Love & Sex

4 Kesalahan Kecil yang Membuat Hubungan Cinta Jadi Toxic

  by: Kezia Calesta       28/3/2021
  • New relationships are amazing. Segalanya masih baru, kamu masih berada di tahap perkenalan dan kamu selalu melihat sisi terbaik satu sama lain. Namun saat sudah melewati beberapa bulan atau tahun, sifat asli semakin terlihat dan konflik mulai bermunculan. The truth is, no couple is 100% compatible. Hubungan yang sehat perlu komunikasi dan usaha dari kedua belah pihak. Jika tidak ingin hubungan asmara kamu berubah menjadi toxic, hindari 4 kesalahan kecil berikut.




    1. Tidak berkomunikasi secara jujur

    Komunikasi sangat penting untuk menjaga hubungan. Saat merasa kesal atau kecewa terhadap perilaku pasanganmu, jangan memendam perasaanmu saja - sampaikan isi hatimu kepada si dia. Sama halnya jika pasangan kamu ingin menumpahkan isi hatinya kepadamu: coba untuk tidak defensive dan tunjukkan bahwa kamu juga bisa menjadi seorang pendengar yang baik.



    2. Sering mencari masalah

    Ingat, tidak setiap hal kecil perlu dipermasalahkan. Konflik dapat mempererat hubungan dan membantu kalian lebih mengerti satu sama lain, tetapi ini tidak berarti bahwa kamu perlu membesarkan setiap masalah kecil dan berargumen setiap saat. Jika pasanganmu memberikan kritik secara konstruktif karena ia ingin kamu menjadi seseorang yang lebih baik, terimalah!


    3. Sering mengabaikan masalah

    This is the opposite of "looking for drama", namun ini juga dapat menimbulkan masalah besar. Saat ada sifat atau kelakuan pasanganmu yang membuatmu sedih, kecewa atau risih, jangan memendamnya hanya karena kamu pikir itu masalah yang kecil. If you don't address the problem, how will they know? Masalah kecil yang diabaikan hanya akan terus bertumbuh menjadi besar.


    4. Tidak mengenal bahasa cinta pasangan

    Have you heard of love languages? Setiap orang memiliki bahasa cintanya sendiri: ada yang lebih mengapresiasi quality time, ada juga yang menghargai kata-kata positif (words of affirmation), lalu ada yang suka menerima hadiah, ada yang paling senang mendapat acts of service, dan ada juga yang paling merasa disayang saat menerima physical touch.




    Penting untuk mencari tahu love language diri sendiri dan pasanganmu agar kalian bisa menunjukkan apresiasi kepada satu sama lain. Apakah kamu perlu physical touch, sedangkan pasanganmu hanya memberikan acts of service? Jika tidak memenuhi kebutuhan satu sama lain, pasangan akan merasa kurang dihargai.


    (Image: doc. @bantersnaps via Unsplash)