Love & Sex

8 Jenis Cinta yang Perlu Kamu Ketahui

  by: Redaksi       28/3/2021
  • Berbicara tentang cinta tidak akan pernah ada habisnya. Terlalu banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai topik ini karena, yah, jawaban yang didapat tergantung perasaan setiap orang. Bagaimana caranya kamu mengetahui kalau kamu sedang jatuh cinta? Kenapa kamu berhenti mencintai seseorang? Apakah mungkin untuk jatuh cinta pada pandangan pertama? Kita sering menganggap kalau cinta hanyalah sebuah istilah untuk hubungan romantis, tetapi sebenarnya cinta terhadap teman dan keluarga juga dapat dikategorikan sebagai salah satu jenis rasa cinta tersendiri.




    Dan ini bukanlah hal yang baru. Faktanya, masyarakat Yunani kuno memahami adanya eksistensi dari delapan konsep cinta yang berbeda, dimana masing-masing dari konsep itu dapat berada di lingkup yang berbeda. Ditambah lagi, konsep-konsep ini juga dapat membantu kita untuk lebih memahami rasa cinta apa yang sedang kita alami, terutama jika hal ini bersangkutan dengan pasangan romantismu.



    Jenis-jenis cinta menurut masyarakat Yunani kuno:

    Delapan tipe cinta, menurut masyarakat Yunani kuno, antara lain adalah:

    1. Eros (gairah seksual)

    2. Philia (persahabatan)

    3. Ludus (cinta monyet)

    4. Agape (cinta kepada semua orang)

    5. Pragma (cinta jangka panjang)

    6. Philautia (self-love)

    7. Storge (cinta pada keluarga)

    8. Mania (cinta yang obsesif)


    Lalu, apa arti dari setiap jenis cinta tersebut?


    Eros (Gairah Seksual)

    Eros adalah kata dengan arti romantis, cinta yang menggebu-gebu, dinamakan atas dewa cinta Yunani, Eros (dalam mitologi Roma, sama saja seperti Cupid).


    Eros adalah rasa cinta yang intens dan bergairah dan dapat membangkitkan perasaan romantis dan seksual,” jelas terapis hubungan dan psychosexual, Cate Mackenzie. “Dengan cinta seperti eros, orang-orang akan lebih melonggarkan hambatannya dan menjadi lebih terlibat secara fisik dan emosional. Hal ini juga dapat ditandai saat seseorang merasa tidak pernah cukup dengan waktu yang dilalui bersama pasangan mereka,” tambahnya. Meski demikian, untuk alasan itulah eros dikatakan sebagai jenis cinta yang berbahaya oleh Yunani kuno. Orang-orang dapat lepas kendali atas diri mereka masing-masing. 


    Tipe cinta eros tidak harus bertahan lama. “Ini adalah bentuk cinta yang sangat bergantung pada fisik, kemungkinan hanya akan bertahan sekitar 6 bulan hingga 2 tahun, tergantung dari hubungannya,” jelas Cate. “Untuk sebagian besar orang, ketertarikan secara intens ini akan cepat memudar dan membuat hubungan mereka putus, atau dapat berubah menjadi bentuk cinta yang lebih mendalam.” 


    Philia (Persahabatan)

    Philia merepresentasikan rasa cinta antar teman yang sama pentingnya dengan cinta dalam sebuah hubungan romantis. “Philia dapat berarti cinta yang setara, cinta yang terhubung akan pikiran masing-masing individu, dan cinta diantara kedua orang yang mengalami masa sulit bersama,” jelas Cate. “Tipe ini datang dari filsuf Yunani, Plato (karenanya muncul ide atas sebuah hubungan teman yang platonis),” tambahnya.


    Konsep cinta yang platonis oleh Plato datang dari kepercayaannya bahwa ketertarikan secara fisik bukanlah hal utama dari sebuah hubungan, dan semua orang yang telah mengalami perasaan philia akan tahu kalau cinta persahabatan bisa sama kuatnya.


