Love & Sex

30 Tanda Kamu Benar-Benar Sedang Jatuh Cinta

  by: Kissy Aprilia       6/3/2021
  • Jatuh cinta adalah hal termudah di dunia. Akan tetapi, rasa yang dialami setiap orang tentu berbeda-beda. Tapi ada beberapa hal dasar yang terjadi pada sebagian besar orang ketika sedang jatuh cinta. Kalau kamu masih belum yakin dengan persaanmu sendiri, here are the things:





    1. “Ex, Who?”

    Tanpa sadar, kamu sudah tidak lagi menguntit sosial media mantan pacar, bahkan menge-skip Instagram story yang dia posting? That’s a good news. Menurut Rhonda Mattox, MD, psikiatris dan konsultan kesehatan mental, itu artinya kamu sudah merasa lebih terikat dengan kenangan baru yang tercipta bersama the new one. 

           


    2. Lebih senang cuddle dibanding have sex!

    Yup, cuddling = emotional feels. “Kalau kamu merasa antusias untuk cuddling semalaman seperti saat ingin berhubungan seks, kamu mulai memiliki perasaan cinta yang sesungguhnya,” ungkap Nicole Moore, seorang pakar dating dan relationship. Nicole juga mengungkapkan bahwa kalau muncul rasa bahagia dan aman saat bersandar di dadanya, ini adalah titik puncak seperti halnya orgasme. 

           

    3. Tidak lagi menunggu balasan chat-nya.

    Di fase awal hubungan, kamu pasti pernah menghitung seberapa lama dia membalas pesanmu dan hal itu menjadi pertimbangan untuk menentukan jarak waktu yang kamu perlu untuk membalasnya. Right? Ketika kamu sudah tidak lagi mementingkan hal tersebut, berarti kamu sudah yakin; dia akan selalu mencarimu dan tidak ghosting. Goals!

           

    4. Kamu merapikan area personalnya.

    Jika kamu bahkan malas menggantung handuk, tapi tanpa sadar merapikan pakaiannya yang berserakan di kamar saat sedang berkunjung ke apartment-nya, mungkin kamu sedang menunjukan bahasa cinta ‘acts of service’.

           

    5. Sadar kalau SEMUANYA mengingatkanmu akan dia.

    Literally e-ve-ry-thing! Saat makan french fries, kamu ingat kalau itu adalah pesanan favoritnya di McD. Sedang mendengar lagu Celine Dion, oh.. dia pernah bercerita kalau ini adalah musisi favorit ibunya! 

           

    6. Tidak mengkhawatir zodiaknya.

    Tentu saja mengetahui zodiak si dia itu penting! Tapi bedanya, kali ini kamu bahkan tidak khawatir dengan zodiaknya yang terkenal flirty, karena kamu yakin dia tidak seperti itu.

           

    7. Saat mantan muncul, kamu tidak lagi terpengaruh.

    Ketika muncul notifikasi dari mantan pacar dan dia mengajakmu untuk hangout, kamu tidak lagi merasa tertarik. Sorry, maybe next time!

           

    8. Kamu tidak takut tersakiti.

    This: seringkali kita berpikir bahwa berani mencintai itu berarti siap untuk tersakiti. Mungkin itu benar, tapi itu bukanlah cinta yang sesungguhnya. Orang yang benar-benar mencintaimu tidak akan membuatmu merasa ragu atau berisiko terluka.

           

    9. It feels super easy.

    Menjalani hubungan memang perlu usaha. Tapi jatuh cinta dengan seseorang itu adalah hal natural, bahkan tidak memerlukan usaha sama sekali.

           

    10. Aktivitas kencanmu tidak selalu seru.

    Karena kamu sudah merasa bahagia saat duduk berdua bersamanya, bahkan tanpa perlu melakukan apapun. You just feel it soooo right~

           

    11. Merencanakan hal-hal untuk kalian berdua.

    Tanpa sadar bahwa itu adalah pembicaraan tentang masa depan. Kamu tidak merasa aneh untuk menceritakan persiapan kerja atau rencana dekor rumah di akhir tahun, karena dia akan ada di sana bersamamu.

           

    12. You say “I miss you” and you mean it.

    Bukan hanya untuk flirting atau dianggap menggemaskan. Ini karena kamu merasa dia sudah menjadi bagian dari hidup, bahkan tanpa ada perasaan nafsu semata.

