Better You

5 Aplikasi Meditasi Terbaik Agar Kamu Tidak Panik

  by: Givania Diwiya Citta       27/3/2020
  • Baik kamu adalah mahasiswa, seorang pekerja lepas, ataupun pekerja kantoran (apalagi jika berbicara tentang kondisi terkini di mana kita didorong untuk melakukan social-distancing dan belajar, bekerja, beribadah dari rumah untuk menekan penyebaran virus Corona sesuai imbauan Presiden Joko Widodo), terkadang kita tak bisa terlepas dari tekanan berat harian yang terasa sulit. Meskipun ilmu pengetahuan menyebutkan bahwa media sosial adalah bom waktu untuk stres yang berkontribusi pada kegelisahan, depresi, dan insomnia, tapi masih ada saja rasa sulit untuk berpisah dari ponsel.


    Jadi dalam waktu yang sama, Cosmo mencoba menyelesaikan satu masalah hidup tadi, yaitu membuat ponsel jadi semakin bermanfaat: Cosmo mencoba lima aplikasi meditasi dengan rating tinggi dengan harapan bisa meriset efek menenangkan yang akan membawa pergi semua kekhawatiran – seluruhnya dilakukan tanpa harus berpisah dengan ponsel. (Lagipula di masa social-distancing ini… bagaimana caranya untuk berpisah dengan ponsel yang menghubungkan kita dengan semua orang?)




    Jika kamu ingin menciptakan kebiasaan harian:

    Coba Headspace. Didirikan dan dinarasikan oleh biksu Buddha terlatih (dengan bonus aksen Inggris yang menyenangkan untuk didengar), aplikasi yang mudah dijangkau ini menawarkan ratusan track panduan meditasi yang akan memberi tahu kamu apa yang harus dilakukan – contohnya, “Rasakan tubuh Anda yang kian relaks, lepaskan semua beban yang ada pada lengan dan kaki Anda,” – hingga kamu tak perlu hilang arah saat berlatih napas.


    Interface sederhana yang aplikasi ini miliki, menampilkan animasi cheeky yang memudahkan kamu untuk berselancar dari sesi demi sesi: Ada tiga paket 10 hari meditasi yang membantu pengguna memelajari panduan dasar lewat meditasi 3, 5, atau 10 menit. Ada banyak pula paket 10 sampai 30 meditasi yang telah direkam dalam topik spesifik, seperti mengelola kegelisahan, produktivitas, bahkan mindful eating, yang berdurasi antara 10 sampai 15 menit.



    Ada pula sesi satuan untuk beragam situasi, seperti meningkatkan kualitas tidur, bersih-bersih tempat tinggal; bahkan sesi mini 1 menit untuk berbagai pemikiran seperti “panicking” atau “flustered”; dan ada video animasi yang membantu kamu menemukan masalah jika seluruh meditasi ini tak berefek pada kamu.


    Berlandaskan gagasan bahwa menyusupkan perilaku baru pada rutinitas yang ada adalah cara terbaik untuk memastikan perilaku tersebut menempel, aplikasi ini menyediakan pengingat meditasi harian di waktu-waktu yang telah kamu tentukan.


    Jika kamu hanya butuh untuk beristirahat sebentar saja:

    Coba Stop, Breathe, & Think. Untuk memotong proses memilih meditasi apa yang cocok untuk momen-momen tertentu, aplikasi ini menyediakan proses ‘check-in’ terlebih dulu terhadap kondisi fisik, mental, dan emosi, sebelum mengurasi seleksi track audio dengan variasi tema, seperti “Relax, Ground, and Clear” atau “Gratitude”. Sesi pun bervariasi dalam durasinya, antara dua sampai 15 menit. 



    Dengan petunjuk seperti, “Tutup mata Anda, rasakan tubuh Anda semakin memberat, dan ambil napas panjang,” yang dinarasikan dalam suara baik perempuan maupun pria, kamu bisa memilih suara yang paling menenangkan. Fitur unik aplikasi ini meliputi latihan visualisasi untuk membantu kamu berpura-pura, sebagai contoh, sedang berada di pantai berpasir putih; timer untuk latihan napas juga akan memandu kamu selama proses inhale dan exhale; dan timer untuk meditasi menyediakan latar alam yang bisa didengarkan dan ditatap di sesi freestyle tanpa panduan, namun dengan penanda (seperti pilihannya adalah suara zen dari gong atau mangkuk) yang akan bersuara sesuai waktu yang ditentukan – yang bahkan bisa mencapai durasi empat jam, lol.


