Lifestyle

Seni Performans & Instalasi Multimedia Hadir di Museum MACAN

  by: Givania Diwiya Citta       5/3/2020
  • Mulai dari 28 Februari hingga 31 Mei 2020 mendatang, terdapat dua pameran baru yang ditampilkan di Museum MACAN. Yang pertama adalah pameran tunggal perdana karya performans Melati Suryodarmo di museum, dan yang kedua merupakan ekshibisi karya multimedia Manifesto oleh Julian Rosefeldt. Menariknya, benang merah pameran ini menegaskan peranan video dan performans dalam praktik seni kontemporer, serta bahwa ekshibisi ini adalah karya dari seniman Jerman dan Indonesia, yaitu Melati yang mengambil studi di Jerman, dan Julian yang merupakan sutradara asal Berlin. 





    Melati Suryodarmo: Why Let the Chicken Run?

    Why Let the Chicken Run? adalah pameran tunggal perdana Melati yang digelar di museum. Melati sendiri terkenal dengan karya-karya performans yang menantang fisik dan berdurasi cukup panjang. Dalam karya-karyanya, Melati pun banyak mengekspos tradisi Jawa dalam karyanya yang kerap dipengaruhi seni teater tari Butoh. Dalam pameran ini, seleksi 12 karya seni Melati selama lebih dari 20 tahun ditampilkan baik secara dokumentasi video yang menampilkan karyanya, serta dalam penampilan langsung yang mempertunjukkan seni performans di beberapa jadwal yang tersedia.



    Salah satu penampilan langsung yang dipertunjukkan sepanjang masa ekshibisi adalah Sweet Dreams Sweet (2003). Ini adalah karya Melati yang melibatkan 30 performer perempuan, yang mengenakan seragam berwarna putih dan menutupi wajah mereka, dan bergerak, berjalan, berbaring, saling berpasangan. Karya yang diinstruksikan Melati ini merupakan wujud dari gagasannya terhadap situasi sosial budaya di Indonesia, yang bergerak dalam proses keseragaman, dan menjauhi konsep pluralisme. Ada pula Eins und Eins (2016) yang akan ditampilkan langsung oleh Melati pada jadwal tanggal 1 Mei 2020. Kunjungi www.museummacan.org untuk tahu jadwal pertunjukan lainnya, girls!





    Julian Rosefeldt: Manifesto

    Sementara itu, pameran Manifesto adalah sebuah instalasi multimedia dengan 13 layar karya Julian. 13 film yang dipertontonkan dalam 13 layar ini menampilkan aktor pemenang penghargaan Oscar, Cate Blanchett, dalam 13 peran yang berbeda. Dalam masing-masing video, Cate membawakan monolog yang dikreasikan dari kumpulan manifesto para seniman abad ke-20. Mulai dari tulisan penggarap seni Futuris, Dadais, ada pula seniman dalam aliran Surrealisme, Pop Art, Fluxus atau Performans, Seni Konseptual atau Minimalisme, sampai berbagai tulisan dari hasil renungan para seniman individual yang juga merupakan arsitek, penari, hingga pembuat film.


    Saran Cosmo, cobalah nikmati satu per satu instalasi video. Tontonlah masing-masing video yang berdurasi sekitar 10 menit tersebut sampai habis, karena kamu akan menemukan ‘seruan’ tentang peran seni di masyarakat oleh narasi serentak dari suara Cate. Selain itu, Museum MACAN juga merancang program edukasi interaktif bernama Kolase Pikiran. Dalam program ini, pengunjung bisa mendapati pernyataan-pernyataan dari Manifesto yang dicetak, lalu pengunjung pun bisa menyusun ulang kata dan frase dalam membuat manifesto kreasi sendiri. Exquisite!


    (Givania Diwiya / Images: Dok. Museum MACAN / Layout: Dyah Puspasari)