Career

5 Tips Sukses Yang Bisa Kita Petik Dari Rihanna

  by: Alexander Kusumapradja       6/3/2020
  • Tak hanya dikenal sebagai seorang penyanyi dan pemain film, Robyn Rihanna Fenty kini juga dikenal seorang businesswoman andal yang seakan punya sentuhan emas untuk semua hal yang ia lakukan. Di umurnya yang baru 32 tahun, bintang asal Barbados ini telah menjadi salah satu musisi wanita terkaya di dunia berkat bisnisnya di bidang kosmetik dan fashion dengan nama Fenty. Dalam wawancara terbaru bersama T Magazine, Rihanna membagikan beberapa pelajaran dari perjalanan kariernya yang bisa dipetik dan menjadi motivasi untuk kita semua. So, are you ready to follow her steps?




    1. Jangan Takut Keluar Dari Zona Nyaman

    Sebelum terjun ke dunia fashion dengan kerjasama dengan brand besar seperti Puma dan LVMH, Rihanna telah memiliki nama besar di dunia musik. Ia bisa saja terus fokus di karier musiknya, namun ia tak puas hanya dengan hal itu, ia pun mencari platform lain untuk mengekspresikan dirinya, salah satunya dalam industri fashion lewat kolaborasi dengan Puma, Armani, Dior sebelum meluncurkan lini modenya sendiri, Fenty di bawah naungan grup fashion mewah LVMH. “Saya selalu mencari cara untuk melakukan hal baru, yang sebetulnya seperti pedang bermata dua. Saya paham orang harusnya fokus dengan apa yang mereka hadapi saat ini, namun saya selalu berpikir ke depan dan mencari celah untuk mengekspresikan diri lewat berbagai platform kreatif yang berbeda. Hal ini yang membuat saya bahagia.”

    2. Jadikan Kritikan Sebagai Motivasi

    Single pertama Rihanna, “Pon De Replay” yang dirilis tahun 2005 mendapat kritikan pedas dari para kritikus musik yang menganggap lagu ini hanya one-hit-wonder, namun hal itu justru membuat Rihanna semakin termotivasi untuk menghasilkan karya dan akhirnya mendapat pengakuan, termasuk Piala Grammy. “Komentar one-hit-wonder itu datang menghantam di awal karier, tapi sejak saat itu saya tak pernah berhenti bekerja. Saya selalu menantang diri sendiri untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Apa yang harus saya lakukan selanjutnya? Target apa berikutnya? Ketika saya menang Grammy, hal itu langsung jadi target masa lalu begitu saya menerima piala tersebut dan saya siap untuk gol selanjutnya.”

    3. Lebih Baik Gagal Daripada Tidak Mencoba

    Rihanna punya mantra sakti “Never a failure. Always a lesson.” yang dijadikan sebagai tato dan ditulis terbalik agar ia bisa membaca kalimat tersebut saat bercermin setiap ia merasa butuh motivasi dari dirinya sendiri. Sebagai orang yang sudah membangun karier sejak remaja, Rihanna paham bahwa kegagalan memang terkadang tak dapat dihindari, namun ia percaya di balik sebuah kegagalan ada pelajaran yang bisa dipetik. “Bagaimana kita akan belajar kalau tidak pernah melakukan kesalahan?” tanyanya.



    4. Jangan Takut Minta Pertolongan Orang Lain

    Walaupun kita harus percaya pada diri sendiri, pada praktiknya kita akan sangat terbantu oleh koneksi dan pertolongan dari orang lain. Rasanya hampir mustahil membangun sebuah kerajaan bisnis tanpa dukungan dan bantuan orang lain. Tidak ada orang yang bisa melakukan semuanya seorang diri, termasuk para pebisnis tersukses dalam sejarah, begitu pun Rihanna yang tak ragu mengakui bahwa ia pun banyak dibantu oleh orang di sekitarnya. “Saya mengganggap Fenty sebagai sebuah ‘hub’ untuk orang-orang kreatif. Bahkan walaupun kamu tak pernah mendesain sesuatu sebelumnya, selama kamu punya taste dan pandangan yang bagus, saya akan menerimamu di sini. Saya tak pernah merasa saya tahu semuanya, saya menghargai keahlian orang lain, terutama anak-anak muda.”

    5. Tetap Menjadi Diri Sendiri

    Salah satu kunci utama kesuksesan adalah menerima dan menjadi diri sendiri. Adalah sifat alami manusia untuk beradaptasi dan mencoba menjadi apa yang orang harapkan dari kita. Terkadang, kita membuat keputusan dalam karier dan hubungan berdasarkan apa yang orang lain pikirkan, dibanding apa yang kita inginkan sendiri. Di awal kariernya, Rihanna juga terpaksa melakukan hal itu sampai tahun 2007, sekitar 3 tahun sejak ia muncul di industri musik. “Good Girl Gone Bad adalah album pertama di mana saya mulai pegang kendali. Saya berpikir saya akan melakukan apapun yang saya mau, saya bisa menentukan visi, suara, sampai pakaian saya sendiri. Tapi saya juga menerima perubahan dan masukan dalam cara berpikir saya seiring waktu, hal-hal yang membuat saya menjadi wanita yang lebih baik. Sesimpel cara berkomunikasi, saya sangat bangga dengan perkembangan saya di hal itu. Kini saya bangga berjalan sebagai diri saya sendiri, tak ada hal yang membuat saya malu menjadi seorang Rihanna.”


    (Alex.K/Image: @badgalriri on Instagram)