Celebrity

Alika Islamadina & Keluarga Bahas Perbedaan Antar Generasi

  by: Shamira Priyanka Natanagara       25/3/2020
  • Perempuan dengan segala keistimewaannya, telah menorehkan peran tersendiri dalam society. Menyambut International Women's Day yang jatuh pada 8 Maret setiap tahunnya, Cosmo mengundang perempuan dari tiga perwakilan generasi yaitu Alika Islamadina, Yuanita Rohali, dan Atit Rohali untuk berbicara tentang perspektif dan keunikan menjadi perempuan dari setiap masanya. Let's celebrate the power of women! 


     ALIKA ISLAMADINA 

    Menurut saya, perempuan di masa kini itu… 

    Walau saya tidak pernah mengalami menjadi perempuan di generasi enin dan mama, tetapi saya rasa perempuan sekarang lebih bebas menjadi diri sendiri dan melakukan hal-hal sesuai keinginan mereka. Karena seiring berjalannya waktu pikiran orang-orang juga jadi lebih terbuka. Lahan bagi perempuan untuk berkarya dan berkarier pun lebih luas di zaman sekarang. 




    Ekspektasi terhadap perempuan saat ini menurut saya justru...

    Meskipun sekarang perempuan lebih bebas berekspresi, tapi saya rasa ekspektasi perempuan kini lebih tinggi dengan adanya media sosial. Terlebih dengan informasi yang saat ini lebih mudah menyebar, entah mengapa justru membuat orang rajin membanding-banding sesama perempuan. Mereka seolah merasa berhak untuk campur tangan dengan kehidupan kita. It puts pressure on us to please people. 


    Cara saya menyatukan perbedaan antar generasi di keluarga saya...

    Jika ada perbedaan opini antara saya, ibu, dan enin, kami berusaha untuk membuka pikiran satu sama lain. Dan seiring berjalannya waktu, saya rasa ibu dan nenek saya mulai memahami kebutuhan perempuan masa kini.


    Hal yang paling saya kagumi dari mama saya adalah… 

    Dirinya yang energik. Ia bisa melakukan segalanya. Dan walaupun sibuk berkarier, ia selalu ingat untuk menjaga anggota keluarganya.


    Pesan saya untuk perempuan yang membaca artikel ini...

    Just do what you want to do! Sebagai perempuan, jangan terlalu peduli akan perkataan orang lain, karena ada banyak sekali hal yang bisa dilakukan oleh perempuan di dunia ini.




     YUANITA ROHALI 

    Perbedaan yang paling terasa antara perempuan di generasi saya dan generasi ibu saya adalah… 

    Sebagai perempuan yang hidup di masa transisi antara generasi ibu saya menuju ke generasi modern seperti Alika, yang saya lihat perempuan di era saya sudah mulai catch up pada banyak hal. Seperti dari sisi pendidikan, semakin banyak perempuan meraih gelar akademik, serta dari sisi aspirasi perempuan pun lebih bebas dalam beraspirasi. Lalu mulai lebih percaya diri untuk meniti karier, dan kami pun lebih sering beraktivitas di luar rumah daripada perempuan di generasi sebelumnya.


    Menurut saya, teknologi di zaman kini itu… 

    Membuat saya lebih mudah untuk berkomunikasi, sehingga tidak sulit bagi saya untuk menghubungi Alika dan ibu saya jika khawatir, dan sebaliknya. Dan secara tidak sadar, cara berkomunikasi di masa kini membuat saya lebih menyadari akan kualitas hubungan keluarga kami.


    Hal yang paling saya kagumi dari ibu saya adalah…

    Rasa kepeduliannya yang luar biasa dan kasih sayangnya yang tulus. Ia tidak pandang bulu, mulai dari keluarga, teman, hingga tetangga pun rela ia bantu.


    Lalu perbedaan tradisi kencan antara generasi saya dan generasi Alika yang paling terasa ialah...

    Berdasarkan pengamatan saya, sepertinya remaja zaman kini jarang malam mingguan—jarang diapelin! Rasanya saat masih remaja saya dan para teman rajin nongkrong di rumah. Tapi mungkin karena sekarang opsi untuk berkencan juga lebih beragam—bisa jalan-jalan ke mal, nonton di bioskop, pergi ke kafe, dan sebagainya—maka tradisi ngapel semakin jarang dilakukan. 


    Hal yang paling unik tentang ibu saya adalah… 

    Kelincahannya! I think that’s a unique point. Ada cerita yang berkesan tentang kelincahan ibu saya, yaitu ketika tasnya dicopet saat kami berlibur di Eropa. Ia berteriak untuk menghentikan sang pencopet, lalu dengan berani merebut kembali tasnya sendiri. 




     ATIT ROHALI 

    Perbedaan terbesar antara perempuan di generasi saya, generasi Yuanita, dan generasi Alika adalah… 

    Kemajuan transportasi yang membantu perempuan untuk lebih bebas dalam bergerak.




    Ekspektasi terhadap perempuan di zaman saya kala itu...

    Prioritas perempuan di generasi saya adalah merawat keluarga dan rumah tangga. Jika kami mampu menjaga kebahagiaan keluarga dan memberi pendidikan yang layak untuk anak, ekspektasi masyarakat tersebut terhadap para perempuan rasanya sudah terpenuhi.


    Cara berkomunikasi di zaman saya...

    Saya mengandalkan surat untuk berkomunikasi jarak jauh. Bahkan ketika masih berkencan, saya sempat surat-menyurat antara Indonesia dan Inggris.


    Dan cara saya berkencan saat masih remaja yang paling berkesan...

    Dulu saya dan sang kekasih sering berkencan di sebuah bukit. Kami mengunjungi bukit tersebut menggunakan sepeda motor untuk melihat pemandangan kota Bandung dari atas. 


    Jika ditanya mana yang lebih seru dari sisi cara berkomunikasi zaman dahulu atau zaman sekarang maka jawabannya...

    Tentu saja zaman kini! Bahkan saya juga menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman saya. 


    Nasihat paling berkesan yang pernah saya berikan kepada anak-anak saya...

    Jika Anda terlalu keras pada anak, maka lebih keras lagi pula ia akan membantah Anda.


    Teks oleh: Giovani Untari & Shamira Natanagara

    Fotografer: Saeffie Adjie Badas

    Stylist: Hendry Leo Liany

    Digital Imaging: Veby Citra

    Makeup Artist Atit Rohali: Obby Farhobi (@ObbyMakeup)

    Makeup Artist Alika Islamadina & Yuanita Rohali: Jeinita Burnama Ante (@JeinitaAnte)

    Hairdo & Hijab Stylist: Eka Sari Wahyuni (@EkaHair)

    Opening Image: S. Dewantara


    Wardrobe:

    Alika Islamadina: White dress, Peggy Hartanto at Masari Store; Tulle dress, Sapto Djojokartiko

    Yuanita Rohali: White dress and blazer, Wilsen Willim; Tulle kaftan, Sapto Djojokartiko

    Atit Rohali: White dress, koleksi pribadi; Tulle kaftan, Sapto Djojokartiko