Lifestyle

Stay Calm. 8 Hal yang Bisa Kamu Lakukan Agar Tidak Panik

  by: Alvin Yoga       16/3/2020
  • Dunia dibuat panik. Dan saat ini, rasanya sulit sekali untuk fokus—baik untuk bekerja, maupun untuk melanjutkan tontonan Netflix yang tertinggal—ketika ponsel terus menerus bergetar karena notifikasi pesan yang masuk. Isinya? Kurang lebih pesan dari teman-teman dan keluarga yang mengirimkan kabar terbaru mengenai perkembangan berita, atau cerita-cerita soal kepanikan warga dalam menghadapi penyebaran virus corona. Demi mengurangi kepanikan tersebut, seperti yang baru saja diumumkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kemarin, warga dihimbau untuk mulai melakukan "social distancing" dalam beberapa waktu ke depan. Kita dihimbau untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Selain itu, kita juga diminta untuk tetap tenang dalam menghadapi masalah pandemik global ini. Untuk sementara waktu, demi mengurangi penyebaran COVID-19, kita dihimbau untuk lebih menjaga diri dan mengurangi bepergian ke luar rumah.





    Namun membatalkan rencana-rencana yang sudah dibuat dan berdiam diri di rumah atau apartemen (atau kos) bisa membuat kita bosan, dan kesepian, dan well, aneh saja rasanya untuk terus-terusan berada di rumah. That's why, Cosmo sudah bertanya pada beberapa ahli kesehatan dan meminta tips mengenai bagaimana caranya agar kita tidak merasa bosan dan anxious ketika berada di rumah, terutama di saat-saat seperti ini. Here's the tips. Stay healthy and cozy out there, y'all!


    1. Tetap bersosialisasi

    Terutama bagi mereka yang tinggal sendiri di kos atau apartemen. Rasa kesepian bisa berpengaruh pada kesehatan mental. "Penting untuk tetap bersosialiasi dengan keluarga, kerabat, teman, bahkan rekan kantor. Hal ini dapat membantu menghindari perasaan kesepian dan mengurangi rasa gelisah," saran psikolog klinis sekaligus relationship coach, Shelley Sommerfeldt, Psy. D. Untungnya, kemajuan teknologi membuat hal ini menjadi super-mudah, tentu saja dengan kehadiran internet. Supaya kamu tidak merasa terlalu "terisolasi", gunakan video-call, berkirimlah pesan lewat media sosial, atau, yeah, selesaikan pekerjaanmu dan kirimkan lewat e-mail ke kolega kantor. 



    Tak hanya itu, berkomunikasi dengan diri sendiri di masa-masa seperti ini juga penting. Alyssa Petersel, founder dan CEO dari MyWellBeing, menyarankan kita untuk mencoba menulis jurnal. "Tuliskan dengan jujur apa yang benar-benar Anda rasakan, karena menumpuk perasaan bisa membuat seseorang semakin gelisah dan panik," ujar Petersel.

    "Ingat, kamu tidak sendirian," tambah Lisa Marie Bobby, PhD, founder dari sebuah online therapy, GrowingSelf.com. "Terisolasi di dalam rumah membuat kamu seakan-akan tinggal di sebuah pulau kecil, namun ingatlah bahwa semua orang yang kamu kenal juga berusaha untuk melanjutkan hidup di 'pulau' mereka masing-masing."


    Baca Juga: Tips Lawan Kesepian Akibat Social Distance dari 11 Perempuan


    2. Fokus untuk tetap tenang

    "Meditasi, berkomunikasi dengan diri sendiri, dan berolahraga. Ketiga hal tersebut akan membuatmu lebih rileks dan mengurangi rasa panik," ujar Shelley Sommerfeldt. Dedikasikan beberapa menit setiap harinya untuk melakukan latihan relaksasi—cobalah video yoga dari YouTube (ayo, sudah pernah coba belum?) atau unduh aplikasi meditasi. Makanlah makanan yang bergizi lengkap dengan protein dan vitamin, dan berusahalah untuk tidur sesuai dengan jadwal yang konsisten di malam hari—supaya jumlah waktu istirahatmu cukup. Dengan melakukan hal-hal tersebut, kamu jadi punya kontrol terhadap kesehatanmu dan bukan sebaliknya.


