Celebrity

Vanessa Hudgens Minta Maaf Atas Komentarnya Tentang Covid-19

  by: Fariza Rahmadinna       18/3/2020
  • Social distancing is the new normal. Selebriti-selebriti favorit kita mulai mencari cara supaya bisa tetap berhubungan dengan para penggemarnya di tengah pandemi virus corona, seperti Chris Martin, John Legend, hingga Diplo yang memilih untuk menghibur followers mereka dengan “live concert” rumahan di Instagram. And guess what? Vanessa Hudgens menjadi salah satu contoh (sudahkah kamu melihat video TikTok-nya menarikan lagu HIgh School Musical?)! Yes, this is the time to spread positivity. Namun bukannya memberikan kata-kata positif atau dukungan kepada followers-nya, aktris Vanessa Hudgens malah kurang peka akan keseriusan pandemi ini dan mengutarakan komentar kurang mengenakkan yang membuat para netizen kesal.


    Pada 17 Maret kemarin, Vanessa mengungkap kekesalannya lewat siaran Instagram Live karena ia harus berdiam diri di rumah sampai beberapa bulan ke depan. “(Menunggu) hingga Juli, sounds like a bunch of bullsh*t, maaf. Saya mengerti bahwa ini virus, dan saya menghargai fakta tersebut, tapi dalam waktu yang sama… jika semua orang terkena virus ini, ya, orang-orang akan mati, dan itu menyedihkan namun tidak bisa dihindari.” Um, yikes!




    Komentar tersebut tentu saja mendapatkan banyak komentar kesal di dunia maya. Seorang pengguna Twitter mengatakan, ”Hai, @VanessaHudgens, saya tidak peduli terhadap pembatalan acaramu atau yang lainnya, tetapi ketidakpedulianmu ini bisa saja membunuh nenek dan kakek, dan mungkin saja orang tuamu. Tolong beritahu pengikutmu bahwa kamu salah dan mereka perlu tetap berada di rumah,” Ini adalah salah satu komentar balasan yang paling baik dan sopan dibandingkan komentar balasan lainnya. 


    Of course, pernyataan dari Vanessa langsung memancing amarah para netizen di Instagram dan Twitter.


    What a horrible and heartless message for you to share, khususnya kepada anak-anak muda yang mengagumi kamu.”


    “Perbuatannya ini akan menghantuinya selama sisa hidupnya. Menertawakan tragedi yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya dengan skala penderitaan yang hampir tak terbayangkan. Sungguh sangat egois."


    “Vanessa merasa tidak nyaman dengan kondisi ini dan berharap orang-orang segera meninggal dunia agar dia bisa mendapatkan hidupnya kembali. Sangat memesona.”


    “Egoisme anak ini membuat saya ingin mengamuk. Beberapa dari kita memiliki orang-orang tercinta yang rentan terkena virus ini.”"Aku harap yang akan mati adalah kariernya."




    Agar tidak membuat situasi semakin panas, Vanessa mencoba menjelaskan pernyataannya lewat Instagram Story.  Ia berkata, “Saya sadar bahwa beberapa komentar saya diambil di luar konteks. It’s a crazy time… dan saya sedang menjalani lockdown di rumah. Saya harap kalian semua sedang melakukan hal yang sama. Jangan menganggap enteng situasi ini. Saya di rumah. Stay inside, y’all,” ungkapnya sambil tersenyum dan memberikan lambang peace dengan jarinya.



    Akan tetapi, pernyataan Vanessa melalui Instagram Story ternyata tidak membuat situasi membaik. Oleh karena itu ia membuat permintaan maaf yang sebenarnya dengan menggunakan aplikasi notes pada smartphone untuk benar-benar meminta maaf dan mengaku bahwa dia salah.



    “Hai teman-teman, saya sangat menyesal atas apa yang saya lakukan melalui Instagram Live kemarin karena telah menyinggung banyak pihak. Saya menyadari kata-kata saya sangat tidak pantas dan sangat tidak sesuai dengan situasi yang sedang terjadi di negara kita dan dunia saat ini. Kejadian ini menjadi peringatan besar untuk saya agar lebih berhati-hati saat berucap. Saya mengirimkan harapan dan semangat kepada semua orang semoga semuanya tetap sehat dan aman selama masa yang mengkhawatirkan ini.”


    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Fariza Rahmadinna / Kezia Calesta / VA / Image: Dok. Cosmopolitan US)