Love & Sex

Oh No! Kenali 6 Gestur Romantis yang Ternyata Berbahaya

  by: Redaksi       31/3/2021
  • Sebagian besar orang menginginkan pasangan yang perhatian, penyayang, dan, jika kamu mencari hubungan yang eksklusif, dapat mempertahankan sebuah komitmen. Semua itu  hal baik! Tapi terkadang, terutama jika kamu menjalani kehidupan percintaan berdasarkan kisah dongeng yang kamu baca atau film picisan yang kamu tonton sehingga kamu menyukai gestur romantis, pasanganmu bisa saja sedang menutupi suatu keburukan yang serius.




    Untuk mengurangi penyesalan yang akan kamu rasakan ketika seseorang terlihat “berbeda”, hati-hati dengan enam gestur romantis ini:


    Dia dengan cepat menyatakan perasaannya padamu.

    Jika kamu pernah bersama seseorang yang tidak dapat menyatakan perasaannya bahkan setelah enam bulan berkencan, bertemu dengan orang baru yang menyatakan dengan lantang bahwa mereka menyukaimu akan terasa seperti sebuah berkah.


    Tapi itu semua tergantung atas bagaimana mereka mengatakannya, menurut Dr. Mariana Bockarova, Ph.D., yang mengajarkan psikologi hubungan di University of Toronto. Merasa tergila-gila dengan cepat pada seseorang adalah hal yang normal, tapi jika orang itu mengatakannya dengan “Saya benar-benar jatuh cinta padamu,” atau “Saya tahu kalau kita berdua adalah jodoh dan saya ingin menghabiskan sisa hidup saya denganmu,” padahal baru berkencan selama beberapa minggu, kamu harus mengambil langkah mundur, kata Dr. Bockarova.



    “Walau hal ini tidak selalu benar dalam setiap kasus, sayangnya, perilaku ini cukup umum untuk dimiliki oleh seseorang yang gila kontrol, kasar, atau narsis,” kata Dr. Bockarova. Meskipun orang dengan sikap seperti ini bisa saja benar-benar percaya bahwa mereka sedang jatuh cinta, mereka sebenarnya belum terlalu mengenalmu dan kekuranganmu, jelas Dr. Bockarova. Jadi ketika kamu ternyata tidak sesuai dengan gambaran sempurna mereka tentang dirimu, kamu bisa saja mendapat perlakuan agresif dan dingin. Skenario terburuk adalah kamu bisa menemukan dirimu selalu berhati-hati dengannya karna tidak ingin membuat dia kecewa.


    “Saya akan berhati-hati dengan seseorang yang membuat gestur romantis sebelum benar-benar mengenalmu,” kata Dr. Bockarova. “Percayalah, hubungan sehat yang tahan lama membutuhkan komunikasi, kepercayaan, keandalan, dan kepedulian yang tulus, dan hal itu butuh waktu untuk didapatkan.”


    Dia berbagi detail kehidupannya terlalu banyak saat kencan pertama.

    Sangat mudah untuk menganggap bahwa seseorang yang dengan gampang mengungkap detail kehidupan mereka di kencan pertama berarti memiliki koneksi yang baik denganmu, terutama jika mereka membicarakan masa kecil dan keluarganya, yang mana menandakan bahwa mereka tidak takut untuk terbuka. Namun, kamu harus mulai waspada jika percakapan kalian beralih pada topik hubungan lama kalia, kata Dr. Bockarova.


    Jika nama seorang mantan kekasih secara natural muncul dalam ceritanya tentang perjalanan mereka berdua dahulu, itu adalah satu hal. Tetapi jika mereka terus-terusan berbicara tentang kehidupan percintaan lama mereka atau terlalu menjelek-jelekkan mantannya, mungkin mereka bukan orang yang tepat untuk kamu ajak membangun sebuah hubungan romantis.


    Dia terus menerus mengirimkanmu pesan.

    Ketika kamu pertama merasa cocok dengan seseorang, sangat normal untuk sering berbicara dan bertukar pesan dengannya. Tentu saja hal ini lebih romantis jika dibandingkan mantanmu yang butuh waktu empat hari hanya untuk membalas “lol.” Tetapi terlalu banyak mengirimkan pesan dapat menjadi tanda buruk.





    “Mereka mungkin terlalu mudah terikat dengan seseorang dan tidak sadar bahwa banyaknya komunikasi yang ia lakukan bisa terasa berlebihan,” kata Dr. Bockarova, terutama jika mereka emosi atau membuatmu merasa bersalah ketika kamu meminta sedikit ruang di antara kalian.


    Dia ingin menghabiskan seluruh waktunya bersamamu.

    Secara teori, hal ini kedengaran sangat bagus dan romantis karena, ya, kamu memang orang yang sangat menyenangkan. Tetapi jika pasangan barumu ingin datang ke rumah setiap malam, meskipun kamu sudah menjelaskan kalau kamu sedang ada pekerjaan, bersama teman, atau ingin melakukan me time, berhati-hatilah.


    “Permintaan untuk bertemu terlalu sering dapat menjadi suatu hal yang buruk dan tidak sehat, terutama jika kamu merasa terpaksa atau bersalah jika tidak ingin menghabiskan waktu bersama pasanganmu,” kata Dr. Bockarova. “Sebuah hubungan seharusnya dibangun dari kepercayaan, kepedulian, keandalan, dan rasa cinta; buka koersi, manipulasi emosi, dan rasa takut.”


    Dia sangat protektif terhadapmu

    “Saya terlalu mencintaimu sampai tidak bisa membayangkanmu dengan orang lain!” mungkin awalnya terdengar manis, tapi, seringnya, hal ini dapat menandakan bentuk kecemburuan yang sangat tidak sehat. “Rasa cemburu adalah hal yang normal jika kamu merasa hubunganmu terancam hancur,” jelas Dr. Bockarova. Namun, kecemburuan yang tidak tidak rasional dapat menjadi pertanda bahwa pasanganmu adalah orang yang gila kontrol.



    “Jika kamu menemukan dirimu harus membela diri sendiri atas suatu perilaku normal, atau [dengan seorang pasangan yang] berkeras untuk mengawasi rekam sosial mediamu dengan cara yang membuatmu tidak nyaman, itu adalah tanda bahaya,” kata Dr. Bockarova.


    Dia sering memberi janji-janji manis

    Bukan berarti berkata, “saya tidak akan menyakitimu,” adalah hal yang buruk, tapi terkadang, orang-orang yang dengan dramatis menjanjikan dirinya tidak akan pergi atau menyakitimu adalah yang harus diwaspadai. “Alangkah lebih baik jika kamu memperhatikan perilaku dan nilai seseorang sebelum percaya dengan perkataan mereka sepenuhnya,” jelas Dr. Bockarova. Ia juga menambahkan bahwa ketidakselarasan antara ucapan dan perlakuan seseorang dapat membuatmu patah hati dan kecewa dalam jangka panjang.


    Maka dari itu, ingatlah:

    Pasangan yang membuat gestur romantis belum tentu dapat menjadi pasangan terbaik dalam jangka panjang, tidak peduli bagaimana cara mereka membuktikan kesetiaannya padamu. Pada akhirnya, hanya waktu yang dapat mengatakan apakah mereka benar-benar mendengarkanmu, mengapresiasi kekuranganmu, menghargai kemandirianmu, dan membuatmu merasa dicintai secara tulus.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan US / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Nabila Nida Rafida / Image: GIPHY.com, Pexels)