Celebrity

Empowering! Cara Hannah Al Rashid Memaknai Kekuatan Perempuan

  by: Givania Diwiya Citta       8/3/2021
  • Selamat Hari Perempuan Internasional, ladies! Jangan berhenti merayakan kekuatan serta warisan perjuangan perempuan hingga hari ini, karena bersama Hannah Al Rashid, kita diajak untuk mengingat ketangguhan yang unik hanya dimiliki perempuan, sekaligus caranya untuk menyalurkan kekuatan energi tersebut pada sesama. Girl power IRL!


    Dalam memperingati Hari Perempuan Internasional dan Women’s History Month pada bulan Maret, bagaimana cara kamu memaknai dan merayakan momen yang didedikasikan untuk perempuan ini?

    Biasanya, kalau sedang di Jakarta, saya akan mengikuti Women’s March Jakarta. Karena bagi saya, itu adalah momen yang paling pas untuk merayakan Hari Perempuan Internasional, di mana semua orang yang peduli dengan isu perempuan akan berkumpul dan bisa merayakan kehebatan perempuan Indonesia. Selain turun ke jalan, saya juga memiliki beberapa kegiatan online serta event yang bisa diikuti untuk merayakan kehebatan perempuan Indonesia.




    Bagaimana kamu mendeskripsikan kekuatan sesungguhnya dari seorang perempuan?

    Menurut saya, kalau memikirkan kata perempuan, saya sering kali mengaitkannya dengan struggle. Karena di negara dengan budaya patriarki, perempuan masih dianggap sebagai second-class citizen. Tapi dari struggle tersebut, justru muncul kekuatan yang luar biasa. We are resilient. Perempuan identik dengan kejatuhan, tapi ia selalu mampu bangkit kembali. Dan kebangkitan itulah kekuatan sesungguhnya dari seorang perempuan.




    Ilustrasi oleh Ykha Amelz.


    Menurut kamu, apa aksi kecil yang bisa perempuan lakukan untuk menjadi berdaya dan mampu membuat impact, baik bagi dirinya sendiri, lingkungannya, hingga komunitasnya?

    Hal kecil yang bisa dilakukan adalah menjadi aware dengan lingkungan kita sendiri, serta situasi orang lain. Bagaimana caranya kita bisa terlibat untuk membuat impact? Knowing what’s happening around you. Ketika kamu tahu apa yang sedang terjadi di sekitar, semoga kamu bisa ikut gerakan ini, bisa tergabung dalam diskusi sosial ini, dan bisa bergabung dalam perjuangan untuk tujuan yang sama. Dan hal yang paling mendasar adalah terus mengedukasi diri sendiri, teruslah mencari pengetahuan. Supaya kampanye apapun yang kita dukung, setidaknya kita paham tentang kasus tersebut, dan kita melek terhadapnya. Perjuangan perempuan untuk meraih keadilan harus dibarengi dengan edukasi konstan dan introspeksi diri agar kita bisa mengadvokasi dengan lebih baik lagi. 


    Apa saja hal-hal yang kamu lakukan untuk diri sendiri agar selalu merasa berdaya dan kuat?

    Saya selalu berusaha untuk mengingatkan diri sendiri tentang kekuatan saya, tentang self-worth saya. Bahwa saya adalah orang yang mandiri, punya prinsip kuat, dan bisa terus mengedukasi diri serta kekuatan saya di situ. Salah satu cara agar saya bisa merasa paling berdaya, adalah ketika saya bisa membantu orang lain. Saya merasa paling berdaya ketika saya bisa mengangkat perempuan lain supaya mereka merasakan energi yang sama. 


    Adakah satu nasihat terbaik dari sosok mentor perempuan yang pernah kamu terima, yang kamu jadikan prinsip untuk mengarungi karier ataupun kehidupan sehari-hari?

    Nasihat terbaik yang pernah saya dapat adalah dari ibu saya sendiri. Ia menegaskan bahwa sebagai perempuan, saya harus benar-benar independen. Itulah yang saya aplikasikan ke dalam setiap aspek hidup saya. Baik itu dalam karier, ataupun hubungan, sekalipun pendidikan, saya selalu harus sadar bahwa yang akan membuat roda hidup berjalan adalah diri saya sendiri. I have to be independent and I have to be able to depend on myself, and not depend on someone else. Itulah nasihat terbaik, menjadi perempuan yang mandiri adalah ekual dengan menjadi perempuan yang berdaya.


    Menjadi perempuan yang mandiri adalah ekual dengan menjadi perempuan yang berdaya.


    Menurut Anda, faktor apa saja yang bisa membuat seorang perempuan sukses, baik dalam konteks karier ataupun kehidupan personal? 

    Menurut saya, hanya perempuan itu sendiri yang bisa mengartikan sukses untuk dirinya. How do you define success? Kalau saya pribadi, saya merasa sukses di saat saya bisa mencapai sesuatu karena usaha saya sendiri. That sense of independence and hard work is extremely important to me. Dan itu bisa diaplikasikan ke dalam karier ataupun dalam kehidupan personal saya. Salah satu faktor yang turut bisa memengaruhi persepsi sukses saya adalah perasaan saya terhadap suatu momen. If I’m happy with my career, if I’m happy with my personal life, then I feel that I am successful. 




    Pernah menghadapi tantangan terberat dalam karier karena masih ada batasan dalam gender di bidang kerja tersebut? Jika pernah, bagaimana kamu menghadapinya?

