Lifestyle

5 Buku Novel Karangan Penulis Milenial Angkatan ’90-an

  by: Givania Diwiya Citta       24/3/2019
  • Literatur modern hari ini tak luput diisi oleh hasil karya tulis generasi milenial. Dengan berbagai referensi lintas genre yang semakin kaya, para penulis anggota generasi milenial ini kian mengeksplorasi berbagai topik yang distingtif. Dalam kurasi berikut ini, Cosmo menyeleksi lima buku novel yang ditulis oleh pengarang milenial – spesifik penulis generasi angkatan ’90-an. Put it in your reading list, girls




    I Was Born for This – Alice Oseman

    Jika kamu familier dengan karya Alice sebelulmnya, yaitu Radio Silence, maka kamu juga akan ketagihan dengan cerita tentang anggota generasi usia 20-an ini. Namun bedanya, Alice lebih banyak menyisipkan unsur yang paling menjadi sorotan simbol dari generasi milenial: yaitu ambisi dan mimpi. Dalam cerita ini, dua remaja muncul dari dua dunia. Ada Angel yang merupakan seorang fangirl, ada pula Jimmy sang penyanyi terkenal yang digilai para fangirl dan fanboy. Saat keduanya memiliki koneksi tak terduga, twist dimulai dengan tipe relationship yang ditingtif.


    Bakat Menggonggong – Dea Anugrah


    Dea yang sudah dikenal dengan kumpulan cerpen miliknya juga menjadi salah satu pemain di industri literatur milenial hari ini. Gaya karyanya witty namun mengemas humor satir yang relatable dengan kehidupan keseharian kaum masa kini. Seperti Bakat Menggonggong yang mengisahkan berbagai skenario dan kasus yang diary oriented. Seperti bab Kisah Sedih Kontemporer XII yang bluntly mengisahkan cerita perjuangan seorang kawan dekatnya dalam dunia adulthood. Comical!


    Karena Cinta Kuat Seperti Maut – Adimas Immanuel


    Untuk novel yang satu ini, salah satu penulis milenial dari angkatan '90-an ini berkreasi terhadap prosa dalam memasuki literatur modern tanah air. Adimas menonjolkan seleksi frasa yang dikemas tidak rumit namun penuh makna. Coba saja baca bab Jika nanti aku mengetuk pintumu hingga Bibir yang meneteskan madu. Dengan visualisasi yang menyertai di setiap puisi, proses pendewasaan generasi milenial yang memasuki adulthood pun diceritakan semakin vivid.




    Normal People – Sally Rooney


    Masih berkisah tentang cinta, novel kedua Sally ini kian dikemas seduktif sekaligus perceptive. Penulis muda yang meraih penghargaan Man Booker Prize 2018 berkat debut novel Conversations with Friends yang sensasional, juga masih mengemas karyanya bold. Cerita dimulai dari dua tokoh Marianne dan Connell yang besar di scene rural Irlandia, yang lantas menemukan banyak perbedaan saat memasuki universitas di Dublin. Namun bagaimana pun juga, ikatan yang kuat mampu menyatukan berbagai dinamika hubungan mereka. Feels like reading our own life journey, girls.


    Elegi – Dewi Kharisma Michellia


    13 cerita pendek yang menceritakan tentang refleksi hidup – mulai dari fragmen kepergian hingga kehilangan – dikemas dalam kumpulan elegi ala Dewi, sang pengarang A Copy of My Mind. Dengan berbagai latar kehidupan perkotaan hingga suburban, Dewi mengungkapkan berbagai skenario yang terjadi pada individu-individu eksperimental, yang nyatanya dekat dengan keseharian kita. Worth the read for anyone of us!


    (Image: Studio Media on Unsplash, Goodreads.)