Love & Sex

7 Perbedaan Antara Cinta dan Nafsu yang Perlu Kamu Tahu

  by: Alexander Kusumapradja       10/3/2020
  • Banyak orang yang masih bingung menentukan perbedaan antara cinta dan nafsu. Keduanya adalah hal yang sangat manusiawi dan seringkali memang menjadi dua sisi dalam perasaan romantis yang kita rasakan pada seseorang. Namun, meskipun keduanya berjalan beriringan, sebetulnya banyak perbedaan yang nyata di antara jatuh cinta dan nafsu. Let’s say, kamu bisa saja tertarik pada seseorang karena fisiknya yang menarik perhatian atau sesuai tipe yang kamu inginkan, dan kamu menikmati setiap sensasi dan gairah yang kamu alami ketika melakukan hubungan fisik dengannya dan kamu pun mengartikan hal itu sebagai cinta. Namun, bagaimana bila nafsu dan gairah tersebut memudar atau salah satu dari kalian menemukan orang yang lebih menarik? Apakah kalian masih “cinta” atau hanya terjebak nafsu? Well, membedakan antara nafsu dan cinta termasuk gampang-gampang susah, berikut adalah 7 hal yang bisa membantumu membedakannya:

    via GIPHY



    1. Kamu Ingin Berbincang Semalaman

    Dua orang yang saling tertarik secara fisik mungkin akan menghabiskan malam dengan melakukan hubungan intim yang panas, namun mungkin tidak terlalu berpikir untuk sekadar berbincang dan menyelami pikiran masing-masing. Dua orang yang jatuh cinta akan saling tertarik untuk mengenal lebih dalam diri masing-masing lewat perbincangan yang lebih personal tentang diri mereka. Saking serunya, mereka mungkin sampai lupa waktu hanya untuk berbincang semalaman. Dua orang yang jatuh cinta tak akan kehabisan bahan obrolan dan walaupun mereka tidak selalu sepakat pada suatu hal, mereka akan tertarik mengetahui pendapat masing-masing.

    via GIPHY

    2. Kamu Ingin Cuddle dan Sarapan Bersama di Pagi Hari

    Bila hanya sekadar nafsu, ketika gairah itu sudah terpuaskan kamu mungkin sudah tidak lagi merasa penasaran dan ingin segera pulang ke kamarmu sendiri. Tapi bila kamu punya ketertarikan yang lebih dari fisik, yang kamu inginkan setelah seks adalah tinggal di pelukan mereka untuk cuddling dan mengobrol. Kamu pun ingin menghabiskan waktu selama mungkin dengan Si Dia dan menikmati sarapan bersama di pagi harinya.

    via GIPHY

    3. Kamu Tak Bisa Berhenti Memikirkan Dia

    Bukan berarti kamu tak bisa berhenti memikirkan Si Dia berlandaskan nafsu, walaupun biasanya itu berarti kamu hanya memikirkan fisik mereka saja atau kontak fisik di antara kalian. Kalau jatuh cinta, yang biasanya kamu pikirkan tak hanya sebatas segi fisik mereka saja tapi juga perkataan mereka atau momen-momen yang kalian jalani bersama.

    via GIPHY

    4. Kamu Ingin Berkenalan dengan Orang-orang Terdekatnya

    Kamu mungkin tak sabar bertemu dengan dia yang mampu memuaskan nafsumu, tapi apakah kamu juga tertarik bertemu dengan keluarga atau teman-temannya? Sering kali jawabannya adalah tidak. Tapi bila kamu jatuh cinta, kamu biasanya ingin mengenal semua sisi dari seseorang, termasuk dengan orang-orang yang berada di sekelilingnya, baik itu keluarga maupun teman-teman dekatnya. Lagi pula, kalau hubungan kalian makin serius, keluarga dan teman-teman karibnya tentu akan menjadi bagian dari hidupmu juga. Bila yang kamu rasakan adalah cinta, kamu ingin membangun hubungan yang baik dengan orang-orang terdekatnya tersebut. Kamu akan menganggapnya sebagai bagian tak terpisahkan dari hubungan yang sedang kamu bangun dengan Si Dia. Sebaliknya, kamu pun bersemangat untuk memperkenalkan dirinya dengan sahabat-sahabat serta keluargamu dan berharap-harap cemas agar mereka bisa menerima pasangan barumu.



    via GIPHY

    5. Kamu Menyadari dan Menerima Kekurangannya

    Kalau kita berpikir secara rasional, kita sudah paham bahwa tak akan ada orang yang sempurna, namun sering kali kita seakan lupa hal itu bila sudah dibutakan oleh hormon dan hawa nafsu. Ketika kamu bergairah pada seseorang, kamu membayangkan versi ideal dari orang tersebut dan tak melihat kekurangan yang mungkin ada padanya. Contohnya karakter Tom Hansen di film (500) Days of Summer yang ketika berpacaran dengan Summer Finn mencintai suara tawanya dan tanda lahir di tubuhnya namun ketika mereka putus, ia merasa hal-hal itu menyebalkan. Termasuk sifat-sifat atau kebiasaan kecil Summer yang dulu dianggapnya menarik namun kini terasa memuakkan bagi Tom. Hal ini tak sepenuhnya salah Summer karena Tom memang meromantisasi berlebihan ketika mereka masih pacaran dulu.

    Well, merupakan hal yang wajar bila kita ingin menampilkan sisi terbaik kita di awal hubungan. Dan kita biasanya tak langsung tahu kekurangan seseorang sebelum menghabiskan cukup waktu bersamanya. Saat kita makin dekat, orang perlahan menurunkan tembok perlindungan mereka dan mulai menunjukkan kepribadian mereka sebenarnya. Hal ini bisa menjadi lampu merah dalam sebuah hubungan atau justru memperkuatnya ke jenjang berikutnya. Bila kita mencintai seseorang, kita akan sadar akan kekurangan mereka namun bersedia menerimanya.

    via GIPHY

    6. Sadar Kalau Cinta Butuh Waktu

    Masih percaya dengan mitos jatuh cinta pada pandangan pertama? Kebanyakan, hal itu adalah nafsu di pandangan pertama. Kita seringkali menyalahartikan ketertarikan fisik sebagai cinta. Padahal, rasa cinta yang sebenarnya sulit untuk muncul begitu aja secara instan. Untuk bisa benar-benar mencintai seseorang, kita butuh waktu untuk benar-benar mengenal diri mereka.

    via GIPHY

    7. Cinta dan Nafsu Menurut Sains

    Sebuah riset berusaha mengungkap apa yang terjadi di otak kita ketika kita mengalami dorongan seksual dan cinta. Hasil riset tersebut menunjukkan walaupun dua hal ini masih tersambung, namun mereka mengaktifkan area yang berbeda di bagian otak kita yang dikenal dengan nama striatum. Area yang berkaitan dengan nafsu akan aktif oleh hal-hal yang memberikan kita kenikmatan sesaat seperti makanan lezat dan seks. Sedangkan perasaan cinta dihubungkan dengan area yang melibatkan proses pertimbangan di mana kita memikirkan makna di balik hal-hal yang kita asosiasikan denagn kenikmatan. Saat kita melewati tahap dari nafsu menjadi cinta, perasaan kita bergerak ke satu area striatum ke area lain yang juga diasosiasikan dengan perasaan adiksi atau ketergantungan. Itu sebabnya banyak orang menjadi bucin ketika jatuh cinta.


    (Alex.K/Image: Becca Tapert on Unsplash)