    3. Lakukan hal-hal yang membuatmu senang

    Pilihlah sesuatu yang bisa kamu lakukan ketika masa-masa social distancing, seperti mencoba resep masakan yang sudah lama kamu idam-idamkan, atau lanjutkan tontonan serial televisi kamu yang tertinggal. "Selipkan aktivitas ini di tengah hari—apabila waktunya memungkinkan," saran Alyssa Petersel. Ketika kamu mulai merasa stres dan bosan di rumah, lakukan tips ini untuk mengurangi rasa gelisah.




    Baca Juga: Seru! Ini 12 Aplikasi Games untuk Kamu yang #DiRumahAja




    4. Cobalah untuk lebih kreatif dalam bersosialisasi

    Dominique Samuels, psikolog untuk aplikasi relationship wellness, Emi Couple, merekomendasikan untuk menemukan hal-hal menarik yang bisa kita lakukan bersama teman-teman meski secara fisik kita saling berjauhan. Cobalah FaceTime sambil membahas serial Netflix yang baru saja kalian tonton. Atau coba video-call sambil memperlihatkan layar laptop ketika kalian online shopping (hmm, menarik, kan?). Kalau kalian punya hobi yang sama, coba unduh permainan board game di ponsel dan mainkan bersama.


    5. Buat dirimu tetap sibuk

    Cari hal-hal positif yang bisa membuatmu melupakan sejenak berita-berita yang muncul di televisi (atau di ponsel). Mulai dengan merapikan lemari pakaianmu, atau bersihkan koleksi sepatumu yang menumpuk, atau selesaikan buku yang sudah kamu beli namun jarang kamu sentuh. "Ini akan membantumu menjaga pikiran dari hal-hal negatif," saran Shelley Sommerfeldt.




    Baca Juga: Psst, Ini Tips Work from Home untuk Kamu yang Cepat Bosan


    6. Batasi diri dari berita dan media sosial

    Sure, penting untuk mengetahui perkembangan terbaru di saat-saat seperti ini. Namun, jangan lupa bahwa terus-terusan menerima notifikasi dari teman-teman yang anxious bisa ikut membuat rasa khawatirmu melonjak tinggi. Alyssa Petersel menyarankan untuk membatasi waktu dengan mengatur waktu 'offline' dimana pikiranmu bisa bersantai sejenak. Satu atau dua jam di siang hari tanpa memegang ponsel? Kamu pasti bisa!


    7. Tuliskan (atau unggah) kutipan yang bisa membuatmu (dan membantu temanmu) lebih rileks

    "Kutipan kecil ini bisa membantumu untuk tetap fokus dan membuat kecemasanmu pudar," ujar Alyssa Petersel. Ia memberi saran untuk mencari kutipan yang lucu di internet demi menyibukkan diri. Menyebarkan kutipan tersebut di media sosial juga bisa membantu orang-orang di sekitarmu untuk ikut merasa rileks.




    Baca Juga: 13 Berita Positif yang Terjadi Selama Pandemi Virus Corona


    8. Rencanakan harimu agar terasa "senormal" mungkin

    Kalau kamu termasuk salah satu yang working from home, "Sebaiknya rencanakan harimu lewat sebuah rutinitas yang menggambarkan kehidupan kantormu—dengan jam kerja yang sama—karena hal ini bisa membantumu tidak cepat bosan dan khawatir," ujar Katrina Gay, National Director of Strategic Partnerships di National Alliance on Mental Illness (NAMI). Ini berarti kamu tetap menyalakan alarm di pagi hari (oke, boleh deh, 15 menit lebih lambat) dan mandi di waktu yang kurang lebih sama. Kalau kamu tergoda untuk mengangkat laptop-mu ke atas ranjang dan bekerja dengan piyama yang masih menempel di badan, saran Cosmo, lupakan ide tersebut. Cobalah untuk tetap duduk di kursi dan gunakan meja supaya kamu lebih termotivasi untuk bekerja. Ambil waktu istirahat selama sepuluh menit setiap kali kamu merasa bosan, dan makan siang di waktu yang semestinya. Kalau memungkinkan, tunda waktu untuk membersihkan kamar dan peralatan makan sampai malam nanti. Sebisa mungkin, berusahalah untuk menjaga jam kerjamu agar tetap normal seperti biasanya.

    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Cosmopolitan US / KATIE BUCKLEITNER)