Celebrity

Achmad Megantara Berbincang Mengenai Akting dan Film Horor

  by: Alvin Yoga       14/3/2020
  • Pada Cosmo, pemeran utama film KKN di Desa Penari yang akrab dipanggil Megan ini berbincang mengenai kariernya sebagai aktor, film-film horor yang ia perankan serta ketakutan terbesarnya. Simak wawancara eksklusif Cosmo bersama Achmad Megantara.


    Hai Megan, apa kabar? Belakangan ini Anda terlihat semakin sibuk dengan film-film baru.



    Hai juga Cosmo. Betul, sekarang ini saya sedang sibuk dengan promosi film terbaru saya KKN di Desa Penari. Selain itu, saya juga sedang tahap persiapan untuk sebuah film musikal. Rencananya film ini akan dibuat seperti A Star is Born.


    Oh ya? Apakah Anda akan bernyanyi di film tersebut?

    Filmnya memang musikal, namun masih belum diputuskan apakah saya akan bernyanyi di dalam film itu atau tidak.




    Begitu. Boleh diceritakan awal Anda terjun ke dunia perfilman?

    Sebenarnya tadinya saya adalah kru talent, bukan talent. Tapi, karena sering menonton proses casting, saya jadi tertarik untuk ikut casting. Kalau tidak salah ingat, waktu itu April 2015, saya membantu salah satu talent ketika proses casting, namun ternyata pihak produksi tertarik dengan performa saya dan saya dikontak untuk ikut bermain iklan. Dari kesempatan itu, saya bertemu dengan banyak orang di bidang entertainment dan agensi, lalu memutuskan untuk serius di dunia ini.


    Setelah iklan, Anda lanjut bermain film atau sinetron terlebih dahulu?

    Saya lanjut bermain untuk film, baru setelah itu saya ikut bermain satu-dua sinetron.


    Apa tantangan terbesar ketika Anda bermain film atau sinetron?

    Hmm, mungkin ketika saya bermain di serial TV Catatan Si Boy. Ini tantangan banget untuk saya, karena proses syutingnya berlangsung tanpa henti. Saya juga harus melewati tahap workshop dan acting coach. Proses ini sangat menantang, dan sebenarnya sangat berharga bagi saya seorang aktor, karena ilmunya bisa terus saya gunakan sampai sekarang.


    Kalau bisa memilih, Anda lebih suka bermain film atau sinetron?

    Karena saya sudah mencoba berbagai hal mulai dari sinetron, FTV, film, web series, dan sebagainya, saya ternyata lebih suka bermain film. Bagi saya, proses pembuatan film itu lebih sulit dan lebih dalam, tapi dari proses pembuatan film saya jadi bisa mengeksplor suatu karakter lebih luas dan menciptakan karya yang menarik. Lewat film, saya juga bisa mengenal lebih banyak orang, mulai dari aktor yang senior sampai kru film yang memang sudah berkecimpung lama di dunia hiburan. Saya beruntung bisa bekerja sama dengan orang-orang yang sudah mendapatkan predikat seperti nominasi Piala Citra atau pemenangnya.


    Adakah nasihat dari para senior di bidang hiburan yang paling Anda ingat?

    Ada. Dari mereka, saya belajar bahwa predikat dan penghargaan hanyalah suatu bonus. Karena kalau hanya mengejar piala, setelah mendapatkannya, apalagi yang harus dilakukan? Bekerja sebaiknya saja, dan buat karya sebanyaknya. Kalau ada karya yang layak mendapat predikat, bersyukur karena itu bonusnya.




    Film terbaru Anda, KKN di Desa Penari, adalah film horor keempat Anda. Apa yang membuat Anda “nyaman” dengan genre ini?

    Kalau dikatakan nyaman, sebenarnya tidak juga. Ketika memutuskan untuk bermain dalam Rasuk 2, saya setuju untuk ikut bermain karena sutradaranya adalah Mas Rizal Mantovani, dan saya percaya bahwa ia bisa mengarahkan saya menjadi aktor yang baik. Begitu juga ketika bermain dalam 13: The Haunted, saya ikut bermain karena ada Mas Rudi Soedjarwo. Saya penasaran bagaimana rasanya bekerja dengan kru senior dalam dunia perfilman. Nah, pertimbangan saya untuk ikut bermain dalam film KKN di Desa Penari, menurut saya hal ini akan jadi suatu pengalaman yang seru. Ceritanya sangat viral, saya juga bermain dengan rekan-rekan yang sudah saya kenal, selain itu kru di balik layarnya pun cukup senior. Seru rasanya bisa bertemu dengan teman-teman baru, juga teman-teman lama dengan cerita dan karakter yang berbeda.


    Kalau begitu, apa prioritas Anda ketika memilih film?



    Hmm, tantangannya, juga plot twist-nya. Saya biasanya tidak mau menerima karakter yang mirip dengan karakter diri saya. Saya lebih memilih untuk menciptakan karakter. Serunya, ketika tingkat kesulitannya makin kompleks, saya semakin tertantang dan penasaran. Selain itu, saya juga melihat sinopsis dan script-nya akan dibawa ke mana. Cukup kompleks sih, sebenarnya.


    Ada genre tertentu yang ingin Anda mainkan?

    Mungkin seru kalau bisa mencoba drama komedi. Karena saya termasuk orang yang serius, jadi kalau bisa mencoba genre yang tidak terlalu serius sepertinya menarik. Lagipula, komedi itu kan, tidak mudah. Membuat orang sedih dan emosional mungkin mudah, tapi bikin orang tertawa itu rumusnya masih susah. Saya ingin bermain dalam film yang komedinya relatable dan buat para penontonnya bahagia.




    Ketika bermain film, adakah ketakutan tersendiri?

    Saya takut tak bisa menampilkan ekspresi yang pas, dan akhirnya pesan yang ingin saya berikan tidak sampai.


    Bicara soal rasa takut, apa ketakutan terbesar Anda yang mungkin belum diketahui banyak orang?

    Tinggi! Saya takut sekali dengan ketinggian. Mungkin termasuk fobia juga, ya. Biasanya saya berusaha untuk memberanikan diri, seperti mencoba rock climbing. Tapi kalau diminta untuk mencoba tantangan rock climbing lagi, mungkin saya akan pikir-pikir ulang.


    Kalau semisal Anda diajak untuk mencoba bungee jumping?

    Bungee jumping? Rasanya pass dulu, deh. Takut ketinggian dan takut talinya putus. Hahaha!


    Kalau tidak menjadi aktor, apa yang akan Anda lakukan?

    Saya sempat kuliah di bidang broadcasting, jadi mungkin akan masuk ke lingkungan yang tidak jauh berbeda. Mungkin akan jadi kru televisi, atau bekerja di bidang media, atau production house.


    Kalau bisa memilih: Anda ingin kembali ke masa lalu atau mengintip masa depan?

    Hmmm. Wah, pertanyaan yang lucu tapi sulit dijawab. Apa, ya? Masa lalu mungkin? Pertimbangannya, saya bisa kembali ke masa lalu dan memperbaiki masa depan. Eh, tapi ujung-ujungnya jadi masa depan juga, ya. Saya pilih mengintip masa depan saja, deh!


    (Alvin Yoga / FT)

    Fotografer: Insan Obi

    Digital Imaging: Astis Abiprasiasti

    Makeup Artist: Vina Zhang (@vinazhangmua)

    Stylist: Hendry Leo

    Wardrobe: Uniqlo; H&M

    Location: Cloud Lounge, The Plaza Office Tower Lt. 49, Jakarta Pusat.