Beauty

Semua Yang Perlu Kamu Tahu Mengenai Adult Acne

  by: Fariza Rahmadinna       5/3/2021
  • Masih ingat dengan masa remajamu, ketika masalah hidup hanyalah ’duh, kenapa jerawat ini tidak kunjung hilang’? Menurut informasi yang disajikan pada pertemuan tahunan American Academy of Dermatology pada tahun 2012 menemukan bahwa jerawat memang memengaruhi lebih dari 50% wanita yang berusia antara 20 dan 29 tahun. Akan tetapi, jerawat bisa kembali menghantui meski kamu sudah berusia 40 tahun ke atas, dan masalah ini disebut dengan adult acne


    Apa itu adult acne dan apa bedanya dengan jerawat remaja?




    Ketika mengalami adult acne, penyebabnya bukan lagi sekadar faktor hormonal seperti yang kamu alami di masa remaja. Jika kamu belum tahu, munculnya jerawat di masa remaja biasanya disebabkan oleh peningkatan produksi hormon androgen yang mengakibatkan produksi sebum berlebih, lalu menutup folikel rambut pada kulit dan akhirnya meningkatkan perkembangkan bakteri P.acnes.


    Sementara itu, jerawat dewasa (adult acne) atau dikenal juga dengan postadolescent acne, biasanya tumbuh lapisan kulit yang lebih dalam sehingga memberikan efek rasa sakit dan yang paling menyebalkan: meninggalkan bekas gelap dalam jangka waktu panjang.


    Jadi, apa penyebab munculnya adult acne?


    Lifestyle yang buruk


    Menurut Dr. Edwin Tanihaha Sp.KK, Dip. AAAM, MHKes, FKCCS, adult acne bisa disebabkan oleh gaya hidup yang buruk. Tidur kurang dari 7 jam, merokok, atau rutin berada di ruangan penuh asap rokok dapat memicu berkembangnya jerawat dewasa. Tak hanya itu saja, makanan dan minuman yang kamu konsumsi juga dapat menjadi pemicu munculnya adult acne.


    Saran Cosmo, kurangi kadar santan, gula, kacang-kacangan, dairy, alkohol, dan makanan yang mengandung iodin (lobster, udang, kepiting, bayam dan seaweed), agar kulit wajah kamu tetap segar, sehat, awet muda, dan terhindar dari adult acne. Kandungan iodin itu sendiri sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan masalah jerawat, tapi reaksinya bisa terjadi usai berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah masa konsumsi. Oh, no!


    Stres


    Dr. Edwin Tanihaha juga menjelaskan bahwa stres dapat memicu munculnya adult acne. Saat kadar stres meningkat, kelenjar adrenal dalam tubuh menciptakan hormon kortisol yang bekerja membantu tubuh mengurangi kadar stres. Namun sayangnya, hormon tersebut juga memproduksi testosteron, yang pada tubuh wanita akan memicu kelenjar minyak untuk menghasilkan lebih banyak minyak yang menjadi penyebab munculnya jerawat.


    Makeup, Kosmetik, dan Produk Kecantikan Lainnya


    Berdasarkan jurnal yang berjudul Acne Cosmetica, makeup, kosmetik, dan produk kecantikan lainnya berisiko menutup pori-pori wajah dan menyebabkan jerawat, terlebih jika tidak kamu bersihkan dengan optimal. Jadi, pastikan kamu memilih formula produk kecantikan yang sesuai dengan jenis kulit,dan selalu ikuti petunjuk pemakaian.


    Faktor Genetik


    Sebuah penelitian yang dipublikasikan di National Library of Medicine yang melibatkan pasien dengan jerawat parah (antara 25-55 tahun), menemukan bahwa sekitar 50% dari mereka memiliki kerabat tingkat pertama (orang tua atau saudara kandung) dengan jerawat dewasa (adult acne). Dengan kata lain, jerawat dewasa (adult acne) dapat dialami karena adanya faktor genetika.


    Adanya Kondisi Kesehatan Tertentu


    Melansir dari laman Self, menurut American Academy of Dermatology, munculnya jerawat dewasa dapat menjadi indikasi adalah gejala kondisi kesehatan tertentu. Misalnya, satu kondisi terkait hormon yang menyebabkan jerawat adalah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), suatu kondisi yang ditandai dengan gejala seperti menstruasi yang tidak teratur, facial hair, dan kenaikan berat badan. Kondisi kesehatan ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, sehingga menyebabkan peningkatan kadar androgen dalam tubuh wanita, yang menjadi pemicu jerawat.


