Lifestyle

Epidemik vs Pandemik, Inilah Perbedaannya!

  by: Giovani Untari       12/3/2020
  • Pada tanggal 11 Maret 2020 silam World Health Organization (WHO) resmi mengumumkan bahwa wabah virus Corona (COVID-19) telah dikategorikan sebagai pandemik.





    Direktur Jendral WHO yaitu Tedros Adhanom Ghebreyesus menulis dalam Instagram, “Dalam hitungan hari dan minggu ke depan, kami masih melihat angka dari setiap kasus yang ditimbulkan oleh #COVID19, angka kematian serta jumlah negara yang terinfeksi virus ini pun semakin tinggi. WHO telah menilai wabah ini setiap waktunya, dan kami sangat peduli dengan tingkat penyebaran dan keparahan yang mengkhawatirkan, serta status pada kasus ini. Karena itu kami memutuskan untuk mengkategorikan COVID-19 sebagai pandemik."


    ICYDK, WHO menjelaskan pandemik sebagai "penyebaran atas penyakit baru ke seluruh dunia." Sebagai referensi, pandemik terakhir yang dialami seluruh dunia adalah kematian yang disebabkan oleh virus H1N1 di tahun 2009 silam.



    Saat sesi media briefing, Dr. Tedros juga mengungkapkan, "Mengumumkan situasi menjadi pandemik tidak mengubah penilaian atas ancaman yang ditimbulkan dari Coronavirus. Itu tidak pun sama sekali tidak mengubah apa yang akan WHO lakukan dalam menangani virus ini dan negara yang mengalaminya."





    Sebelum adanya karakterisasi ini, virus Corona sering kali dikategorikan sebagai "epidemik". Yang mana secara kontras, WHO mendeskripsikan bahwa epidemik adalah sesuatu yang hanya terjadi di komunitas atau wilayah tertentu dengan kasus penyakit, perilaku terkait kesehatan tertentu, atau peristiwa terkait kesehatan lainnya yang di luar keadaan normal.

    Menurut Dr. Michael Ryan,  Executive Director of Health Emergencies Programme, organisasi ini pun turut mengumumkan  bahwa virus Corona ini sebagai sesuatu yang harus dihadapi dan dilawan bersama-sama.


    Di Indonesia sendiri, saat ini tercatat sudah ada 34 pasien yang terinfeksi virus Corona.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan Phillipines / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Giovani Untari / Image: Dok.Freepik.com)