Better You

Tips Lawan Kesepian Akibat Social Distance dari 11 Perempuan

  by: Shamira Priyanka Natanagara       19/3/2020
  • Sejak Presiden RI Joko Widodo mengimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan social distancing, serta untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah jika memungkinkan, wajar jika banyak orang merasa cemas atau kesepian. Nah, beberapa perempuan dari seluruh penjuru dunia yang telah mengisolasi diri mereka di rumah (atau berencana untuk melakukan hal tersebut) berbagi pengalaman dan tips untuk melawan rasa kesepian selama pandemi virus corona. Mau tahu apa yang mereka katakan? Simak!

    1. “Saya dan teman-teman berencana untuk melakukan group video call agar bisa mengobrol dan makan siang bersama sambil mengenakan baju tidur kami.” [via]

    2. “Saya mencoba untuk menghubungi orang-orang yang belum saya hubungi salam beberapa bulan, hanya untuk memulai percakapan kembali–dan mungkin mengobrol lewat telepon lebih lama dengan teman-teman yang tinggal di luar provinsi atau bahkan negara saya. Saya selalu sadar bahwa saya adalah tipe teman yang disukai untuk nongkrong, tapi tidak dikenal lebih dekat, dan saya mulai merasakan akibat dan keterbatasan akan semua itu pada titik ini dalam hidup saya.” [via]



    3. “Mengingat saya tak punya teman yang tinggal dekat dengan saya, saya hanya mencoba untuk menjelajah kenikmatan Hollywoodland. Untungnya, film-film jadul, favorit saya, adalah yang paling mudah untuk diakses secara gratis.” [via]



    4. “Saya menghindari gym sekarang, jadi menemukan workouts dan yoga yang bisa dilakukan di rumah menyenangkan bagi saya. Saya telah memilih beberapa topik berbeda yang ingin lebih saya pelajari dan meneliti/mencari dokumenter mengenai topik tersebut. Saya juga berencana untuk sedikit membereskan [tempat tinggal].” [via]

    5.Menelepon ibu saya setiap pagi, ia membuat saya membumi dan membuat saya merasa aman selama 20 menit pembicaraan kami.” [via]

    6. “Saya telah mengirim chat ke orang-orang untuk tahu jika mereka baik-baik saja ketika istirahat membersihkan [tempat tinggal].” [via]

    7. “Kedua pekerjaan saya telah diberhentikan untuk sementara, so saya mencoba untuk menyelesaikan beberapa hal di rumah yang telah diabaikan. Saya suka seni serat [kerajinan tangan menggunakan wol atau kain, seperti merajut, macrame, atau membuat renda], jadi sepertinya saya akan membuat sejumlah kado Natal di bulan ini.” [via]






    8. “Saya berpikir untuk menulis banyak surat.” [via]

    9. “Saya mengisolasi diri di rumah orang tua saya dengan anjing saya so setidaknya saya tidak benar-benar sendiri. Saya mencoba untuk FaceTime dan menelepon teman-teman dan juga menggunakan fitur Instagram questions untuk memulai percakapan. Tidak banyak aktivitas sih, tapi…” [via]

    10. “Yang membantu saya adalah berpikir tentang orang-orang di negara di mana perang masih berlangsung dan situasi jauh lebih parah daripada yang kita hadapi. Dibandingkan dengan itu, tinggal dengan aman di dalam dengan semua yang kita butuhkan adalah privilese. Ya memang bisa kesepian tapi kamu bukanlah satu-satunya dan pastinya bukan yang memiliki kondisi paling sulit.” [via]

    11. “Saya menelepon ibu saya beberapa kali dalam sehari. FaceTime dengan teman-teman jika bisa. Saya bisa berbicara dengan suami saya setiap hari dan bolak-balik mengirim memes dan itu sangat membantu. YouTube anehnya telah menjadi hiburan–itu satu-satunya tempat di mana tampaknya ada rasa normal dan di mana saya bisa kabur dari acara anak-anak. Saya menemukan banyak harapan mengetahui hal-hal akan terus berlanjut serta lebih dan lebih banyak orang sepertinya menganggap situasi ini serius sekarang.” [via]

     

    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: Verne Ho on Unsplash / Images: GIPHY)