Love & Sex

9 Pelajaran untuk Mencari Cinta Sejati dari How I Met Your Mother

  by: Redaksi       10/3/2021
  • Sudah hampir tujuh tahun berlalu sejak TV series How I Met Your Mother mengeluarkan episode terakhirnya. Episode dimana semua pertanyaan tentang Ted, istrinya, dan jalan hidup seluruh geng McLarens terjawab. Meski begitu, How I Met Your Mother masih menjadi salah satu sitkom terbaik yang pernah kita temui.




    Series dengan sembilan season ini mengikuti perjalanan Ted dalam mencari cinta sejati, dan bertemu istrinya, Tracy. Kisah ini diperlihatkan melalui sederet kilas balik ketika Ted menceritakan masa mudanya kepada kedua anaknya. Tidak hanya itu, kehidupan percintaan keempat sahabatnya, Marshall, Lily, Barney, dan Robin, juga ikut menjadi sorotan sepanjang series.



    Menyimpan banyak pelajaran mengenai kehidupan, terlebih lagi dalam aspek percintaan, serial ini cocok banget untuk kamu yang sedang berusaha untuk mencari “the one”. Semua pelajaran itu telah Cosmo rangkum dalam 9 poin penting untuk mencari cinta sejatimu.



    Untuk dapat mencari cinta sejati, diperlukan keberanian dan sikap yang dewasa.

    Terdapat dua tipe orang dalam hidup ini: orang yang terus-menerus jatuh cinta (dalam serial ini, Ted) dan orang yang takut untuk melakukannya (Robin dan Barney). Kita terus melihat jatuh bangun Ted dalam menjalin hubungan cintanya dalam serial ini. Tapi, dibalik semua itu, kita juga dapat melihat perkembangan karakter Ted yang semakin dewasa. Meski mengalami banyak kegagalan, Ted tidak berhenti untuk mencari cinta sejatinya dan belajar dari kesalahannya. Sikap Ted yang terus optimis mengantarkan dirinya bertemu sang istri di masa depan.


    Memiliki konflik dalam sebuah hubungan tidak selalu menjadi hal yang buruk.

    Pada season lima, Barney dan Robin mulai berkencan. Pada salah satu episode, Barney mengaku pada Marshall dan Ted bahwa dirinya dan Robin tidak pernah bertengkar. Rahasianya? Setiap Barney merasa akan terjadi konflik, dia akan pergi dan Robin akan mengalihkan topik dengan seks. Awalnya hal ini terlihat seperti solusi sempurna dalam sebuah hubungan tetapi, rasa takut untuk melakukan konfrontasi malah akan membuat hubunganmu semakin renggang.


    Communication is key.

    Penggambaran hubungan yang sempurna dalam serial ini mungkin dapat dilihat dari hubungan Marshall dan Lily. Dua sejoli yang sudah bersama selama lebih dari 10 tahun ini terkadang memang bisa membuat kita iri. Tetapi, hubungan mereka tentu tidak luput dari masalah. Bahkan Lily sampai memutuskan pertunangan mereka dan hampir melarikan diri untuk yang kedua kalinya ketika mereka sudah menikah. Belum lagi ketika mereka bertengkar hebat saat Marshall menerima tawaran jadi hakim tanpa memberitahu Lily. Padahal, semua hal itu dapat dihindari jika mereka terbuka terhadap satu sama lain sejak awal.



    Sebuah hubungan yang terlihat “berantakan” tidak menjadikannya sebuah hubungan yang gagal.

    Barney dan Robin merupakan pasangan yang paling tidak diduga selama berjalannya serial ini. Di season sembilan, keduanya menikah dan terlihat sangat bahagia. Tetapi, tak lama kemudian mereka memutuskan untuk bercerai. Meski begitu, bukan berarti hubungan mereka termasuk gagal. Seperti apa yang dikatakan Robin: “this isn’t a failed marriage, it’s a very successful marriage that happened to only last three years.”




    Hidup tidak akan berjalan sesuai dengan rencana.

    Marshall, Ted, dan Barney berbagi ketertarikan yang sama terhadap film Star Wars. Mereka pun berjanji untuk menonton trilogi Star Wars tiap tiga tahun sekali, rutinitas ini akhirnya dinamakan “Trilogy Time”. Setiap trilogy time, Ted, Barney, dan Marshall akan membayangkan bagaimana kehidupan mereka akan berubah tiga tahun kedepan. Tapi, ya, seperti yang kita tahu, hidup tidak akan berjalan sesuai rencana. Meski begitu, bukan berarti kamu tidak akan sampai ke tujuan awalmu.


    Dalam sebuah hubungan diperlukan visi yang sama dari keduanya.

    Ted jatuh cinta pada Robin sejak pandangan pertama. Dari momen itu, Ted menunjukkan rasa cintanya terhadap Robin melalui grand gesture seperti mencuri blue french horn dan bahkan menyatakan cintanya pada kencan pertama. Pada akhirnya, hubungan mereka tidak berhasil karena mereka tidak memiliki visi yang sama. Ted selalu ingin menikah dan memiliki dua anak sedangkan Robin ingin fokus pada karirnya. Konflik ini bukti bahwa cinta saja tidak cukup dalam sebuah hubungan.


    Untuk mencintai, kamu harus belajar untuk melepaskan

    Rasa cinta Ted terhadap Robin sangat dalam sampai-sampai ia memutuskan setidaknya dua hubungannya demi Robin. Mungkin, salah satu faktor yang menahan Ted untuk menemukan cinta sejatinya, ya, karena dirinya yang gagal move on dari Robin. Tapi, di season terakhir, kita menyaksikan Ted melepas Robin. Mengikhlaskan Robin untuk menikah dengan sahabatnya, Barney. Setelah itu, Ted baru bisa benar-benar melihat “the one” yang selama ini ia cari.


    Timing is everything

    Yes, we’ve seen it. Meski baru dipertemukan di season sembilan, tapi sebenarnya Ted sudah berkali-kali hampir bertemu dengan Tracy, lho. Mulai dari ketika ia berkencan dengan teman sekamar Tracy sampai saat Ted tidak sengaja membawa pulang payung Tracy dari sebuah klub. Ketika akan dikenalkan oleh Barney di pernikahannya, Ted menolak dan memilih untuk pulang. Siapa sangka, mereka berdua malah dipertemukan di terminal. The right person, at the right time.


    Nothing good happens after 2 A.M.

    Sebagaimana Ted katakan, “When 2 a.m. rolls around, just go home and go to bed. Because the decisions you make after 2 a.m. are the wrong decisions.” Ted selalu mengikuti peraturan ini sampai suatu hari ketika ia memutuskan untuk pergi ke apartemen Robin di atas jam 2 pagi. Ted yang saat itu sedang LDR, akhirnya berselingkuh dengan Robin, dan membuat hubungannya berakhir dengan tidak baik.


    (Nabila Nida Rafida / Image: GIPHY.com, Twitter @OfficialHIMYM)