Better You

Nyeri Saat Aktivitas Seks? Kenali 4 Hal Tentang Vaginismus!

  by: Giovani Untari       29/3/2020
  • Rasa sakit yang selalu menyertai saat melakukan hubungan seksual bisa jadi pertanda masalah Miss Cheerful serius seperti vaginismus. Mari mengenal lebih dekat the-V-factor ini!


    1. APA SEBENARNYA VAGINISMUS?

    Menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, MKes vaginismus adalah kontraksi otot di sekitar vagina yang tidak disadari dan tidak dapat dikontrol. Beberapa pertanda dari disfungsi seksual ini antara lain: susah atau tidak bisa melakukan penetrasi saat akan berhubungan seks, perasaan nyeri / sakit saat sedang berhubungan seksual yang tidak kunjung hilang (ada kalanya sakit saat awal penetrasi, setelahnya sakit menghilang seiring dengan semakin basahnya Miss Cheerful). Merasa familiar atau pernah mengalaminya?




    2. APAKAH INI HAL YANG NORMAL TERJADI?

    Meski terdengar serius, sebenarnya vaginismus adalah hal yang umum dialami oleh para perempuan. “Vaginismus memang bisa terjadi pada semua perempuan dalam fase kehidupannya walau umumnya bersifat sekunder, bukan primer (seumur hidup),” tukas dr. Ardiansjah. Bahkan riset dari situs gerakan Vaginismus Awarness menyatakan 2 dari 1.000 perempuan di dunia mengalami vaginismus dalam skala moderate. Sedangkan 53% perempuan yang merasakan vaginismus ini berada di rentan usia 25 – 35 tahun. 



    3. MENGAPA PEREMPUAN BISA MENGALAMI VAGINISMUS?

    “Penyebab terjadinya vaginismus sebenarnya terbagi menjadi dua. Yang pertama faktor fisik / organik seperti adanya kelainan organ vagina yang disebabkan luka jahitan sehabis persalinan atau infeksi. Serta faktor psikis / anorganik contohnya trauma akibat kekerasan seksual atau akibat pikiran yang selalu menganggap kalau berhubungan seks pertama kali akan sakit,” jelas dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpraktik di Siloam Hospital Semanggi dan Mayapada Hospital Kuningan tersebut.





    4. APAKAH VAGINISMUS BISA DISEMBUHKAN?

    Kabar baiknya bagi penderita vaginismus, hal ini masih bisa disembuhkan dengan beberapa treatment! Hanya sebagian kecil yang tidak bisa disembuhkan dan masuk kategori vaginismus primer. Bantuan pihak medis jelas diperlukan, terutama untuk menggali lebih dalam penyebab vaginismus Anda. Saran dr. Ardiansjah jika vaginismus disebabkan oleh masalah psikis / anorganik maka dibutuhkan terapi psikis, bisa melalui psikiater, psikolog, atau terapi spiritual agar secara mental si penderita bisa mengendalikan ketakutannya.

    “Sedangkan vaginismus yang disebabkan oleh masalah fisik / organik, harus disembuhkan dahulu penyebabnya. Misalnya jika pasien ternyata memiliki kelainan bentuk mulut vagina akibat penjahitan paska persalinan, maka perlu operasi kecil untuk memperbaikinya atau melakukan vagina repair,” tutup dr. Ardiansjah.


    (Giovani Untari / Images: Unsplash.com, Tenor.com / Artikel pernah dimuat di halaman COSMO GYNO pada Cosmopolitan edisi Maret 2020)