Fashion

The Inspiring Designer: Tri Handoko

  by: Redaksi       24/4/2012
  • Perancang Indonesia Tri Handoko selalu dikagumi dengan karya-karyanya yang menakjubkan. Ternyata rahasianya yaitu menjalani semuanya dengan sepenuh hati. Mari kenali lebih jauh sosok pria kelulusan fashion design Australia ini.

    Cosmo: Jelaskan signature style Anda?
    Tri Handoko (TH): “Structured, sentuhan androgyny clean dan seksi. Tapi karakter seksi yang saya desain adalah tidak vulgar, potongan seksi tidak strong, powerful, dan smart. Saya desainer yang tidak mengikuti tren dan tidak mau menjadi follower. Saya mendesain sesuatu yang bisa membuat perasaan menjadi bahagia.”

    Cosmo: Apa latar belakang pendidikan fashion Anda?
    TH: “Saya mengenyam pendidikan fashion di Susan Budihardjo, Jakarta dan School of Visual Art di Sidney, Australia. Lalu saya berlanjut menjadi asisten desainer Indonesia Biyan dan tinggal di Bali hingga melansir label fashion sendiri.”

    Cosmo: Bagaimana sih kepribadian sosok Tri Handoko?
    TH: “Saya itu moody-an dan lebih menganggap diri saya sebagai seniman ketimbang seorang desainer.”

    Cosmo: Siapa fashion desainer yang diidolakan?
    TH: “Saya sangat menyukai Antonio Marras, Miiuccia Prada, dan Alexander McQueen.”

    Cosmo: Apa pendapat Anda mengenai regenerasi fashion?
    TH: “Dalam berkarier saya selalu percaya dengan adanya regenerasi. Ada desainer yang sudah tak bersinar lagi, namun ada yang tetap bersinar. Begitu juga dengan yang baru, mereka lahir dan mengikuti seleksi alam. Saya yakin talenta fashion yang dimiliki adalah hadiah istimewa dari Tuhan.”

    Cosmo: Karakter wanita seperti apa yang mengenakan koleksi Anda?
    TH: Komunitas wanita yang memiliki personal style yang kuat. Mereka memiliki karier, uniqueness, prestasi, dan mengetahui apa yang mereka mau dan butuhkan.”

    Cosmo: Jelaskan eksplorasi desain Anda?
    TH: Menurut saya merancang busana bernuansa tailor sangat menantang, ketepatan jahitan pada pola dan garis harus teliti karena jika terjadi kesalahan akan terlihat jelas. Biasanya perpaduan material dan motif seperti garis menjadi lahan kreativitas saya.” (Mahda/AS/Image: Doc. Cosmopolitan)