    Cara Mengatasi Adult Acne, Masalah Jerawat di Usia Dewasa


    Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah adult acne adalah dengan melakukan perawatan topikal menggunakan bahan anti jerawat. Ingatlah bahwa tidak semua produk atau bahan akan berfungsi baik bagi semua orang, dan produk-produk tersebut perlu digunakan secara konsisten selama beberapa minggu sebelum perubahannya terlihat pada kulit. Check this out!


    Asam Salisilat


    Asam salisilat (Salicylic Acid) dapat digunakan sebagai agen komedolitik yang artinya berfungsi untuk mencegah komedo. Selain itu, asam salisilat juga dapat membantu mengatasi masalah jerawat, karena bersifat oil-soluble, yang memungkinkannya bekerja dengan menghentikan penyumbatan di pori-pori wajah. Dengan begitu, bahan ini mampu mencegah munculnya jerawat pada kulit, bahkan menurut jurnal yang dipublikasikan di National Library of Medicine, asam salisilat dapat membantu mengobati jerawat ringan hingga sedang.


    Benzoyl Peroxide


    Benzoyl peroxide adalah salah satu bahan paling umum digunakan untuk mengobati jerawat. Obat topikal ini memiliki sifat antibakteri dan dapat mengobati jerawat ringan hingga sedang, yang biasanya tersedia dalam berbagai konsentrasi seperti krim, lotion, dan gel. Bahan anti jerawat ini bekerja membunuh bakteri penyebab jerawat sekaligus mengeksfoliasi pori-pori. Namun sayangnya, benzoyl peroxide berpotensi untuk membuat kulit kemerahan dan iritasi. Oleh karena itu, hentikan pemakaian dan hindari obat jerawat dengan kandungan ini, jika sudah muncul tanda-tanda iritasi.


    Retinol


    Menurut Dr. Julia Tzu M.D, dermatologist, retinoid adalah turunan vitamin A, termasuk retinol, retinal (retinaldehyde), dan asam retinoat, yang sangat efektif untuk jerawat dan anti penuaan. Lebih lanjut, studi tahun 2007 menunjukan bahwa vitamin A telah dikenal dapat mengurangi garis-garis halus dan kerutan, meningkatkan produksi kolagen, yang meningkatkan elastisitas kulit, memperbaiki penampilan kulit, mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas, dan mencegah jerawat. Baca lebih jauh mengenai retinol di sini.


    Eksfoliasi


    Dikutip dari Self, menurut Dr. Neal Schultz, seorang dokter kulit New York City, eksfoliasi atau pengelupasan kulit adalah hal paling penting yang dapat dilakukan secara rutin untuk memerangi jerawat baik dalam hal mencegah atau mengobatinya. Eksfoliator bekerja dengan cara membersihkan pori-pori dan mencegah penyumbatan, sehingga dapat membantu mencegah timbulnya jerawat. Tentu jangan lupa gunakan eksfoliator yang lembut untuk kulit kamu.


    Obat Oral


    Sebagaimana diketahui, adult acne biasanya berada jauh di dalam lapisan kulit, lebih menyakitkan dibandingkan dengan jerawat remaja, serta cenderung meninggalkan bekas jerawat menghitam. Karena alasan itulah tidak sedikit orang yang mengeluhkan bahwa perawatan topikal tidak mampu mengatasi jerawat ini. Lebih baik jika kamu berkonsultasi dengan dokter kulit. Dokter biasanya akan meresepkan obat oral, seperti retinoid oral (isotretinoin) dan spironolakton, untuk mengatasi masalah kulit adult acne.


    Selain itu, dokter kulit juga mungkin akan menyarankan kamu untuk mendapatkan suntikan kortison untuk mengatasi jerawat membandel. Menurut Dr. Tzu, suntikan kortison adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi jerawat menyakitkan yang berada jauh di dalam kulit. Jadi jika tips di atas tidak dapat mengurangi masalah adult acne yang kamu hadapi, Cosmo sarankan segera melakukan konsultasi dengan ahli dermatologi.




    (Fariza Rahmadiina/VA/Image: Dok. Polina Tankilevitch on Pexels)