    Salah satu tantangan terberat dalam karier adalah saat saya mengalami pelecehan seksual di lokasi shooting. Karena itu menjadi sesuatu yang sangat bisa menghambat perkembangan karier saya. Menjadi korban dari pelecehan seksual itu membawa banyak trauma, stres, dan ketidaknyamanan di tempat kerja. Padahal setiap orang berhak untuk bekerja di situasi yang nyaman dan aman. Akhirnya perasaan tak nyaman tersebut menjadi tantangan yang terberat, karena efek dari menjadi korban pelecehan seksual tidak hanya berakhir ketika project tersebut selesai. Tapi perasaan mengidap PTSD hingga trauma, bisa saya rasakan sepanjang karier. Itu pun bisa memengaruhi pilihan-pilihan yang saya ambil, atau terhadap bagaimana saya berperilaku di lokasi kerja. Tapi, momen terberat itu saya jadikan motivasi untuk meningkatkan kesadaran tentang isu ini. Saya menjadikannya motivasi untuk membuat orang sadar bahwa isu ini nyata, dan semoga kita semua bisa mengadvokasi untuk mengubah kondisi jadi lebih baik dan bijaksana, hingga menghentikan pelecehan seksual di tempat kerja. 



    Menurut kamu, mengapa penting untuk saling mendorong perempuan agar sama-sama maju? Dan apa hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan kepada sesama perempuan untuk saling memberi dukungan dan kekuatan?

    Dalam pengalaman saya, terkadang istilah women supporting women jadi sesuatu yang tidak nyata. Karena kenyataannya, lebih banyak perempuan yang saling menjatuhkan satu sama lain. Memang penting untuk kita saling mendorong agar sama-sama maju, tapi kita pun harus lebih menyadari bahwa gagasan ‘tidak mendukung satu sama lain’, itu tercipta oleh sistem. Ia diciptakan oleh patriarki. Contohnya, jika ada lebih banyak kesempatan untuk perempuan, kita pasti tidak akan saling sikut untuk kesempatan tersebut. Jika ada posisi untuk perempuan di perusahaan, pasti para perempuan harus berjuang untuk mendapatkan satu spot tersebut. Kesempatan masihlah sangat sedikit. Sedangkan pria tidak begitu. Tidak pernah ada istilah men supporting men, karena mereka selalu punya banyak kesempatan untuk pria. Menurut saya, yang menjadi salah satu hal penting jika kita berbicara tentang encouraging women adalah pada dasarnya, kita harus sadar bahwa sistem ini membuat kita tidak bisa mendukung satu sama lain. Dan kita harus melawan sistem tersebut. Kita harus buktikan bahwa sistem itu salah. Meski terkadang itu juga berarti berbagi ruang, karena mau tidak mau, kita harus berbagi dari opsi terbatas yang ada. Tapi setidaknya, hal yang paling penting adalah sadar bahwa memang tidak selalu mudah untuk saling mendukung saat pilihan sangat terbatas. Tapi saat kita mendukung satu sama lain dan membangun sisterhood, itu akan memberi perasaan hebat, dan kekuatan itu adalah unik hanya milik kita, perempuan. Oleh karenanya, saya juga selalu berusaha melakukannya dalam apapun, tak terkecuali dalam karier. Jika saya tak mendapat suatu peran spesifik, dan jika akhirnya peran tersebut jatuh kepada orang lain, I remind myself that it serves me more to be positive to encourage other women to do well, daripada fokus bahwa saya gagal mendapat pekerjaan itu. It does more to our fight to encourage every single woman even if it means I got loss. Saya berusaha untuk melihat ke visi yang lebih luas. 


    Tapi saat kita mendukung satu sama lain dan membangun sisterhood, itu akan memberi perasaan hebat, dan kekuatan itu adalah unik hanya milik kita, perempuan.


    Di era modern ini, apa yang paling kamu syukuri dari menjadi seorang perempuan?

    Saya bersyukur terlahir sebagai perempuan, karena perempuan selalu diposisikan sebagai underdog. And I always believe in the underdog. Saya pun bersyukur karena ada banyak sekali perempuan dari generasi sebelum saya yang memperjuangkan hak-hak dan kesempatan yang saya dapatkan sekarang. Saya bangga menjadi bagian dari warisan ini. Women are strong and resilient, and that’s exactly what I want to be.



    Saran apa yang akan kamu beri pada perempuan muda di luar sana yang baru saja memulai perjalanan kariernya serta mimpinya? 

    Jangan meminta maaf atas kecerdasan Anda. Dan jangan biarkan orang melihat Anda hanya sebagai pajangan. Anda ada di sini karena suatu alasan. Use your mind, use your intellect to impress everyone. Dan jangan kecil hati kalau Anda mengalami hal-hal yang bikin frustrasi di tempat kerja. Believe in your power as a woman, and your resilience as a woman. Carilah support system dari perempuan lain yang pernah berada di posisi sama. Karena salah satu kekuatan dari menjadi perempuan adalah kita selalu reinforce satu sama lain. And if we came from that common place of having to struggle, I think it means that we have even more fighting spirit within us. 


    (Givania Diwiya / FT / Images: Dok. Instagram.com/hannahalrashid / Ilustrasi Quotes: Ykha Amelz / Opening Image Layout: Rhani Shakurani)