Love & Sex

7 Tanda Pasanganmu Tukang Selingkuh!

  by: Giovani Untari       28/3/2021
  • Jika saat ini kamu berada dalam fase PDKT atau mungkin sedang menjalin hubungan dengan seseorang, saran Cosmo kamu harus tetap berhati-hati pada apapun hubungan yang sedang kamu jalani.

    Sangat penting bagi kita semua untuk mengetahui apakah pasanganmu ini memang seorang prince charming yang kamu telah lama kamu tunggu atau... ia hanyalah seorang player!

    Sheetal Shaparia, seorang life coach dan relationship expert membeberkan 7 tanda apakah pasanganmu adalah seorang tukang selingkuh atau sebaliknya.



    Bila kamu menemukan 7 tanda ini ada dalam diri calon atau pasanganmu saat ini, hmmmm.. maybe it's time to cut the ties!


    1. Ia “terlalu” baik

    Sebagai perempuan, kata-kata selalu dapat menggerakan hati kita. Kita pasti suka saat mendengar pasangan mengatakan hal-hal manis, bukan? Tapi berhati-hatilah, sebab para casanova biasanya sangat pandai dalam hal ini! "Jika ia memperlakukan kamu dengan “terlalu” baik seperti memanggil nama kamu menggunakan nicknames sepanjang waktu dan membuat kamu merasa adalah segalanya, ini bisa menjadi sebuah hal yang mencurigakan. Ia akan menunjukkan segala cara agar ia terlihat peduli pada kamu,” ujar Sheetal.

    So, cara termudah untuk mengetahui pasangan kamu potensial menjadi seorang tukang selingkuh adalah dengan melihat apakah saat ia bersikap “terlalu” baik kepadamu.


    2. Komunikasi yang terbatas

    Hubungan yang normal biasanya akan berisi percakapan yang tulus. Sangat menyenangkan jika kamu dan pasangan dapat saling berbagi dan membicarakan seputar tujuan hidup, rencana, mimpi, dan masa lalu dengan nyaman antara satu sama lain. FYI, seorang tukang selingkuh biasanya tidak tertarik pada hal-hal seperti ini, babes!

    Percakapan kalian umumnya hanya akan berisi informasi basic serta terbatas, seperti pertanyaan: “Bagaimana kabar kamu hari ini?”



    3. Menghindari hal-hal yang bersifat terlalu pribadi

    Seorang tukang selingkuh biasanya juga akan menutup informasi atas dirinya. Ia pun akan lebih sering berbicara tentang kamu ketimbang soal dirinya. “Sebagai awal, jika dalam beberapa bulan masa pendekatan atau pacaran kamu masih belum mengetahui apa pekerjaannya, tujuan hidup, dan seperti apa keluarganya, kamu harus berhati-hato. Tidak menutup kemungkinan ia juga akan menjauhkan kamu dari smartphone-nya dan tidak akan menyebut kata “kita” (kamu dan dia) saat membicarakan soal masa depan,” ujar Sheetal.




    4. Ia tidak mengenalkan kamu ke publik

    Ia sering menjauhkan kamu dari orang di sekitarnya. Ia tidak akan secara terang-terangan menunjukkan ke publik bahwa ia mencintai kamu. Bila ia benar seorang tukang selingkuh, ada kemungkinan besar ia juga tidak akan mengenalkan kamu ke publik atau kepada keluarganya. Waspadai juga jika saat kalian jalan berdua dan ia bertemu dengan kenalannnya, namun ia sama sekali tidak memperkenalkan kamu sebagai pasangannya.


    5. Sering membuat janji palsu

    Ia akan bersikap seolah begitu peduli pada kamu dan sering membuat janji yang tidak pernah bisa ditepati. “Satu-satunya alasan mengapa ia sering membuat janji adalah agar kamu merasa bahwa ia akan melakukan apa saja untuk kamu, tetapi tentu saja ia tidak akan pernah menepatinya. Ia bahkan bisa saja meng-ghosting kamu setelah menjanjikan sesuatu,” tambah Sheetal.



    6. Tidak banyak berkontribusi pada hal-hal yang menyangkut diri kamu

    Jika kamu merasa partnermu saat ini tidak banyak berbicara tentang hidup kamu, ini menjadi alasan selanjutnya untuk khawatir pada hubungan yang sedang kamu jalani. “Dia tidak akan merasa peduli pada rencana masa depan kamu atau saat kamu sedang merasa khawatir terhadap suatu hal, karena memang ia tidak pernah serius memikirkan hal tersebut,” terang Sheetal.


    7. Lebih mementingkan penampilan ketimbang kepribadianmu

    Well, jelasnya ia tidak akan peduli dan memperhatikan soal kepribadianmu. “Ia mendekati kamu karena penampilanmu. Sederhananya ia hanya tertarik pada kecantikan kamu dan ia tidak mencintaimus secara sungguh-sungguh. Saat ia kehilangan rasa tertariknya, ia akan berpotensi untuk “menghilang”, ujar Sheetal.



    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan India / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Giovani Untari / Ed. / Images: mikoto.raw from Pexels, Trinity Kubassek from Pexels, Alena Darmel from Pexels)