Better You

5 Cara Berhenti Ngemil Terlalu Banyak Saat Working From Home

  by: Shamira Priyanka Natanagara       23/3/2020
  • Jika kamu adalah salah satu dari jutaan orang yang kini working from home karena virus corona, mungkin kamu merasa lebih akrab dengan dinding kamarmu sekarang, hahaha... Social distancing telah memperkenalkan kita kepada rutinitas baru yang kemungkinan bisa melawan rasa bosan, dan kebosanan seringkali membuat kita lebih banyak menyantap camilan (alias ngemil) yang tidak perlu.

    Terutama karena makanan pokok mulai sulit ditemukan di supermarket (thanks, panic buying) dan tentu saja tidak ingin cepat menghabiskan stok makanan pokok yang tersedia di rumah.

    Namun berhenti ngemil lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, so Cosmo telah meminta bantuan Yvonne Wake, seorang ahli gizi kesehatan masyarakat di Karidis Clinic, UK, untuk berbagi saran-saran bermanfaat untuk mengatasi kebiasaan ngemil yang semakin sering dilakukan saat mengarantina diri di rumah:






    1. Menjadi mindful eater

    "Karena semakin banyak dari kita mulai bekerja dari rumah, dan membatalkan rencana seperti berkumpul bersama teman-teman di kafe atau tidak bertemu siapa pun, pola pikir kita terbiasa menerima hadiah ketika kita merasa sedih atau kurang bersemangat," kata Yvonne. Dan karena itulah kita ngemil. "Pola pikir kita mengatakan bahwa kita berhak mendapatkan hadiah, tapi itu harus diubah. Kita telah menjadi midless eaters daripada mindful eaters," ia menjelaskan.

    Mindfulness—yang berarti 'hadir' secara aktif pada apa pun yang kamu lakukan di saat tertentu—adalah hal yang "penting dalam makan sehat," menurut saran sang ahli gizi. "'Hadir' selagi kamu makan itu diperlukan dalam membantu kita menghindari mengubrak-abrik lemari saat kita mengira kita lapar."


    2. Jangan menyimpan makanan yang 'salah'

    Pernah mendengar aturan praktis agar keranjang belanjamu tidak dipenuhi makanan ringan? "Jangan pergi ke supermarket jika kamu merasa lapar," ujar Yvonne. "Kamu memiliki akses mudah ke makanan tidak sehat karena terletak di samping kasir. Cegah ngidam dengan makan siang [atau malam] terlebih dahulu."

    Ketika kamu ke supermarket, fokus pada membeli "karbohidrat kompleks, seperti biji gandum, semua sayur, kacang-kacangan, beras merah, quinoa, apel, beri, pisang, karena gula meresap ke dalam tubuh secara perlahan sepanjang hari dan membuatmu merasa lebih kenyang untuk waktu yang lebih lama." Mungkin sekarang stok karbohidrat kompleks mulai menipis, so pastikan dimasukkan ke dalam keranjang jika menemukannya (tanpa melakukan panic buying, of course—orang lain pun membutuhkannya, ingat itu).






    3. Konsumsi camilan yang mengandung triptofan

    Jangan khawatir, Cosmo pun tidak tahu apa itu triptofan. Namun menurut Yvonne, triptofan adalah "asam amino esensial yang dapat membantu tubuh memproduksi protein dan zat kimia pensinyalan otak, yang berubah menjadi serotonin yang akan mengontrol suasana hati dan pola tidur." Makanan yang mengandung asam amino adalah pisang, salmon, kacang-kacangan, biji-bijian, dan telur—semuanya makanan ringan (kecuali mungkin salmon, kecuali kamu adalah seorang miliarder). "Kalkun juga bagus untuk meningkatkan level serotonin yang bisa menyeimbangkan suasana hati," tambah Yvonne.


    4. Coba resep makanan yang sehat

    Jika kamu membuat "makanan yang layak, maka sama sekali tidak perlu ngemil." Sang ahli gizi merekomendasikan untuk "mulai mencoba resep yang selalu ingin kamu buat, dan santap makanan yang layak di meja. Jika kamu sendirian, masak untuk beberapa hari dan bekukan atau konsumsi makanan yang sama selama dua hari. Jika kamu mengonsumsi protein setiap hari, kamu bisa merasa tak perlu ngemil." Mari kita berharap ini akan benar-benar terjadi, shall we?


    5. Drink, drink, drink!

    No, bukan minuman beralkohol (meskipun sangat menggoda di masa-masa yang sulit ini). "Teh herbal dan air putih adalah trik untuk mencegah ngemil terlalu banyak, karena kita menjadi lebih kenyang setelah minum air putih," kata Yvonne. Well, happy non-snacking, girls!


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: Joe Ciciarelli on Unsplash / Images: GIPHY)