Career

7 Hal yang Harus Diketahui Perempuan Sebelum Memulai Bisnis

  by: Alvin Yoga       9/3/2021
  • Ingin memulai bisnis di tengah pandemi? Mengapa tidak! Menurut ASEAN Youth Survey 2020 yang dilakukan oleh World Economic Forum terhadap 68.574 anak muda berusia 16 hingga 35 tahun di ASEAN, 31% di antaranya berhasil menemukan model bisnis terbaru dan memilih untuk mulai menjadi entrepreneur di masa pandemi ini. Berniat menjadi salah satu dari para pebisnis muda tersebut? Berikut tujuh saran terbaik dari para entrepreneur perempuan yang berhasil Cosmo kumpulkan. Simak!


    Tunjukkan pada orang-orang mengapa mereka membutuhkan usaha dan bisnismu

    Christina Mercando, founder sekaligus CEO dari Ringly, sebuah perusahaan aksesori dan perhiasan, sempat berkata dalam Women's Entrepreneur Festival tahun 2016 silam di Manhattan, Amerika Serikat, "Jika kamu adalah seorang pebisnis perempuan dan ingin memulai sebuah bisnis yang juga menargetkan perempuan sebagai pembelinya, akan sedikit sulit bagimu karena mayoritas investor adalah pria. Ketika saya pertama kali melakukan pitching terhadap seorang investor—yang adalah seorang pria—mereka tak mengerti produk yang saya jual karena mereka tak menggunakannya. Saya menyadari bahwa kita harus memberikan edukasi terhadap para investor tersebut, jadi saya melakukan banyak riset mengenai mengapa perempuan menginginkan DAN membutuhkan produk saya. Saya kemudian mengetahui bahwa perempuan menghabiskan rata-rata USD$1200 setahun untuk perhiasan. Dan ya, perempuan tak suka menggunakan perhiasan yang sama setiap harinya, jadi mereka membutuhkan lebih dari satu perhiasan di satu waktu. Dengan begini saya bisa menunjukkan bahwa ada kesempatan pasar yang luas di luar sana di hadapan para investor."




    Tahu kapan kamu harus berkata tidak ketika membangun bisnismu

    Jennifer Martin, co-founder dari perusahaan mini-popcorn Pipsnacks, berkata dalam sebuah wawancara, "Saya adalah seorang yang akan berkata 'ya' pada apapun, namun akhirnya saya belajar bahwa berkata 'tidak' bisa menjadi salah satu kunci keputusan yang bijak. Sebuah acara bernama Shark Tank sempat mendekati saya dan saudara lelaki saya ketika perusahaan kami baru saja rintis. Saya sempat berpikir, bagaimana caranya berkata tidak di hadapan 11 juta penonton di saat kamu berpotensi untuk mendapatkan dana tambahan? Namun kami menyadari bahwa Pipcorn masih belum banyak di toko, dan kami tak bisa mempresentasikan brand kami dengan cara yang luar biasa untuk memperbesar kesempatan kami memenangkan uang tersebut. Kami akhirnya berkata tidak dan bertanya pada sang produser apakah mereka akan kembali di tahun depan. Mereka ternyata kembali satu tahun kemudian, dan di saat itu, kami berhasil mendapatkan USD$2 juta dan sebuah kontrak."



    Pastikan kamu percaya pada dirimu sendiri

    Kelsey Recht, CEO dan founder dari VenueBook, memberi saran: "Setelah melakukan serangkaian presentasi di hadapan sekian banyak investor, saya berpikir: Duh, sulit sekali bagi para perempuan untuk mendapatkan investor. Saya bahkan mendengar bahwa orang-orang berpikir saya tidak cukup agresif ketika presentasi. Saya sempat berpikir, apakah perlu saya perlu masuk dan menggebrak meja dan bersikap kuat layaknya para pria? Namun ternyata saya salah mengartikan apa yang dibicarakan orang-orang, dan saya menyadari bahwa yang mereka inginkan ternyata kepercayaan diri saya. Mereka ingin melihat hal tersebut sebelum menggantungkan harapan mereka pada bisnis saya. Ini yang saya pelajari: Sebelum membuat para investor tersebut percaya pada bisnismu, kamu harus percaya pada bisnismu terlebih dahulu. It's all about your story, dan kamu harus menunjukkannya dengan kepala terangkat. Sebaik apapun presentasimu, selalu saja ada berbagai saran dan pertanyaan yang bisa memutar balik kepercayaan dirimu. Di saat inilah, ketika mereka mempertanyakan kesanggupanmu, yang mereka inginkan darimu adalah untuk tetap berdiri dengan tegap dan berkata, 'Tidak, Anda salah. Saya yakin masa depan bisnis ini akan sesuai perkiraan saya, dan jika Anda tidak percaya, itu tidak akan mengubah pendirian saya.'"


