Celebrity

Cerita Chelsea Islan Tentang Akting, Mimpi, dan Media Sosial

  by: Giovani Untari       17/3/2020
  • Lugas, penuh totalitas kala berakting, namun tetap go with the flow! Inilah sejumlah X factors yang membuat Chelsea Islan tetap bersinar di tengah munculnya wajah baru saat ini? Simak heart to heart interview Cosmo tentang peran terbarunya yang menantang dan isu perempuan bersama aktris berzodiak Gemini ini.


    Tahun ini Chelsea kembali dengan film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2. Apa tantangan bermain dalam film horror-action ini Chelsea?

    Banyak sekali! Jujur ini menjadi film yang sangat menantang bagi saya dan para kru. Pertama karena ada banyak adegan ekstrem yang dilakukan tanpa melibatkan stuntman, sebab sutradara membutuhkan ekspresi wajah yang real dari pemainnya. Saya ingat ada satu adegan di mana saya syuting di ruangan berapi dan timing-nya pun harus tepat karena melibatkan aksi ledakan secara real! Dan itu proses syutingnya dilakukan di jam dua pagi, jadi bisa dibayangkan seperti apa bukan menantangnya? Tetapi selama syuting saya dan seluruh kru semua mencoba yang terbaik dan let it go sehingga syuting film ini menurut saya terasa seru dan berbeda.




    Apakah sempat merasa kesulitan memerankan kembali tokoh Alfie selang dua tahun berlalu dari film pertamanya?

    Memang sulit sih awalnya karena saya harus mengingat kembali peran Alfie setelah dua tahun. Di film keduanya, karakter ini pun semakin menantang dari segi emosi. Di mana Alfie ini bukan orang "normal" dan di film kedua ia pun menjadi lebih psycho. Tantangannya karena kita tidak tahu seperti apa rasanya menjadi orang seperti itu, bukan? Tetapi tapi dengan persiapan yang matang selama satu bulan penuh syukurlah segala hal berjalan lancar.



    Ada banyak film yang telah Chelsea Islan mainkan, apakah lantas Chelsea merasa bahwa akting memang merupakan jalan hidup yang sebenarnya?

    Sebenarnya passion terbesar saya adalah seorang menjadi sutradara. Tetapi memang saya suka dengan akting dan sudah terlibat dalam teater sejak masih sekolah. Di satu sisi dari kecil pula saya sudah membuat tiga buah film pendek dan sempat sekolah film sebagai kru. Saya selalu merasa bahwa akting adalah bagian dari hobi saya, namun keinginan terbesar saya bisa menjadi orang di balik layar. Tapi menjadi seorang aktris sampai sejauh ini jelas hal yang sangat saya syukuri dalam hidup. Karena saya dapat melihat banyak perspektif akan sebuah film dari sisi depan dan belakang layar. Mudah-mudahan saya bisa membuat saya film sendiri ke depannya. Saya lihat juga banyak aktor Indonesia yang mulai terjun menjadi produser seperti Chicco Jerikho dan Dian Sastrowardoyo. Saya bangga karena mereka mau membuat perfiman Indonesia menjadi lebih maju.


    Siapa lawan main yang paling berkesan bagi Chelsea?

    Semua berkesan, tetapi jika disuruh memilih maka jawaban saya Reza Rahadian! Karena mas Reza sering mengajari saya dalam banyak hal. Saya mengganggap ia sebagai senior dan aktor yang luar biasa di Indonesia. Dan dalam berakting, ia selalu membantu lawan mainnya dengan memberi aksi-reaksi agar emosi lawan mainnya bisa keluar secara total. Itu aktor yang benar menurut saya, karena sebagai aktor kita tidak boleh egois. Tidak boleh hanya berakting untuk diri kita tetapi juga untuk sekitarnya. 


    Tahun 2019 silam sepertinya kita tidak melihat satu pun film melihat Chelsea di layar lebar. Mengapa kamu memilih vakum tahun lalu? 

    Ya benar sekali! Tahun 2019 memang tidak ada satu pun film saya yang dirilis, tetapi sebenarnya tahun lalu saya fokus pada dua pertunjukkan teater yaitu: Bunga Penutup Abad dan Cinta Tak Pernah Sederhana lalu syuting Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2. Saya merasa bahwa butuh refreshing sejenak, karena jujur saya sempat merasa jenuh bermain film terus menerus. Tahun 2019 itu juga rasanya menjadi tahun pencarian apa yang saya mau dalam hidup ini .


    Chelsea juga merupakan aktris yang concern dengan isu perempuan, terutama breast cancer awareness. Selain itu apa isu perempuan yang saat ini paling mencuri perhatian kamu?

    Kesetaraan gender. Karena sekarang menurut saya cukup banyak orang yang membahas perbedaan antar gender. Para perempuan saat ini banyak yang merasa bahwa mereka kurang dihargai. Padahal sebenarnya semua gender sama saja kedudukannya. Di dunia perfilman secara global pun tak lepas dari isu ini, di mana banyak yang menganggap film dibuat oleh pria, krunya didominasi pria, ada beberapa isu juga yang menyebut aktor dibayar lebih mahal dibanding para aktris. Menurut saya ini isu yang harus dihadapi bersama dan kita harus harus lebih proaktif lagi ke depannya.



