Celebrity

Eva Celia Berbagi Tentang Dinamika Perempuan & Lagu Barunya

  by: Giovani Untari       8/3/2019
  • Way to Eva-lution!

    Sosok musisi dan aktris dengan sisi humanis di tengah dunia hiburan yang penuh kontradiksi. Eva Celia bercerita tentang dinamika kehidupan perempuan, termasuk caranya belajar berdamai dengan banyak hal. Juga sebuah single terbaru yang membuktikan kapabilitas dirinya. 

    Jelas bukan hal yang mudah jika Anda adalah seseorang yang lahir dan tumbuh besar di industri hiburan dengan segala sorotan. Tetapi sosok Eva Celia adalah persona yang beda. Ia versatile tanpa terlihat mengintimidasi. Hari itu ia datang dengan pakaian kasual lengkap dengan sneakers, salah satu fashion item favoritnya. Kami memulai pembicaraan atas lagu terbarunya A Long Way, sebuah lagu yang Eva anggap sebagai permulaan, sebelum akhirnya bermuara pada album yang tengah ia garap.





    A Long Way bukan sekadar lagu biasa. Ini merupakan lagu personal dan ia tulis kala merasakan quarter life crisis, sesuatu yang nyatanya juga turut dirasakan oleh publik figur seperti Eva Celia. “Verse pertama dalam lagu tersebut saya buat sebelum mengalami problem, lalu ada bagian lainnya yang kembali saya buat setelah mengalami fase complicated tersebut. Ketika saya mencoba menggabungkan keduanya dan ternyata it works,” ujarnya berbinar. Maka dengan formula tersebut Anda akan menemukan lirik yang begitu kuat tentang menjadi berani - dan tentu saja suara Eva yang soothing.




    #HappyInternationalWomenDays

    Bulan Maret ini dunia bersiap menyambut International’s Women Day, dan Eva Celia sebagai perwakilan dari perempuan generasi saat ini kembali menarik Cosmo untuk mendengar opininya. Sesuatu yang unexpected pun terlontar. “Saya rasa sebagai perempuan kita kerap melupakan energi feminin di dalam diri kita. Kita seolah menolak segala energi feminin yang ada dan selalu ingin break the limit. Saya sangat percaya perempuan sosok yang tangguh, mandiri, dan bisa melakukan banyak hal. Tetapi di saat bersamaan, saya kerap melihat para perempuan menderita karena hal ini,” ucapnya sembari memberi jeda. “Padahal saya ingin memberi tahu bahwa ‘Hey, it’s okay to take it slow, dear,’” terang Eva.



    Wanita berzodiak Virgo ini pun kian membuka pemahamannya akan energi feminin dan berdamai dengan dirinya sendiri, paska kondisi kesehatannya memburuk di tahun lalu. “Saya jadi mempelajari banyak hal mengenai kondisi tubuh perempuan dan apa yang terjadi di dalamnya. Saya pun mempelajari siklus menstruasi kita. Bagaimana sistem periode ini memegang peran penting dalam tubuh dan membuat hormon kita berubah dalam beberapa hari. Siklus periode menjadikan hidup perempuan lebih meaningful. Ada kalanya kita tidak bisa selalu 100% menjadi yang terbaik. Saya jadi belajar menghargai diri saya sendiri dan itu kembali memberikan saya kekuatan, ” tukasnya dengan bersungguh-sungguh.


    ON SOCIAL MEDIA ERA

    Figur pemain film Milly & Mamet ini nyatanya selalu terlihat positif dan menyenangkan. Meski di balik layar ia pun harus berhadapan dengan standar ganda yang diterimanya sebagai perempuan yang berkecimpung di industri hiburan. “Double standard for a woman it’s totally difficult! Saya dulu cuek ke mana pun tidak menggunakan makeup dan pakai baju senyamannya. Lalu orang berkomentar: ‘Lo kok nggak niat banget?’ Saat saya tampil lebih prepare mereka kembali bersuara, ‘Apa sih yang ingin saya buktikan?’ Lalu muncul komentar bernada body shaming seperti mengapa saya terlalu kurus? YeIs, it’s so hard being a women to makes people happy. So I just do whatever that I really want!” tambahnya. Eva mengaku segalanya butuh waktu untuk menjadikannya sampai di posisinya sekarang. “Life is too short saat saya harus memikirkan segala tuntutan di industri ini. I’m so over with that! So yeah I’m more chill now!” ujarnya lagi.




    Media sosial miliknya dipilih sebagai salah satu aksesnya untuk menyebarkan positivisme secara lebih masif, tak terbatas gender sekalipun. “Saya ingin memberi tahu mereka yang mungkin punya permasalahan yang sama dengan saya, bahwa mereka tak sendiri,” ujar Eva sembari melanjutkan makeup-nya. Eva mengutarakan dirinya sangat mengagumi H.E.R, musisi wanita yang sangat ingin ia temui karena sosok dan musiknya. Selain itu, ia juga baru membaca sebuah artikel mengenai toxic masculinity yang membuatnya semakin aware pada lingkungan. 



    “Sewaktu kecil, saya sudah memiliki gambaran di usia 25 tahun nanti akan seperti apa. Yang paling sulit ialah ketika saya mencapai usia tersebut ternyata apa yang saya impikan masih sangat jauh. I’m a control freak, Virgo’s problem!” tukasnya tersenyum. “Rasanya jika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan, saya merasa dunia berakhir. Akhirnya saya belajar semua orang punya waktu dan perjalanan beda-beda. Saya percaya bahwa semua orang punya tugasnya masing-masing saat hadir di dunia ini. Begitulah cara terbaik saya menelaah kembali apa yang menjadi passion, tujuan hidup saya. Pada akhirnya semua orang punya rezekinya masing-masing, bukan?” tutupnya hari itu. 


    Check out more about Eva Celia on Cosmopolitan March Issue!

    Fotografer : Panji Indra

    Stylist: Nina Natasya

    Teks: Giovani Untari

    Makeup : Archangela Chelsea

    Hair : Oca_PS

    Flowers by @fjorimarri

    Digital Imaging : Taufiq Ramadhan

    Assisten Fotografer : Indra Sapta

    Lokasi : Goodrich Suites Jakarta

    Wardrobe: Gucci, Max Mara, Sapto Djojokartiko.

    Aksesoris: Tam Illi, Litany.