Love & Sex

Sering Bertengkar? Ini 7 Cara Baikan Dengan Pasangan

  by: Kezia Calesta       6/3/2020
  • Saat menjalin sebuah hubungan, konflik merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Namun, kamu dapat memilih cara menanganinya – apakah kamu tipe yang meledak-ledak, memendam perasaan, atau menganggap masalah tersebut angin lewat? Fights can make or break a relationship. Untuk mencegah pertengkaran desktruktif di lain hari, simak 7 saran ahli berikut.





    1. Tenangkan diri.

    “Bila kamu tidak bisa mengatur emosi, kamu akan sulit menangani masalah atau konflik secara efektif,” ungkap relationship coach Elizabeth Clair de Lune. You gotta shake it off – berolahraga dan menari merupakan opsi sehat untuk mendinginkan kepala! Bila kamu mau aktivitas yang lebih menenangkan, olahraga pernapasan atau yoga dapat membantu.


    2. Luangkan waktu untuk berpikir.

    How do you feel? Apakah kamu merasa kecewa, takut, marah, atau insecure? Jangan memendam perasaan atau memaksakan diri untuk melupakannya – cari tahu alasan jelas di balik perasaan tersebut.



    3. Catat hal-hal negatif yang pernah kamu katakan atau lakukan.

    Once you’re able to own the reality that it takes two to fight, kamu dapat berdiskusi dengan produktif dan kamu dapat merobohkan pertahanan yang telah dibangun di antara kalian,” jelas Christie Tcharkhoutian, LMFT.

    Dalam kata lain, jangan selalu mencari kesalahan si dia saja. Terkadang, kamu perlu bertanya kepada diri sendiri: apa kesalahan di sisi saya sehingga keributan ini timbul? Bila kamu merasa ada perkataan yang menyakiti si dia atau menjadi trigger di balik pertengkaran, catat baik-baik agar hal yang sama tidak terulang lagi. 


    4. Tentukan waktu untuk berdiskusi tentang masalah yang dihadapi.

    Lontarkan pertanyaan sederhana ini kepada pasanganmu: “Apakah kamu sudah siap untuk berdiskusi, atau kamu butuh waktu?” Waktu setiap orang untuk cooling off berbeda-beda, dan kunci untuk mengadakan sebuah diskusi yang produktif adalah ketika kedua pihak sudah lebih tenang.





    Bila pasanganmu belum siap untuk berbicara, kamu bisa bertanya: “Saya bisa memberikan kamu waktu dan ruang sendiri dahulu. Kapan saya bisa bertanya kembali?”


    5. Saat kamu sudah siap untuk berdiskusi, ingat untuk memulai kalimat dengan benar.

    Mulailah dengan kata “saya”. Contohnya, “Saya merasa bahwa...” atau “saya pikir kalau...”. Avoid blaming them, but take responsibility for your own feelings.

    Menurut Aaliyah Nurideen, MSW, LSW, memulai dengan kata “saya” akan membantu kamu fokus dengan menyampaikan perasaanmu sendiri tanpa menyalahkan perkataan atau perbuatan si dia.


    6. Dengarkan perkataan pasanganmu tanpa memotongnya.

    Now, it’s your turn to understand them. Jangan langsung memotong perkataannya untuk membela diri – tahan dan simpan di hati dahulu, kemudian tunggu si dia hingga selesai berbicara. Sebagai seorang pasangan, kamu perlu mendengar dan menerima perasaan si dia sebelum menjelaskan maksudmu dengan baik.



    7. Cari momen untuk mencairkan situasi.

    Setelah sebuah pertengkaran, kamu perlu mendinginkan situasi. “Bila kondisi sudah membaik, selipkan candaan ringan agar kalian berdua dapat tertawa dan merasa lebih lega,” saran Gabrielle Usatynski, MA, LPC. “Gunakan humor, kehangatan, atau apresiasi meskipun kamu sedang bertengkar,” tambah Usatynski. Contohnya, kamu bisa berkata, “Duh, kamu sangat mengesalkan, tapi kamu terlihat sangat tampan hari ini sehingga aku ingin mencubitmu!” Jika digunakan di dalam momen yang tepat, perkataan seperti ini dapat mencairkan situasi agar konflik tidak semakin menjadi-jadi.



    (Image: doc. Aleksandr Davydov©123RF.com / Artikel ini disadurkan dari cosmopolitan.com. Perubahan minor telah dilakukan oleh editor.)