    Ludus (Cinta Monyet)

    Ludus adalah jenis cinta yang playful dan penuh dengan rasa sayang,” kata Cate. Hal ini bisa saja diartikan dengan rasa cinta dan kegembiraan yang kamu rasakan ketika kamu memiliki ketertaarikan terhadap seseorang atau sedang dalam masa pendekatan.


    Ludus dapat diartikan sebagai tahapan awal sebuah hubungan yang penuh dengan flirting dan teasing,” jelas Cate, tetapi ludus juga dapat merujuk pada rasa sayang antar teman dan anak kecil.




    Agape (Cinta kepada Semua Orang)

    Jika kamu mendalami subjek religi, kemungkinan besar kamu telah mengetahui jenis cinta yang satu ini. Agape merujuk pada rasa cinta tanpa kondisi yang selfless terhadap orang lain dan rasa cinta antara Tuhan dengan manusia.


    Agape adalah jenis cinta yang menyentuh sisi spiritual seseorang, melibatkan rasa empati yang besar. Cinta seperti ini berarti kita menerima, memaafkan, dan mempercayai orang lain,” jelas Cate. Konsep dari pengorbanan dalam agape sering dikatakan  sebagai ‘bentuk cinta yang tertinggi’, terutama dalam agama.


    Pragma (Cinta Jangka Panjang)

    Pragma berarti cinta yang sudah bertahan lama atau cinta dalam jangka panjang. “Ini adalah rasa cinta yang telah bertahan dan tumbuh dari waktu ke waktu sehingga memiliki arti yang mendalam.” Kata Cate. Jenis cinta seperti ini sering membutuhkan kompromi dari dua orang dalam sebuah hubungan, begitu pula dengan kesabaran dan toleransi, serta fokus untuk mempertahankan rasa cinta dibanding dengan jatuh cinta biasa. 


    “Pragma adalah hasil dari kedua belah pihak dalam suatu hubungan yang melakukan sebuah perjanjian dan menepatinya, membuat mereka menaruh hubungan diatasi kepentingan pribadi,” jelas Cate.


    Philautia (Self-Love)

    Mungkin kamu mengira bahwa konsep mencintai diri sendiri adalah hal baru dan modern di dunia ini, tetapi sebenarnya konsep tersebut sudah ada sejak zaman Yunani kuno.  Philautia merujuk pada rasa cinta pada diri sendiri, dan para masyarakat Yunani menganggap bahwa mencintai diri sendiri berarti kamu memiliki kapasitas lebih besar untuk mencintai orang lain (sesuatu yang dapat kita terapkan dalam self-care). Bahkan, Aristotle pernah berkata: “Seluruh rasa cinta terhadap orang lain adalah perpanjangan dari rasa cinta seseorang dengan diri mereka masing-masing.” 


    Meski begitu, para Yunani kuno juga sadar akan sisi negatif dari philautia dalam bentuk narsisme. Tetapi, mencintai diri sendiri dengan sehat tetap mungkin, kok, untuk dimiliki.


    Storge (Cinta pada Keluarga)

    Storge merujuk pada rasa cinta antar anggota keluarga, seperti rasa cinta yang ditemukan antara anak dan orang tua, antar saudara, atau antar teman lama yang sudah dianggap sebagai keluarga,” jelas Cate. “Cinta ini membangun sebuah perasaan aman, sekuritas, dan dukungan atas satu sama lain maupun rasa bahagia yang datang dari keberadaan memori indah yang dialami bersama,” tambahnya.


    Sebagaimana rasa cinta antar anggota keluarga, storge dapat diartikan sebagai sebuah perasaan patriotisme atau kesetiaan, baik terhadap negara maupun boy group favoritmu, misalnya.


    Mania (Cinta yang Obsesif)

    Mania dapat berbentuk rasa cemburu dan jenis cinta yang obsesif,” jelas Cate. “Seringnya, perasaan ini melibatkan rasa ketergantungan dimana seseorang merasa akan menyembuhkan dan melengkapi dirimu,” tambahnya. Kini, kita dapat menganggap bahwa tingkah laku ini merupakan bagian dari ciri-ciri hubungan yang tidak sehat dibanding sebagai rasa cinta yang positif. 


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Nabila Nida Rafida / Image: Unsplash)