Career

4 Tips Resign Dari Kantor Dengan Cara Profesional

  by: Alexander Kusumapradja       8/3/2020
  • Entah karena alasan apapun, namun resign atau mengundurkan diri dari pekerjaan bukan lah akhir dari segalanya, melainkan awal baru dalam hidupmu. Namun, merupakan hal yang wajar bila kamu mungkin merasakan perasaan yang campur-aduk, mulai dari sedih karena meninggalkan teman-teman kantor, lega, bahagia, takut, cemas, hingga excited untuk langkah kamu berikutnya. Namun, hal utama yang perlu diperhatikan adalah meninggalkan kantor lamamu dengan cara yang tetap profesional dan meninggalkan kesan yang baik seperti saat kamu pertama kali masuk dulu. Kamu tak akan pernah tahu kapan akan bertemu dengan bos atau kolega lamamu lagi, terutama di industri yang lingkungannya berputar di situ-situ saja, jadi usahakan meninggalkan kantor lamamu dengan rasa respek dan profesional ya, ladies. Berikut adalah 4 tips untuk resign atau mengundurkan diri dengan cara yang profesional:




    1. Beri Tahu Atasan Langsung

    Hubungan profesional antara atasan dan anak buah di kantor dengan gampang bisa dibagi dua: yang suportif dan bisa terbuka atau yang secukupnya saja di urusan pekerjaan. Di kategori pertama adalah atasan suportif di mana kamu bisa terbuka dan jujur mengungkapkan keinginanmu untuk resign dan mulai mencari peluang baru, sedangkan di kategori kedua adalah ketika kamu lebih nyaman menyimpan hal itu sendiri dulu atau mencari kerja secara diam-diam dan baru memberitahu atasan bila kamu sudah siap resign. Yang penting, kamu memang harus secara gamblang menyampaikan keinginanmu untuk resign ke atasan langsungmu dengan cara tatap muka langsung sebagai bentuk respek dan profesionalitas. Sampaikan dengan sopan, ucapkan terima kasih untuk bantuan dan waktu yang kalian jalankan bersama, dan beri tahu hari terakhirmu bekerja. Biasanya dua sampai empat minggu adalah waktu yang ideal bagi kamu dan kantormu untuk masa transisi resign dan mendelegasikan tanggung jawabmu ke orang yang akan menggantikanmu. Bagaimana bila kamu termasuk bekerja secara remote? Kirim email ke atasanmu untuk membuat janji conference call atau Skype.

    2. Persiapkan Transisi Tanggung Jawab dengan Penggantimu

    Usahakan agar kepergianmu tak terlalu mengganggu ritme pekerjaan di kantor lamamu. Sisihkan waktu untuk menyiapkan rencana perpindahan tanggung jawab pekerjaanmu. Selesaikan tanggung jawab atau komitmen yang sedang kamu pegang, siapkan draft untuk email blast ke klien dan orang kantor, hingga proses mengoper tanggung jawabmu ke orang yang akan menggantikanmu entah itu pengganti sementara atau permanen. Yang harus diingat, mungkin atasanmu punya rencana sendiri dan tak melakukan apa yang sudah kamu sarankan atau rencanakan. Hal ini jangan diambil pusing karena tujuan poin ini adalah menunjukkan bentuk gestur profesional untuk atasan dan kantor lamamu, apa yang terjadi setelah kamu keluar sudah bukan tanggung jawabmu lagi.


    3. Tetap Bersikap Profesional dan Positif

    Seringkali yang menjadi alasan utama kita memutuskan resign adalah kita sudah tak tahan menghadapi atasan atau lingkungan kantor yang toxic dan yang ingin kita lakukan saat akhirnya bisa keluar dari "neraka" tersebut adalah mengacungkan jari tengah atau hal-hal dramatis nan impulsif lainnya. Well don’t. Hal itu memang terasa menyenangkan di imajinasi, namun di dunia nyata, sekesal apapun dirimu dengan kantor lamamu, tahan diri dan tetap bersikap profesional bagaimanapun juga. Keluar kantor dengan cara yang dramatis demi membalas dendam hanya menawarkan kesenangan sesaat dan merusak reputasimu dalam waktu lama. Take a deep breath and stay positive. Yang juga harus diingat, terkadang pegawai yang sudah mengajukan resign dan tinggal menunggu hari tak akan dilibatkan lagi dalam rapat internal perusahaan atau bertemu klien. Rasanya mungkin menyebalkan, tapi jangan dimasukkan ke hati karena ini memang prosedur yang logis dan wajar.




    4. Menjaga Komunikasi dengan Kolega dan Mentor

    Setelah atasan dan perusahaan sudah mengetahui pengunduran dirimu, ini saatnya untuk mulai menyampaikannya ke kolega lain. Di tahap kariermu saat ini, kamu tentu ingin menjaga hubungan dan tetap stay contact dengan orang-orang yang pernah membantumu. Bukan ide buruk untuk menyiapkan notes personal bagi sosok-sosok terdekatmu di kantor entah itu kolega atau mentor yang telah mendukungmu. Di hari terakhirmu, kamu pun akan merasa percaya diri karena telah menyiapkan masa transisi tanggung jawab dengan lancar dan berterima kasih pada semua pihak yang berkontribusi dalam perjalanan kariermu. And now, it’s time to celebrate! 


    (Alex.K/Image: Icons8 Team on Unsplash )