Better You

Tips Mencuci Tangan Dengan Benar Untuk Mencegah Penyakit

  by: Alexander Kusumapradja       2/3/2020
  • Ladies, dalam tips mencegah berbagai penyakit, sering kali aturan nomor satu adalah mencuci tangan dengan bersih, termasuk dalam tips menghadapi isu Coronavirus yang sedang panas dibicarakan saat ini. Mencuci tangan adalah hal yang mudah dilakukan dan menjadi cara paling efektif untuk mencegah penyebaran kuman penyakit. Tangan yang bersih dapat menghentikan bakteri dan virus menyebar dari satu orang ke orang lain hingga komunitas, mulai dari rumah, kampus, tempat kerja, dan tempat-tempat umum. Namun, apakah kamu yakin caramu mencuci tangan sudah benar?




    via GIPHY

    Ikuti lima langkah berikut saat mencuci tangan:

    1. Basahi tangan dengan air bersih yang mengalir, entah itu air hangat atau air dingin. Matikan keran, lalu tuangkan sabun ke telapak tangan. Memakai sabun saat cuci tangan jauh lebih efektif dibanding hanya memakai air saja karena surfaktan di dalam sabun mampu mengangkat mikroba dan partikel dari kulit dan secara psikologis, orang akan mencuci tangan lebih teliti dan serius ketika memakai sabun dibanding hanya air saja.


    2. Menggosokkan kedua telapak tangan membantu mengangkat kotoran, minyak, dan mikroba dari kulit, jadi jangan lupa gosok tangan dengan sabun hingga berbusa. Jangan lupa gosok juga bagian punggung tangan, sela-sela jari, dan di bawah kuku karena mikroba bisa berada di semua lapisan kulit, khususnya di bawah kuku yang sering luput dari perhatian orang.


    3. Gosok tangan setidaknya 20 detik. Waktu optimal mencuci tangan ditentukan berbagai faktor seperti lingkungan, kondisi, dan jenis kotoran yang melekat pada tangan. Namun secara umum, kebanyakan negara dan organisasi merekomendasikan untuk menggosok tangan setidaknya 20 detik.


    4. Bilas tangan dengan aliran air yang bersih. Mencuci tangan di wadah penampung air yang dibiarkan begitu saja memiliki risiko terkontaminasi baik dari faktor luar ataupun sisa mikroba dari orang sebelumnya.


    5. Kuman dan bakteri dapat lebih mudah pindah pada tangan yang basah, karena itu selalu keringkan tangan memakai handuk bersih, pengering tangan elektrik, atau biarkan mengering dengan sendirinya.

    via GIPHY



    Kapan harus cuci tangan?

    Kita bisa membantu diri sendiri dan orang sekitar tetap sehat dengan kebiasaan mencuci tangan dalam aktivitas sehari-hari, khususnya dalam waktu-waktu riskan kamu dapat tertular atau menyebarkan kuman seperti di bawah ini:

    1. Sebelum, ketika, dan setelah memasak/menyiapkan makanan.
    2. Sebelum makan.
    3. Sebelum dan setelah merawat orang yang baru muntah atau sakit diare.
    4. Sebelum dan sesudah merawat luka.
    5. Setelah menggunakan toilet.
    6. Setelah bersin, batuk, atau membuang ingus.
    7. Setelah menyentuh hewan, makanan hewan, dan kotoran hewan.
    8. Setelah menyentuh sampah.

    via GIPHY

    Memakai sanitizer tangan bila tak ada air dan sabun.

    Bila tidak tersedia air dan sabun, sanitizer tangan yang berbasis alkohol bisa menjadi alternatif untuk membersihkan tangan dari kuman. Pilih lah produk sanitizer yang mengandung setidaknya 60% alkohol dan hal ini bisa dicek di label yang melekat pada produk tersebut.

    via GIPHY

    Cara membersihkan tangan dengan sanitizer:

    1. Tuangkan produk sanitizer ke satu telapak tangan dengan jumlah yang cukup atau dianjurkan di kemasan.

    2. Gosokkan kedua tangan, termasuk punggung tangan, sela-sela jari, dan bawah kuku.

    3. Pastikan produk sudah tergosok merata di seluruh permukaan kulit tangan dan jari hingga terasa kering. Hal ini biasanya berlangsung sekitar 20 detik.


    Sanitizer memang mampu mengurangi jumlah kuman di tangan dengan praktis, namun yang harus diingat adalah sanitizer tidak mampu menghilangkan semua jenis kuman penyakit atau pun bahan-bahan kimia berbahaya yang tak sengaja tersentuh. Sanitizer pun tidak efektif membersihkan tangan yang benar-benar kotor atau berminyak. Karena itu, tetap utamakan cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun.


    (Alex.K/Image: Curology on Unsplash )