Love & Sex

Ini 5 Waktu Kamu Sebaiknya Tidak Chat Si Dia!

  by: Giovani Untari       3/3/2022
  • Percakapan melalui chat jelas menjadi bagian dari sebuah hubungan. Dan para ahli pun berspekulasi bahwa bagi kebanyakan pasangan pesan chat menjadi pola komunikasi yang paling besar dibanding telepon.

    Jadi tidak mengherakan juga mengapa terkadang kita begitu bersemangat untuk mengirim pesan pada si dia. Tapi ternyata berhati-hatilah babes: sebab mengirim terlalu banyak pesan juga ternyata bisa berdampak buruk bagi hubungan kalian!




    “Mengirim pesan teks terlalu banyak juga bisa membuat pasangan ketakutan,” ujar seorang relationship expert bernama Arlene Krieger, PhD. “Hal tersebut akan membuat seseorang merasa tertekan ketika menerima begitu banyak pesan dan bingung bagaimana harus menjawabnya.”



    Jadi mari selamatkan hubunganmu dengan tidak mengirim pesan ke dia di waktu-waktu berikut ini, babes:


    1. Setelah kencan pertama kalian

    Kita mungkin akan tergoda untuk mengirim chat kepada si dia setelah melalui sesi kencan yang menyenangkan. Tapi tahan keinginan tersebut, babes

    “Apabila Anda menghubunginya duluan setelah kencan, itu akan mengurangi sensasi si dia melakukan ‘pengejaran’ dalam hubungan kalian,” tukas seorang psikolog sekaligus penulis buku Love in 90 Days, Diana Kirschner, PhD.


    2. Saat kamu mabuk

    Karena ponsel tidak memiliki alarm saat kita mabuk, maka sebaiknya kamu menjauhkan diri dari benda tersebut. Tujuannya agar kamu tidak mengirimkan chat ke si dia saat sedang tipsy-apalagi pesan yang berisi agar kalian segera bertemu. 

    “Menjadi terlalu available kepada pria juga membuat mereka merasa kurang tertantang. Yang terburuk saat bertemu dengan pria yang kurang tepat, Anda juga bisa saja dimanfaatkan oleh si dia,” tambah Krieger.




    3. Saat sedang marah

    Kita pun pasti akan merasa sebal saat seorang pria mengirim pesan “Mengapa kamu tidak menelpon saya?!”. Pesan ini akan membuat kamu merasa insecure dan bisa ikut terbawa emosi.



    Hindari mengirim pesan saat sedang marah ketika berada dalam sebuah hubungan. “Nada pesan dalam bentuk tulisan / chat juga lebih mudah disalahartikan,” terang Kirschner.


    4. Saat kamu mencoba untuk bercanda

    “Saat kamu mencoba untuk bercanda atau melontarkan guyonan sarkas lewat pesan, hal tersebut juga bisa berubah menjadi sesuatu yang agresif,” ujar Kirschner.

    Si dia bisa saja salah dalam menangkap maksud dari candaan kamu dan akhirnya justru kesal karena pesan chat tersebut.




    5. Saat hari itu kamu sudah mengirimkannya pesan chat

    Saat hubungan kalian sudah lebih serius, pola komunikasi dengan mengirim pesan jelas menjadi bagian dari keseharian. Tidak ada yang salah dengan untuk lebih sering berkomunikasi dengan cara menelpon si dia atau bertemu langsung.

    Satu rahasia lagi: para pria suka kejutan dan sesuatu yang baru dalam hubungan. So, tak ada salahnya sesekali mengubah pola komunikasi dengan si dia, ketimbang hanya mengandalkan chat semata.




    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Giovani Untari / Images Dok: Andrea Piacquadio from Pexels, Dương Nhân from Pexels, Аlex Ugolkov from Pexels).