    Jika kamu benar-benar butuh bantuan untuk tidur:

    Coba Calm. Ingatlah bahwa kamu tak bisa menggunakan aplikasi ini sampai kamu “mengambil napas dalam-dalam” sesuai dengan instruksi awal di layar – artinya, aplikasi ini sudah sangat membantu sedari pertama kamu mengunduhnya. Saat kamu sudah masuk ke home screen, yang menampilkan gambar indah pemandangan gunung dan lembah tercermin dari refleksi air, kamu bisa langsung menyortir sesi meditasi yang merentang dari 3 sampai 35 menit dan dipimpin oleh suara perempuan ataupun pria – sesuai preferensi kamu – dalam topik seperti fokus, stres, kedamaian diri.





    Ada pula sesi untuk anak-anak dan kebanyakan merupakan meditasi sunyi, kalau-kalau instruksi justru malah mengganggu kamu, ditambah ada pula musik dengan suara seperti “nightlight” dan “water falling” serta semua yang bisa membuat kamu lupa dengan lokasi terkini (alias di dalam kamar).


    Fitur yang paling impresif adalah kumpulan cerita tidur, yang meliputi buku anak-anak klasik seperti The Velveteen Rabbit, lengkap dengan bermacam suara menenangkan, lalu juga ada soundtrack Bob Ross yang sedang melukis. Meskipun pengalaman mendengarkan audio ini tak mengajari mindfulness sepenuhnya, tapi aplikasi ini tetap bisa membuat kamu tenang dan membantu kamu untuk tidak panik, pastinya.


    Jika kamu ingin menguasai mindfulness:

    Coba Smiling Mind. Dibuat oleh organisasi non-profit, aplikasi ini menawarkan program latihan mindfulness terstruktur dengan pembelajaran audio yang merentang dari 90 detik hingga 20 menit.


    Meski ada lebih banyak program yang dirancang untuk anak-anak segala usia, tapi orang dewasa juga bisa ikut kurikulum 42 sesi mindfulness yang dikategorikan berdasarkan topik dari beberapa modul, seperti bernapas, suara dan rasa, stres, dengan sesi yang bervariasi durasinya, tapi biasanya tak akan lebih dari 5 atau 10 menit. (Dan ya, semuanya dalam aksen Australia yang seksi!)



    Sebagai alternatif, kamu bisa ikut sesi sekejap 1 hingga 3 menit seperti “exploring thoughts” dan “internal weather”; atau coba program 12 sesi commuting yang membantu kamu melatih mindfulness saat sedang di luar rumah nanti. Dashboard di dalam aplikasi juga membantu kamu melihat jejak perbaikan mood kamu, yang harus kamu laporkan sebelum mengikuti setiap sesi. Fungsi keren aplikasi ini adalah layar meditasi pengguna, yang menampilkan tombol pulsing orb play dan menampilkan petunjuk visual tarik-buang-napas sebagai efek yang menenangkan.


    Jika kamu lebih ingin mencoba rekomendasi dari sumber publik:

    Coba Insight Timer. Nama aplikasi ini merunut pada fiturnya yang sederhana: timer, yang bisa digunakan untuk menambah suara ambient, pengingat interval, dan bel yang menandakan berakhirnya meditasi yang tak dipandu. Skala dari perpustakaan meditasi di sini bahkan jauh lebih impresif: aplikasi ini menawarkan lebih dari 11.000 sesi gratis yang dipandu oleh lebih dari 2000 guru. Untuk bisa menentukan pilihan, kamu bisa menyortir dari opsi paling populer, yaitu berdasarkan jumlah waktu yang kamu punya.



    Dengan tambahan timer gratis dan track meditasi gratis, kamu bisa membayar $4,99 untuk kursus 10 menit dalam topik-yang-mirip-dengan-Ted-talk seperti “The Art of Timefulness: Transform the Way You Manage Time” dan “Overcome Obsessive Thinking” – dan dapatkan sensasi berada bersama orang lain: Karena aplikasi ini punya integrasi sosial unik yang menampilkan peta keberadaan lokasi pengguna lain; ada pula newsfeed yang membagikan sesi apa yang sedang didengarkan oleh pengguna lain secara real-time; juga sebuah sistem feedback yang mendorong para meditator untuk meninggalkan komentar dan memberi lima bintang – aplikasi ini sempurna untuk kamu yang picky. Girls, in times like this, stay home, stay healthy, keep hustling!


    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / Image: Elly Fairytale from Pexels)