    Seandainya bisa, apa hal / gerakan yang paling ingin Chelsea lakukan untuk para perempuan di Indonesia atau mungkin di seluruh dunia?

    Saya ingin bisa memiliki komunitas perempuan yang saling membantu satu sama lain dan membangun vibes women empowerment di dalamnya. Di mana di komunitas itu kita bisa memberikan dukungan moral, membuat perempuan lebih independen, serta berani berbicara. Saya lihat ada begitu banyak perempuan yang mungkin tidak berani speak up atas masalah dan haknya, tetapi jika ada gerakan ini semoga bisa membuat perempuan berani menyuarakan opininya sehingga membantu lebih banyak perempuan di luar sana.


    Menjadi salah satu aktris yang terkenal di Indonesia, apakah kamu pernah merasa hidup terasa begitu lost di antara popularitas yang ada?

    Pernah sih, tahun ini saya juga masuk ke usia 25 tahun dan ini artinya saya menuju quarter life. Saya mulai merasa bahwa semakin ke sini real friends saya semakin sedikit dan circle pertemanan juga semakin mengecil. Tetapi yang paling saya rasakan, semakin banyak pertanyaan muncul di pikiran saya seperti: "Saya mau melakukan apa ya jika tidak bermain film?" "Apa yang saya inginkan ke depannya?" Makanya saya sempat break di tahun 2019 silam untuk mencari jati diri dan refleksikan ke diri sendiri dan orang di sekitar saya. Bagi saya kita butuh waktu menyendiri dan saya yakin semua orang mengalami hal ini. 


    Jadi bagaimana kamu menghadapi itu semua?

    Pada akhirnya saya lebih memilih untuk let it flow saja karena percaya semua hal pasti ada jalannya. Don't be so hard on yourself, tidak harus terlalu dipikirkan dan nikmati serta bersyukur atas saja yang ada sekarang. Setidaknya saya masih memiliki aktivitas untuk dijalani setiap harinya. Justru terkadang saya senang kalau sibuk jadi saya tidak kepikiran hal-hal negatif. 


    Cosmo penasaran, Chelsea tipikal orang yang mementingkan logika atau perasaan?

    Perasaan! Karena sebagai aktris kita bekerja dengan emosi kan? Jadi semua hal terkadang dilakukan berdasarkan perasaan. Sebenarnya ada kalanya penting untuk mementingkan perasaan juga karena kalau terlalu banyak logika akan lebih banyak berpikir dan berakhir overthinking.


    Apa hal yang kamu harap publik berhenti untuk melakukannya?

    Stop judging people. Netizen zaman sekarang mudah sekali memberikan komentar yang kurang baik di media sosial, mereka berkomentar secara anonim atau memakai fake account. Menurut saya jika Anda berani mengomentari seseorang, harus berani juga menunjukkan diri Anda. Terkadang ini salah satu sisi di mana menjadi publik figur sering kali diperlakukan tidak adil. Publik sering membentuk persepsi seperti apa publik figur yang mereka inginkan. Padahal publik figur juga manusia yang punya pilihannya sendiri. Kultur yang seperti itu menurut saya harus diubah. Saya merasa media sosial membuat perubahan dalam pola pikir masyarkat saat ini.





    Ini juga yang akhirnya membuat Chelsea terlihat picky dan membatasi unggahan media sosial?

    Ya, saya memang jarang mengunggah sesuatu dan sangat picky. Apa yang saya unggah di media sosial biasanya adalah pekerjaan. Itu cara saya memfilter agar publik cukup tahu tentang saya berdasarkan pekerjaan saya, tidak soal kehidupan pribadi. Saya pikir ini menjadi sebuah hak juga buat para publik figur untuk memilih mengekspos kehidupan pribadinya atau tidak. Supaya tetap profesional saya menjaga ranah pribadi saya dan menunjukkan yang mereka butuhkan dari sisi pekerjaan. 


    Dalam sebuah interview, Chelsea pernah bilang goals tahun 2020 adalah menghilangkan bad habit berupa procrastination alias suka menunda pekerjaan. Apa langkah Chelsea untuk memulai menghentikannya?

    Benar itu goals terbesar saya tahun 2020 ini. Saya sudah memulainya sedikit demi sedikit. Misalnya lebih on time melakukan banyak hal, karena waktu berjalan dengan cepat dan kadang kita ignore hal tersebut. Sekarang rasanya saya selalu melihat jam, haha... Dan untuk time management misalnya, saya mencoba mengatur alarm pada beberapa aktivitas saya. Semoga lebih baik lagi ya!


    Apa hadiah terbaik yang pernah Chelsea berikan untuk diri sendiri?

    Liburan! Itu cara saya memberikan hadiah untuk diri saya sendiri, seperti berlibur yang benar-benar tidak bekerja sama sekali dan A bisa menjadi diri sendiri di sana.


    Punya makanan / minuman yang selalu kamu pesan sehabis melalui hari yang berat?

    I love boba! Rasanya jika lelah atau ingin sesuatu sesekali saya pesan boba, haha...



    Akreditasi:

    Fotografer & Retoucher: Yohan Liliyani

    Stylist: Dheniel Algamar

    Makeup: Ryan Ogilvy

    Hairdo: Chikie Vers

    Wardrobe: Soe Jakarta, Toton, Tangan

    Aksesoris: Aidan & Ice

    Lokasi: Mare Nostrum Jakarta

    Teks: Giovani Untari