Lifestyle

5 Buku Puisi Karangan Penulis Wanita Indonesia

  by: Givania Diwiya Citta       11/3/2019
  • Selain menjadi genre dari literatur modern yang semakin populer hari ini, puisi juga menjadi ekspresi bagi para penulisnya dalam mengelevasi emosi secara subtil. Namun yang kini mengambil sorotan dalam industri sub-genre puisi adalah lahirnya penulis wanita yang memanifestasikan emosi kreatifnya pada berbagai subjek. Simak deretan daftar buku puisi karangan penulis wanita Indonesia berikut sebagai bahan bacaan sastra modern kamu, sambil merayakan karya-karya wanita di bulan Maret ini. 




    The Sentimental Things – Cecillia Wang


    Buku puisi karya Cecillia Wang ini berkisah tentang untaian kata Alle Tjahrir untuk Katya Tjatyana (keduanya adalah karakter dalam novel Sentimental Reasons karya Cecillia). Persis seperti judul bukunya, puisi milik Cecillia benar-benar membuat kamu terbawa perasaan, terutama berkat latar cerita tentang Alle yang mencurahkan perasaannya pada Katya yang tengah koma. Dare to read, girls?


    Drifting Away – Latisa Naraswari


    Terlahir sebagai anggota generasi milenial, Latisa tahu benar bagaimana meramu kata-kata romantis sekaligus realistis bila menyinggung tentang cinta dan patah hati masa kini. Buku puisi perdana miliknya ini tak hanya mengemas puisi yang akan bawa kamu terhanyut perasaan, namun Latisa juga memanifestasikan pikirannya ke dalam garis sketsa kreatif yang menemani visual puisi. Bahkan belum lama ini, Latisa juga meraih rekor MURI sebagai Perempuan Termuda Pengarang Buku Prosa dan Puisi dalam Bahasa Inggris. Read to be inspired, girls!


    Bicara Tubuh – Ucita Pohan


    Buku ini merupakan karya kolaborasi antara Ucita Pohan sebagai sang penulis dan Jozz Felix sang fotografer sebagai pelaku visualisasi dari subjek puisi. Tapi lebih dari itu, buku ini juga mengandung pesan empowerment dan self-love, yaitu lewat wujud mengapresiasi tubuh sebagai bagian dari diri dan perjalanan hidup kita, yang semestinya tidak kita musuhi. Sharp!




    Tigress – Ayu Meutia


    Mari kita akui, keuntungan dari membaca puisi adalah kita bisa mengekspresikan emosi secara blunt. Dan buku puisi karangan Ayu Meutia ini bisa menjadi representasi dari berbagai emosi kita yang kadang tidak sempat diucapkan dengan kata. Persis seperti judulnya, Tigress, puisi-puisi yang dirangkai Ayu secara lantang mengungkapkan berbagai mood dan pikiran, bahkan terkadang menggigit berkat rasa-rasa yang kadang kita hindari untuk hadapi. Shake it out!


    Di Bawah Payung Senja Kita Bercerita – Titi Sanaria & Lila Saraswaty


    Kedua penulis dengan kecintaan yang sama pada alam, mewujudkan pikiran dan emosinya ke dalam puisi bertema cinta yang dikorelasikan dengan unsur-unsur alam. Namun menariknya, puisi-puisi yang ada dalam Di Bawah Payung Senja Kita Bercerita disampaikan se-relatable mungkin dan se-bersahabat mungkin dengan pembaca. Membuat kita yang menikmati untaian katanya seperti sedang mendengarkan dua sahabat yang saling curhat. Worth to read to create girls-book-bond!


    (Image: Dok. Instagram.com/driftingaway.id, Goodreads.com, Elexmedia.id)