    Ubah cara berpikirmu saat menghadapi masalah

    Rachel Shechtman, founder dari Story, sebuah butik retail, berkata, "KIta terbiasa melihat kegagalan dan problem sebagai suatu hal yang negatif. Namun saya memutuskan untuk melihat seluruh tantangan dalam bisnis saya sebagai 'Rachel University'. Jika ada sesuatu yang kemudian berjalan tidak sesuai harapan, alih-alih bersedih, saya berpikir, 'Well, saya tidak akan pernah menggunakan cara yang sama,' dan juga, 'Apa pelajaran yang bisa saya ambil ketika saya gagal kali ini?' Saya akan melihatnya sebagai sebuah pelaharan dibanding sebuah kegagalan. It's a Jedi mind trick. Kamu bisa mengakui langkahmu buruk dan merasa terpuruk karenanya, namun cara berpikir ini akan memberimu kekuatan untuk terus maju dengan bisnismu dengan cara yang lebih cerdas, lebih baik, dan lebih cepat."


    Gunakan para pelaku copycat untuk keuntunganmu

    Ayah Bdier, founder dan CEO dari littleBits, mengatakan bahwa para copycat bisa memberikan keuntungan tersendiri. "Memang menyedihkan ketika melihat pekerjaanmu ditiru begitu saja, namun ini juga menguntungkan bagi saya, karena hal tersebut membuat saya lebih bersemangat serta mengingatkan saya bahwa saya tak bisa berhenti di sini dan harus terus melangkah maju. Ketika ada perusahaan lain yang membuat produk yang sangat mirip dengan produk yang kami jual, hal tersebut membuat saya tak bisa tidur selama beberapa hari. Saya terus menerus berpikir apa yang harus saya lakukan terhadap mereka. Dan pada akhirnya saya memutuskan: Kita harus melihat para copycat tersebut sebagai prototipe dari apa yang bisa kita lakukan. Jadi, alih-alih memikirkan mereka, saya memutuskan untuk memperhatikan apa yang mereka lakukan dan menggunakannya untuk melihat mana langkah yang tepat dan bisa bekerja untuk produk saya nantinya. Saya kemudian tak perlu mencoba berbagai kampanye dan metode untuk menjual produk saya, karena saya telah memperhatikan mereka dan melihat sisi mana yang menarik dan mana yang tidak untuk produk saya ke depannya."




    Gunakan passion-mu ketika menghadapi masa-masa yang sulit

    Sonia Kashuk, founder dari Sonia Kashuk Beauty, berkata, "Ketika saya pertama kali merilis lini produk ini, yang membuat saya berhasil menghadapi berbagai tantangan adalah pemikiran bahwa semakin banyak masalah yang saya hadapi, maka semakin banyak yang saya pelajari, dan semakin banyak yang ingin saya ketahui. Ketika kamu mencintai apa yang kamu lakukan, hal tersebut tidak akan terasa seperti bekerja. Dan semakin banyak kontribusi yang kamu berikan dalam bisnismu, semakin baik rasanya. Semangat untuk membangun bisnis adalah bahan bakar yang penting yang akan membuatmu terus melangkah maju."


    Tetap percaya diri bahkan ketika kamu menghadapi seksisme

    Ann Yang, co-founder dari MISFIT Juicery, sebuah minuman yang memanfaatkan food waste atau "bahan yang tidak sesuai dengan kriteria minimum bagi supermarket atau pabrik" sebagai bahan utama mereka, sering menerima perlakuan seksis ketika mencari investor. "Sebagai perempuan, kita seringkali diawasi. Dalam salah satu sesi pitching, sang pelatih presentasi memberitahu saya bahwa intonasi suara saya lebih rendah dari rekan saya dan hal tersebut membuat saya terdengar kurang percaya diri. Dan ketika intonasi suara saya lebih tinggi, saya dianggap terburu-buru. Apapun yang saya keluar dari mulut saya, hal tersebut akan diawasi. Selain itu, dalam berbagai meeting, orang-orang akan memberikan pertanyaan secara langsung pada Phil—co-founder sekaligus rekan saya—yang memang seorang pria. Kita hidup di dalam bayang-bayang bahwa kita adalah gender tingkat dua, bahwa kita hidup dalam lingkungan yang rasis. Namun hal tersebut tak membuat saya berhenti. Saya justru menjadi lebih bersemangat untuk menyatakan pendapat dan memberikan jawaban. Mereka harus tahu bahwa kamu juga bagian dari bisnis itu sendiri."


    Bagaimana dengan tipsnya? Apakah kamu semakin bersemangat menjalankan bisnismu?

    Nah, untuk kamu yang sedang mencari modal untuk bisnismu, UOB YOLO CARD bersama dengan Cosmopolitan Indonesia sedang mengadakan sebuah kompetisi bertajuk YOLOPRENEUR "Make Your Dream Come True". YOLOPRENEUR merupakan sebuah kompetisi digital untuk kamu para calon enterpreneur muda, dengan hadiah utama modal usaha senilai Rp30.000.000,-. Klik link berikut untuk mencari tahu lebih banyak mengenai persyaratannya serta mendaftarkan bisnismu. Good luck, girls!


    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Marten Bjork on Unsplash)