           

    13. Kamu lupa dengan rasa sakit hati yang sebelumnya.

    Hal-hal yang kamu lewati dengan pasangan baru terasa menyenangkan, sampai kamu tidak lagi terganggu dengan masa lalu. 

     

    14. Mau melakukan hal yang tidak kamu suka.

    Berjalan kaki tidak lagi terasa melelahkan karena kamu bisa menghabiskan quality time sambil membahas semua tentang kalian berdua—plus sesekali bergandengan tangan. SO SWEET!

           

    15. Rela berkorban (sedikit) untuknya.

    Of course, kamu tidak bertanggung jawab penuh akan dirinya, tapi kamu rela membantunya membersihkan apartment di Minggu pagi dari pada brunch bersama teman-teman. 

           



    16. Ketika semuanya ‘berantakan’, dia adalah mood booster.

    Pekerjaan yang padat membuat kamu bad mood seharian, tapi ketika bertemu dengannya kamu bisa kembali merasa tenang dan terhibur. 

           

    17. Kamu merasa aman berada di dekatnya.

    Sulit sekali mendeskripsikan rasa ini. It’s really the best thing in the world. Seperti tidak akan ada hal buruk yang terjadi. 

           

    18. Tidak lagi ‘menjaga image’.

    Sudah berani bernyanyi seperti saat kamu sedang bathroom singing di depan dia? Okay, you’re falling in love with that person. 

           

    19. Dia adalah orang pertama di pikiranmu.

    Kejadian baik atau buruk yang kamu hadapi, dia adalah orang pertama yang kamu ceritakan.   

           

    20. Tidak khawatir membuatnya ilfeel.

    Kamu merasa cukup nyaman untuk menangis di hadapannya, atau memperlihatkan foto-foto masa remaja yang memalukan, karena kamu tahu dia akan tetap berada di sisimu.

           

    21. Semua terasa menyenangkan dengannya. 

    Apapun yang kamu lakukan, walau hanya sekadar berbelanja kebutuhan harian ke mini market, terasa lebih menyenangkan (dan romantis) jika kamu bersama dengan orang yang tepat.

           

    22. Dia menjengkelkan, tapi kamu tetap ingin di dekatnya.

    Ini seperti mengatakan, “I love you, but I don’t like you right now”. Ada kalanya kamu merasa dia menjengkelkan, tapi bukan berarti kamu ingin meninggalkannya. 

           

    23. Terbiasa dengan telepon darinya.

    Let’s be honest. Ada fasenya kamu bertingkah freak ketika muncul notifikasi telepon darinya di smartphone-mu! Dan hal itu perlahan berkurang karena menelepon sudah menjadi kebiasaan di antara kalian. 


    24. Kamu merasakan kesedihannya.

    Bukan hanya simpati, tapi kalian berdua sama-sama merasakan terkoneksi dengan kesedihan yang nyata.

           

    25. Terhibur melihat foto masa kecilnya yang menggemaskan!

    Dan kamu menyimak cerita masa kecilnya yang (sejujurnya) bertele-tele, tapi mendengarnnya saja terasa menyenangkan.

           

    26. It’s okay to stay in and do nothing.

    Kalau biasanya kamu selalu ingin mengunjungi coffee shop baru, sekarang kamu menikmati akhir pekan di rumah asalkan bersama si dia.  

           

    27. Menunjukannya hal-hal favoritmu. 

    Bukan karena kamu ingin dia menyukai hal yang kamu sukai, tetapi kamu ingin dia mengenali dirimu lebih dalam lagi. 

           

    28. Kamu menahan diri untuk membicarakannya di depan teman-teman.

    Karena banyak sekali hal tentangnya yang ingin kamu ceritakan kepada teman-teman, namun harus kamu tahan demi menghormati mereka semua.

           

    29. Mulai ingin mengenalkannya kepada keluarga.

    Alasannya, kamu ingin tahu apakah dia bisa beradaptasi dengan keluragamu dan juga memperkenalkan sosok yang selama ini selalu ada di sampingmu kepada keluarga. 

           

    30. Kamu ingin melakukan hal yang sudah pernah kamu lakukan, tapi bersama dengannya. 

    Ketika kamu teringat dengan indahnya sunrise dan dinginnya udara di Gunung Bromo, kamu ingin bisa kembali ke sana bersamanya untuk menikmati momen tersebut—mungkin sambil melakukan hal yang romantis? Ugh, you’re really in love!


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan US / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Kissy Aprilia / Image: Andrea Rio on Unsplash.com)