Love & Sex

Ini 7 Alasan Mengapa Si Dia Tidak Membalas Pesan Chat Kamu

  by: Alvin Yoga       28/3/2020
  • Hi, dear. Di masa-masa social *dan physical* distancing seperti sekarang ini, kamu dan pria incaran memang (disarankan) hanya bisa bertemu lewat video-call... atau telepon. Selain kedua opsi tersebut, berkirim pesan tentu sudah menjadi rutinitas. Tapi apa jadinya kalau si dia tidak kunjung membalas pesanmu? Kesal? Sudah pasti. Ingin tahu alasannya? Relationship expert sekaligus love coach asal Inggris, Matthew Hussey, *akhirnya* memberi penjelasan yang masuk akal mengapa si dia tidak membalas chat kamu - meski statusnya di media sosial baru saja ON. Ugh!


    1. Ia bosan dengan isi pesanmu

    Apakah kamu sering mengirim pesan berisikan, “Hey, sedang apa?” atau “Makan siang apa tadi?”? Kalau kamu sering melakukannya, kemungkinan besar ia malas menjawab pesanmu karena, well, pertanyaan tersebut sangaaat membosankan, dan percakapan kalian pasti akan terasa “kering” karena tak ada informasi berarti apapun yang bisa menjadi bahan obrolan menarik.



    Berkirim pesan seharusnya menjadi suatu kegiatan yang kreatif, menyenangkan, dan ada sedikit elemen “flirting” di dalamnya (karena kalau tidak, what’s the point?). Bukan berarti kamu tak boleh menanyakan pertanyaan tersebut – sesekali jelas boleh, tapi mungkin hanya 10 persen alih-alih 90 persen dari isi percakapan kalian.


    2. Sejujurnya, ia mulai merasa tak tertarik dengan kamu

    Bahkan, beberapa pria tak ingin menjawab pesan kamu bukan karena mereka tak lagi tertarik, melainkan tak pernah tertarik denganmu. “Lalu, kenapa ia sempat membalas pesan saya,” inilah pertanyaan yang sering kalian tanyakan. Jawabannya: Mungkin saat itu ia sedang butuh perhatian, atau mungkin ia sedang bosan, atau mungkin ia sedang bertanya-tanya mengapa perempuan yang ia incar tidak lagi menjawab pesannya dan ia ingin mengetes apakah isi pesannya memang aneh.

    Untuk menghindari skenario ini di masa depan, pilih pria yang memang terlihat berkomitmen untuk mendekatimu sejak ia mengirim pesan pertama. Kalau ia sering menjawab pertanyaanmu dengan satu sampai tiga kata, tak pernah menanyakan apapun, sering melontarkan balasan yang kasar, dan sering “menghilang” tanpa alasan yang jelas, ini artinya ia tak pernah benar-benar tertarik dengan kamu. Best to save your energy for a guy who’s actually worthy of it.


    3. Ia bertemu orang lain

    We’ve all been there. Berkirim pesan dengan seseorang, merasa semakin dekat dengan orang tersebut, merasa punya chemistry, dan kemudian dor! Kamu kemudian bertemu dengan pria lain, orang tersebut mencuri hatimu, dan kemudian kamu lupa bahwa ada orang lain yang tadinya dekat dengan kamu. Kita melakukan hal tersebut. Pria juga melakukannya. It’s called falling in love.

    Tentu saja, bagian yang menyedihkan adalah si dia tak akan secara jujur menjelaskan hal tersebut padamu. Yang akan terjadi hanyalah si dia berhenti mengirim pesan, lalu menghilang tanpa alasan yang jelas - istilah ini kita kenal dengan ghosting. Tapi jika ia menjelaskan padamu bahwa ia sedang dekat dengan seseorang, jawab saja, “Ok, senang bertemu denganmu btw,” dan move on. Ada banyak hal yang harus kamu lakukan selain memikirkan seorang pria yang mengejar perempuan lain!


    4. Ia tak yakin kamu menyukainya

    Kalau kamu tak pernah memberinya pujian atau “tanda” bahwa kamu menyukainya, kemungkinan besar ia menjauhimu karena ia merasa kamu tak menyukainya. Jadi ingat: jangan terlalu menjaga jarak dan beri ia tanda bahwa kamu menyukainya! Semisal, kirim ia emoji yang cute ketika kamu ingin mengakhiri pesan, atau puji ia ketika ia berhasil melakukan sesuatu – pria suka dengan perempuan yang bisa membuat dirinya merasa berharga (tapi pastikan bahwa kamu berusaha untuk menyeimbangkan hal tersebut dengan tidak terlalu sering berkirim pesan dan mencari-cari si dia).




    5. Ia merasa ia sudah melakukan yang terbaik

    Pria suka menjadi pihak yang “mengejar”, tapi mereka juga tak ingin menjadi satu-satunya pihak yang melakukan hal itu – termasuk untuk urusan memulai percakapan. Jadi satu-satunya alasan mengapa ia tak ingin membalas pesan mungkin karena ia malas menjadi satu-satunya pihak yang selalu memulai percakapan.

    Kalau kamu berpikir, “Pria harus menjadi pihak yang memulai duluan”, saatnya berpikir ulang. Suatu hubungan yang sehat adalah ketika kedua pihak sama-sama berusaha mempertahankan hubungan – hari ini ia yang memulai percakapan, besok giliran kamu, begitulah.

    Ok, mungkin tak perlu betul-betul seperti itu, tapi setidaknya kamu mengerti konsepnya. Pastikan ia tak menjadi satu-satunya orang yang mengejarmu, atau sebaliknya, kamu menjadi satu-satunya orang yang mengejar dia.


    6. Ia terlalu sibuk

    Faktanya, ada beberapa pria di luar sana yang saat ini sedang tak ingin memberikan waktunya untuk mendekati seorang perempuan. Mungkin saat ini ia sedang fokus pada kariernya, atau ia sedang ingin traveling selama beberapa bulan dan tak ingin membuat seorang perempuan merindukannya. Apapun alasannya, tak perlu membuang-buang waktu. Kalau ia berkata, “Maaf, aku sedang sibuk” lebih dari satu kali, let this one go. Habiskan waktumu dengan orang yang lebih menghargai usaha dan waktumu.


    7. Ia tak suka berkirim pesan

    Ini bisa menjadi alasan yang buruk, tapi memang ada beberapa pria yang malas mengetik pesan di ponselnya. Kalau hal ini terjadi padamu, coba pikir kembali, apakah si dia lebih sering menelepon kamu alih-alih mengirimkan pesan atau mengirim emoji? Kalau ya, mungkin ia memang lebih suka berkomunikasi secara langsung. Tak mengirim pesan tak selalu berarti ia tak peduli pada kamu – lihat tanda-tanda lain yang menunjukkan bahwa ia berusaha untuk mencari tahu keadaanmu dan peduli padamu tanpa perlu sering-sering menggerakkan jarinya di atas layar ponsel. Judge him on his actions, not his preferred mode of communication.


    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Volodymyr Hryshchenko on Unsplash)