Beauty

Punya Jerawat Kistik? Ini Penyebabnya dan 5 Cara Menghilangkannya!

  by: Fariza Rahmadinna       15/3/2022
  • Angkat tanganmu, babes! Jika saat ini kamu sedang berjuang mengatasi masalah jerawat merah besar yang berada jauh di bawah kulit dan menyakitkan! Jenis jerawat seperti ini biasa disebut sebagai jerawat kistik, jerawat batu, atau blind pimples.


    Jerawat kistik – merupakan salah bentuk jerawat yang cukup parah. Jerawat ini muncul ketika minyak, bakteri, kotoran, dan sel-sel kulit mati menumpuk jauh di dalam pori-pori. Biasanya, jerawat kistik membutuhkan perawatan khusus untuk menyembuhkannya. Jerawat kistik tidak hanya muncul di area wajah, tetapi juga dapat muncul pada area tubuh lainnya, seperti di lengan, dada, dan punggung.




    Satu hal yang menyebalkan dari jerawat kistik, yakni jerawat tersebut dapat bertahan berminggu-minggu. Bahkan, jerawat ini juga lebih mungkin meninggalkan bekas jerawat, terang Dr. Joshua Zeichner, M.D.



    Apa itu jerawat kistik? Dan apa sebenarnya yang bisa menyebabkan munculnya jerawat kistik?


    Berbeda dengan jenis jerawat lainnya, jerawat kistik terbentuk jauh di bawah kulit dan tumbuh menjadi benjolan merah besar dan menyakitkan. Berdasarkan riset American Academy of Dermatology, pada dasarnya jerawat kistik berkembang dari kombinasi minyak, bakteri, kotoran, sel-sel kulit mati, dan terkadang nanah, yang terperangkap jauh di dalam pori-pori dan menyebabkan peradangan. 

    Peradangan itu kemudian memecahkan sisi pori-pori dan membocorkan bakteri ke kulit di sekitarnya, menghasilkan jerawat kistik yang sangat menyakitkan tanpa jalan keluar.



    Dipengaruhi oleh Beberapa Hal


    Selain penyumbatan pori-pori dan konsumsi makanan tertentu, jerawat kistik juga dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon dalam tubuh. Tapi pada beberapa orang, kelenjar sebaceous memang bekerja lebih aktif dengan memproduksi lebih banyak sebum – ditambah dengan perubahan hormon yang juga bisa semakin mendorong kelenjar sebaceous memproduksi lebih banyak sebum. Jika produksinya berlebihan, pori-pori akan tersumbat, yang bisa memicu jerawat.


    Perubahan hormon tersebut umumnya terjadi menjelang siklus menstruasi, selama perimenopause, setelah memulai atau menghentikan konsumsi pil KB, dan pada masa pubertas. Ini juga bisa menjadi tanda awal sindrom ovarium polikistik (PCOS).


    Meskipun tidak ada "gen jerawat kistik", namun beberapa ahli berpendapat bahwa jika ada satu atau lebih anggota keluarga yang memiliki jerawat kistik, maka tidak menutup kemungkinan kamu juga bisa memilikinya.



    Bagaimana cara mengatasi jerawat kistik?


    Meskipun disebut cukup sulit untuk diobati karena jerawat kistik berakar jauh di dalam jaringan kulit, but nothing is impossible, right?


    Jadi inilah sejumlah cara untuk mengatasi dan mengobati jerawat kistik:


    1. Jangan coba-coba memencet jerawat!


    Seperti yang diketahui, jerawat kistik berada jauh di dalam kulit. Jadi, mencoba mendorong jerawat keluar ke permukaan justru dapat menyebabkan jaringan parut yang lebih parah dan kemungkinan infeksi (Oh, no!).

    Bahkan jika itu terlihat seperti ada komedo putih kecil di atasnya, jangan percaya — kotoran itu sebenarnya berada jauh di dalam, dan jangan coba-coba untuk mengeluarkannya karena itu akan membuat jerawat lebih parah.


    2. Kompres dengan menggunakan es batu


    Es batu? Ya, es batu benar-benar dapat membantu mengobati jerawat kistik. Alasan jerawat kistik terasa lebih menyakitkan adalah karena pembengkakan dan peradangannya berada di dalam jaringan kulit. Es batu dapat membantu menyempitkan pembuluh darah dan sedikit mengurangi pembengkakan.

    Bungkus es batu dengan handuk atau kain bersih yang lembut, kompres jerawat selama 1-2 menit, beri jeda selama beberapa menit, lalu kompres kembali jerawat. Lakukan berulang kali.


    3. Gunakan benzoil peroksida dan krim hidrokortison


    Meskipun hampir semua produk perawatan kulit khusus jerawat yang kamu punya kemungkinan besar tidak dapat mengobati jerawat kistik. Namun, benzoil peroksida dan krim hidrokortison dengan dosis 1 persen dapat membantu mengurangi benjolan besar pada jerawat kistik lebih cepat.

    Kedua obat tersebut memiliki sifat anti-inflamasi yang akan membantu menenangkan benjolan, dan semakin sedikit peradangan berarti semakin sedikit hiperpigmentasi dan scars yang akan kamu dapatkan saat jerawat sembuh. Jadi sekali sehari selama satu minggu, oleskan benzoil peroksida pada area kulit yang berjerawat, biarkan kering, lalu oleskan tipis-tipis krim hidrokortison.

    Kamu juga sebaiknya berkonsultasi kepada dokter kulit untuk mendapat penanganan jerawat kistik yang lebih tepat, babes!


    4. Dapatkan suntikan kortison


    Suntikan kortison melibatkan penyuntikan steroid dosis rendah langsung ke jerawat untuk secara drastis mengurangi rasa sakit dan peradangan dengan cepat. Perlu diketahui, satu-satunya potensial efek samping dari melakukan suntikan kortison adalah denting.

    Menyuntikkan terlalu banyak kortison dapat menyebabkan denting di area kulit yang berjerawat, tetapi ini jarang sekali terjadi, terutama jika dilakukan oleh dokter kulit bersertifikat — yang seharusnya menjadi satu-satunya orang yang tepat untuk melakukannya suntikan kortison.


    5. Melawan jerawat kistik dengan retinoid


    Retinoid juga dapat digunakan sebagai perawatan untuk melawan jerawat kistik. Retinoid merupakan bentuk vitamin A yang lebih kuat.



    Zat ini dapat mempercepat dan mengatur peluruhan di dalam kelenjar minyak, dan mencegah pori-pori tersumbat. Tentu saja, ini dapat lebih membantu melawan jerawat kistik dan mencegahnya munculnya di kemudian hari.



    (Fariza Rahmadinna / GIO / Image: Doc.  KoolShooters from Pexels, Sora Shimazaki from Pexels, Ron Lach from Pexels).