Lifestyle

Cosmo Film Review: Teman Tapi Menikah 2

  by: Shamira Priyanka Natanagara       9/3/2020
  • Teman tapi menikah? Hmm… Kedengarannya memang sedikit tidak biasa, tapi itulah yang terjadi pada Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion—dan kini kisah cinta mereka bisa kamu saksikan di layar lebar.

    Diadaptasi dari novel karya Ayudia dan Ditto yang berkisah tentang perjalanan cinta mereka, Teman Tapi Menikah 2 bercerita tentang kehidupan Ayu dan Ditto setelah menikah. Film ini juga menjadi sekuel dari Teman Tapi Menikah yang dirilis pada tahun 2018.  

    Apakah kamu menyukai film pertama Teman Tapi Menikah? Atau mungkin penasaran dengan alur cerita dan penampilan Mawar Eva de Jongh serta Adipati Dolken dalam film kedua ini? Well, untuk kamu yang penasaran, berikut adalah pendapat Cosmo tentang Teman Tapi Menikah 2. 



    Peringatan: Ulasan ini mengandung sedikit spoilers! 



    Sinopsis

    Ayu (Mawar Eva de Jongh) dan Ditto (Adipati Dolken) sudah bersahabat selama 13 tahun, dan setelah mengakui rasa cinta yang mereka miliki pada satu sama lain, sepasang sahabat ini akhirnya menikah. Meskipun mereka sudah saling mengenal sejak lama, Ayu dan Ditto mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah sebagai suami istri—mereka belum sadar bahwa hubungan mereka harus ditanggapi dengan lebih serius—terutama setelah mengetahui bahwa Ayu hamil.


    Keterampilan akting yang patut diacungi jempol

    Sepanjang film, yang paling menarik perhatian saya adalah penampilan Mawar Eva de Jongh yang luar biasa—pantas diacungi dua jempol! Mengingat bahwa Mawar tergolong aktris pendatang baru di dunia perfilman Indonesia, serta usianya (18 tahun) yang cukup jauh dengan usia karakter Ayu, Mawar mampu tampil lebih dewasa. Kata-kata yang keluar dari mulutnya berhasil membuat saya lupa bahwa ia adalah, well, Mawar yang agak polos dan menggemaskan. Plus, gerak-geriknya sebagai wanita hamil pun cukup meyakinkan.

    Penampilan lawan main Mawar, Adipati Dolken yang berperan sebagai Ditto, juga tak kalah bagus. Saya pribadi merasa karakter Ditto agak menyebalkan, hahaha… Namun itu berarti Adipati sukses dalam memerankan tokohnya dengan baik, sampai bisa membuat penonton geregetan. Great job Mawar and Adipati!




    It takes two to tango

    Jika kamu sedang mengalami masalah dalam hubungan asmara, atau mungkin cemas akan kehidupan setelah menikah, film ini dapat mengajarkan pelajaran yang penting soal pernikahan: kedua belah pihak harus menjadi lebih dewasa dan pengertian.

    Dalam film ini, Ayu tak tahan dengan perilaku Ditto yang terkadang masih cuek dan kurang peka dengan kondisi Ayu yang semakin rapuh ketika hamil. Di samping itu, Ditto sendiri merasa Ayu kurang bersemangat dan mudah putus asa. Konflik di antara mereka pun menjadi lebih sulit karena mereka terlalu biasa memperlakukan satu sama lain sebagai sahabat, padahal sepatutnya menjadi sebuah ‘tim’ setelah menikah.

    Ada nasihat bijaksana dari salah satu teman Ditto tentang situasi mereka: “Coba bayangkan, kalau tangan sakit, akan dipijat atau dipotong?”. Hmm… tentu dipijat, bukan? Nah, ini adalah sebuah saran untuk hubungan Ayu dan Ditto: daripada keras kepala dan menyingkirkan satu sama lain dari kehidupan masing-masing, ada baiknya jika masalah diselesaikan bersama. 


    So… kesimpulannya?

    Teman Tapi Menikah 2 adalah film komedi romantis yang  cocok untuk ditonton bersama pasangan (apalagi jika kalian memiliki rencana untuk menikah dalam waktu dekat). Film ini menunjukkan bahwa kehidupan sebagai suami istri tidak melulu berjalan dengan lancar—meskipun kalian sudah lama mengenal satu sama lain dengan baik, jangan kaget jika muncul masalah, dan ketika hal tersebut terjadi, selesaikanlah sebagai orang dewasa dengan penuh kasih sayang. Apalagi dengan akting Mawar dan Adipati yang terlihat nyata, siap-siap untuk dibuat baper oleh film ini, girls!


    (Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: Dyah Puspasari / Images: Dok. Falcon Pictures)