Better You

Segala Hal tentang Intermittent Fasting yang Patut Kamu Ketahui!

  by: Giovani Untari       2/3/2021
  • Para ahli penurunan berat badan dan nutrisionis membagikan tips mudah atas metode berpuasa satu ini. Tujuannya: supaya kamu mendapat tubuh yang lebih fit dan fabulous.


    Berpuasa telah menjadi bagian dari evolusi umat manusia. Secara historis, manusia bahkan pernah berada dalam fase kesulitan mendapatkan bahan makanan sepanjang tahunnya. Berpuasa selama beberapa jam juga sebenarnya telah menjadi hal yang lumrah dalam sejumlah agama dan tradisi sosial yang ada di masyarakat dunia. Manusia pada akhirnya, tetap bisa bertahan dan beraktivitas meski tanpa makanan dalam jangka waktu tertentu.






    Sementara itu, beberapa tahun terakhir kita juga mengenal berbagai metode diet, tren terbaru pada dunia kecantikan, fitness, dan juga wellness influencer yang begitu terobsesi untuk tidak makan dalam sejumlah periode waktu yang ditentukan. Salah satu metode yang kita kenal yaitu intermittent fasting.

    Sesuai namanya, jenis puasa ini mengacu pada pola pembagian yang jelas antara waktu makan dan berpuasa. Dua metode yang populer dari intermittent fasting adalah berpuasa selama 16 jam dan kemudian makan selama delapan jam; atau puasa 24 jam penuh selama dua hari dalam seminggu.


    APA YANG MEMBUAT INTERMITTENT FASTING BERBEDA DARI METODE DIET LAINNYA?

    Di sini kamu tetap diperbolehan makan apapun yang diinginkan saat berada di waktu makan. Rasanya inilah yang membuat metode satu ini terlihat begitu menarik bagi banyak orang. Kamu pun bisa terus menjalankan intermittent fasting hingga mencapai goal yang diinginkan. Waktu yang disarankan untuk bisa melihat hasilnya adalah 10 minggu setelah kamu mulai melakukan metode puasa ini.

    Plus, studi menyatakan bahwa intermittent fasting ternyata juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Seperti mampu menurunkan risiko penyakit jantung, mengurangi inflamasi, dan memperlambat proses penuaan. Pakar kecantikan dan wellness, Dr Simal Soin menjelaskan: “Membatasi konsumsi snacks dan makanan pada kurun waktu tertentu dapat mengurangi asupan kalori harian, yang mana ini bisa membantu proses penurunan berat badan. Pola makan dalam intermittent fasting juga mengurangi kadar insulin, sebuah hormon yang memengaruhi kadar gula dalam tubuh. Dengan berkurangnya insulin, hal tersebut turut membantu tubuh menjadi lebih baik dalam proses membakar lemak. Dr Simal pun menambahkan bahwa berpuasa dalam jangka waktu tertentu, membuat kadar metabolisme tubuh meningkat hingga sebesar 3,6 – 14 %.



    Jika hal yang kamu baca di atas langsung menginspirasimu untuk ikut mencoba intermittent fasting, Cosmo memiliki sejumlah trik dan tips dari pakar terpercaya yang siap membantu kamu dalam menjalankannya secara konsisten dan lebih maksimal. Psst, Cosmo juga menyarankan kamu untuk berkonsultasi dengan dokter gizi terlebih dahulu.


    AWALI HARI DENGAN BAIK

    “Mulailah hari dengan mengonsumi buah sebagai makanan pertama di pagi hari, idealnya setelah lima atau 10 menit setelah Anda bangun. Selang satu jam, Anda bisa melanjutkannya dengan minum segelas teh atau susu,” ujar Harshita Dilawari, nutrisionis.


    FOKUS PADA ‘LEMAK BAIK’

    Kenali beberapa tipe lemak, di antaranya: lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda. Keduanya merupakan jenis lemak yang baik bagi kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan. “Pilihlah makanan yang mengandung jenis lemak baik seperti alpukat, tepung almond, yogurt, keju yang tidak diproses, dll. Anda juga bisa mengonsumsi snack yang lebih sehat contohnya kacang-kacangan, keto crackers, hummus atau guacamole dengan sayuran,” jelas Sumaya Dalmia, seorang nutrisionis dan pakar wellness.





    PILIHLAH ALTERNATIF MAKANAN YANG LEBIH SEHAT

    “Saat ini sudah banyak restoran yang menawarkan daftar sehat pada pilihan menunya. Jadi tidak ada alasan untuk tidak hidup lebih sehat, bukan? Menu sehat tersebut tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang lebih baik. Misalnya saat memesan pizza, Anda bisa mencari pilihan base adonan yang terbuat dari gandum. Atau saat ingin snack, Anda bisa memilih kacang almond tanpa garam, kacang mede, buah, dan jus segar,” saran Harshita.


    USAHAKAN AGAR TUBUH SELALU TERHIDRASI

    “Minuman dapat membantu mengatasi rasa lapar, terlebih jika Anda menjalani pola intermittent fasting dengan pola 16:8 (Anda bisa makan selama delapan jam lalu berpuasa selama 16 jam). Minum air putih yang cukup sepanjang harinya bisa membantu tubuh mengurangi jumlah kalori yang masuk. Sebab tak jarang kita mengartikan sinyal haus sebagai rasa lapar,” ujar Vandana Luthra, Founder dan CEO dari VLCC Healthcare.




    HINDARI MAKAN DALAM PORSI BERLEBIHAN

    “Menjaga porsi makan setelah berpuasa juga menjadi hal yang krusial,” tambah Vandana. Hindari makan dalam jumlah yang banyak atau mengonsumsi junk food saat waktu makan Anda. Atur pola makan sebaik mungkin untuk memperoleh manfaat kesehatan yang maksimum.


    TERAPKAN POLA HIDUP AKTIF

    “Berolahraga selama 30 menit sehari pun sangat penting. Anda bisa memilih melakukan olahraga yang disukai seperti yoga, latihan angkat beban, kardio, dll. Konsisten pada aktivitas workout Anda akan membuat hasil intermittent fasting menjadi semakin efektif,” ujar Dr. Simal.





    (Giovani Untari / FT / Images: Dok. Lookstudi for Freepik.com, Photo by Brooke Lark on Unsplash, Tenor.com / Artikel pernah dimuat di halaman Major Health E-Magazine Cosmopolitan Indonesia edisi Januari - Februari 2021 / Disadur dari Cosmopolitan India dengan judul Everything You Need to Know About Intermittent Fasting / Penulis asli: Arpita Kala)