberapa perempuan dengan gaya rambut berbeda yang berprofesi sebagai seniman visual yang Muklay kagumi selama ini. Citra kesegaran juga diceritakan melalui bentuk visual dari buah-buahan dan juga bunga yang ditujukan kepada pengunjung.


    Nicoline Patricia Malina


    Definisi Perfect On tidak selalu digambarkan dengan penampilan yang sempurna, melainkan karakter dan pembawaan diri yang positif dan penuh percaya diri. Perfect On Hall of Fame merupakan karya fotografer Nicoline Patricia Malina yang menampilkan karakter perempuan yang beragam, keindahan yang berbeda dan kekuatan yang luar biasa, kekuatan yang menuntun arah langkahnya dan jalan hidupnya, serta ekuatan dalam menyempurnakan kebahagiaan dan keindahan dalam hidupnya. Meninggalkan hal yang lama untuk hal baru yang lebih sempurna. Be Perfect On.




    Patricia Untario

    Keindahan yang dibentuk menggunakan pantulan kaca dan permainan cahaya selalu menjadi ciri khas bagi seniman asal kota kembang ini. Patricia Untario kali ini mengangkat tema waterless journey yang menggambarkan suasana air terjun dan suasana hutan. Rain Forest merupakan judul dari karya yang menjelaskan definisi Perfect On sebagai kesempurnaan deburan air yang digambarkan dalam bentuk permainan cahaya, esensi kesempurnaan bias air yang terus mengalir tiada henti seperti air terjun yang menghidupi banyak kehidupan.


    Rinaldy A Yunardi

    Masa depan adalah suatu nilai-nilai dari manusia dan peradaban melangkah ke depan, bagaimanapun samar dan selalu tak pasti, Masa depan selalu menjadi tujuan kolektif setiap masyarakat atau bangsa, bisa optimis maupun pesimis, karena masa depan selalu mengandung jejak masa lalu dan sekarang. Masa lalu dilalui dengan langkah nyata di masa sekarang, melalui perbaikan diri sendiri. Makna Perfect On didefinisikan oleh Rinaldi A Yunardi sebagai karya yang bukan hanya sekedar bentuk, namun mengandung arti yang dalam dan sekelumit cerita dibalik penciptaannya.


    Ronald Apriyan


    "Hari ini kita terkadang masih bertanya apakah ada hati yang sebaik emas dan cinta putih suci", karya seorang Ronald Apriyan – seniman lulusan Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta – yang mencoba menimbang kembali bagaimana kedua sifat tersebut akan meminjam visual kehidupan bawah laut yang tenang sekaligus penuh keindahan. Karya ini diharapkan akan menjadi pengalaman tersendiri bagi setiap penikmatnya.

    Semangat untuk terus melanjutkan perjalanan hidup, berbuat kebaikan dan membaginya kepada semua orang yang kita sayangi merupakan hal-hal yang diyakini Ronald Apriyan sebagai definsi Perfect On, inilah yang menjadi alasan kuat terciptanya maha karya keindahan alam bawah laut “Gold Heart White Love”. Ronald ingin kita sepakat untuk tidak berhenti menghasilkan hal-hal yang positif dan menciptakan karya hebat untuk dibanggakan.


    Arkiv Vilmansa X Tex Saverio

    Bagi Arkiv Vilmansa dan Tex Saverio, Untitled bukan hanya sekadar karya seni, namun suatu "makhluk" historis. Senadi dengan definisi Perfect On, karya ini mempunyai jiwa yang seakan hidup, bernafas dan bergetar, serta berkaitan erat dengan kenyataan di sekelilingnya. Serpihan jiwa-jiwa dalam setiap karya seni yang dihasilkan ini bisa datang dari berbagai sudut dan penjuru pikiran yang kadang terabaikan: mimpi, kenangan dan lamunan. 

    Bagi kedua seniman tersebut, lamunan bisa melampaui realita, serta mengaburkan batasan-batasan antara yang nyata dan fana. Berangkat dari lamunan ini pula, keduanya bekerja sama menghembuskan nafas kehidupan dalam karyanya lewat medium visual multimedia. Sudah merupakan tugas kedua seniman dan desainer ini pula untuk kemudian memungut, lalu merajut serpihan-serpihan angan dalam lamunan tersebut, ke dalam sebuah mahakarya yang memancarkan keindahan visual yang dipadu dengan unsur digital.


    Theresia Sitompul

    Theresia Agustina Sitompul, seniman kelahiran asal Pasuruan ini mengekspresikan kepeduliannya terhadap lingkungan yang dalam hal ini adalah dalam penggunaan air. Oblivion menggambarkan bagaimana kita menghargai penggunaan air. Menurutnya, kita bisa memulai dari hal yang terkecil dan terdekat, yaitu dari diri kita sendiri dan lingkungan sekitar.

    Makna Perfect On yang diterapkan dalam karya ini adalah ketika kita peduli dengan lingkungan. Kecantikan tidak hanya dilihat dari diri kita sendiri, tetapi ketika kita menjaga lingkungan pula.


    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Cosmo)