Lifestyle

Buku Bertema Young Adult untuk Dibaca Bulan Maret Ini

  by: Givania Diwiya Citta       13/3/2020
  • Happy (almost) weekend, girl! Untuk bulan ini, Cosmo mengurasi novel serta buku prosa dan ilustrasi yang dominan bertema young-adult untuk dibaca sepanjang akhir pekan. Mulai dari karya penulis Jepang, Tomihiko Morimi, yang juga diangkat ke dalam film anime, sampai buku ilustrasi karya ilustrator yang viral di internet, Mari Andrew. Happy reading!






    The Night Is Short, Walk on Girl oleh Tomihiko Morimi


    Novel bergenre magical realism ini menceritakan tentang perjalanan seorang mahasiswi yang menghabiskan malam dari bar ke bar, hingga seorang mahasiswa senior yang diam-diam menyukainya beraksi pada malam tersebut untuk mengungkapkan isi hatinya. Dengan jalan cerita yang secara vivid menggambarkan adegan per adegan secara sinematik, novel ini juga berhasil mengangkat kultur generasi muda Jepang yang penuh fantasi. (Kinokuniya, harga: Rp339.000,-.)


    #SSAKMGM oleh Lulux R.F.


    Dengan kepanjangan judul Selalu Saja Ada Kebetulan yang Membuatku Gagal Melupakanmu ini, Lulux mengemas koleksi prosa dari persepsi seorang young adult yang menceritakan tentang patah hati dan kenangan masa lalu. Puisinya mengeksplorasi mulai dari rasa kehilangan, sampai menemukan kekuatan dari diri sendiri untuk move on. Selain itu, ada pula beberapa halaman interaktif yang sengaja dirancang bagi pembaca untuk menuliskan puisinya masing-masing sesuai dengan tajuk tiap bab. (Kinokuniya, harga: Rp115.000,-.)


    Such a Fun Age oleh Kiley Reid




    Berlatar di tahun 2015, novel ini menceritakan perjuangan kontemporer dua perempuan berbeda ras dan kelas sosial yang hidupnya terikat. Keduanya adalah Emira Tucker yang bekerja menjadi babysitter untuk Alix Chamberlain, seorang blogger sekaligus selebriti media sosial. Keduanya harus memperbaiki keadaan saat Emira ditangkap polisi karena diduga menculik anak Alix saat sedang berbelanja di supermarket high-end, hanya karena praduga berdasarkan warna kulit Emira. (Periplus, harga: Rp230.000,-.)


    You Can’t Kill Me Twice oleh Charlyne Yi 


    Aktris, komedian, pelukis, sekaligus seorang composer, Charlyne menuliskan koleksi personal berupa puisi yang diiringi berbagai ilustrasi karyanya. Puisinya pun terbagi dalam beberapa tema, mulai dari tentang sebuah hubungan yang tidak pasti dalam hidupnya, pencarian jati diri, sampai permasalahan yang terjadi dalam keluarganya. Charlyne pun mengemas rangkaian cerita personalnya secara lugas, humoris namun dark, sekaligus akurat. (Periplus, harga: Rp226.000,-.)


    Am I There Yet? oleh Mari Andrew


    Ilustrator sensasional dari internet ini mengemas cerita tentang perjalanan hidup yang biasa dialami individu pada usia 20an ke dalam esai yang engaging. Mari pun menggambarkan secara relatable tentang masa-masa pencarian identitas diri, mulai dari ambisi, kehilangan, sampai petualangan hidup. Ia juga menceritakan berbagai pengalaman pribadinya lewat berbagai ilustrasi yang jadi ciri khasnya. (Periplus, harga: Rp288.000,-.)


    (Givania Diwiya / FT / Photography: Insan Obi / Book images: Goodreads & Mizan Store / Opening Image: Thought Catalog from Pexels)