Love & Sex

The Tick Tock Man

  by: Redaksi       27/4/2012
  • Lana merasa beruntung memiliki Damon, kekasih penyabar yang (menurutnya) selalu menuruti kemauannya. Sebut saja mulai dari dengan sabar menunggu Lana yang selalu belum dandan ketika Damon menjemputnya sampai Damon yang selalu mengalah dengan pilihan film cheesy yang dipilih sang kekasih. Uhmm... tipe kekasih seperti ini memang tampak menyenangkan dari luar. But you have to be careful, honey karena pria seperti itu seperti bom waktu yang bisa meledak setiap saat.

    Ya, pria yang paling penurut sekalipun juga memiliki batas sabar, dear. Jika Anda tidak peka dan dirasa sudah melewati batas, bisa jadi akan ada volcano besar yang keluar dari mulutnya. “Biasanya pria menahan amarah untuk menghindari konflik. Dampaknya, masalah itu akan menumpuk dan suatu saat akan meledak seperti bom waktu,” ujar Seth Meyers, PhD., pakar percintaan dari Los Angeles.

    Coba evaluasi sejenak, dear. Jika Anda telah berhubungan dengannya selama kurang lebih tiga bulan dan ia belum pernah marah sama sekali saat Anda melakukan kesalahan, pasti ia memendamnya dalam hati. Bagaimana cara membuatnya berubah? Here's some tips you need to know...



    Dekati Perlahan

    Untuk membuatnya mau sedikit terbuka dengan Anda, lakukan hal yang berbau fisik (no, not sex) yang mampu membuat Anda memposisikan diri seperti sahabatnya. Biasanya si dia akan merasa lebih nyaman ketika Anda berada di posisi sejajar, bukan vertikal seperti atasan dan bawahan. Lakukan kegiatan fun yang bisa membuatnya tertawa lepas, seperti bermain video game bersama (kalau Anda tidak bisa, minta si dia untuk mengajari) atau sekedar nonton film di bioskop. Ingat, kali ini berikan ia kesempatan untuk mengambil keputusan ya.

    Tahan Mulut Anda



    Pria yang penyabar dan pendiam bukan berarti tak ingin berbicara lho. Bisa jadi ketika mereka ingin berpendapat tapi selalu didahului oleh kata-kata Anda yang sudah melesat lebih cepat. Nah sekarang, ketika hendak mengambil keputusan tentang sesuatu, cobalah diamkan mulut Anda sejenak untuk memberinya waktu berpikir dan merespon lebih dulu. Dengan mendengar pendapatnya lebih dulu, si dia pasti akan merasa lebih dihargai oleh Anda sebagai kekasihnya.

    Stay Calm

    Jika perpecahan sudah terjadi dan tidak bisa dihindari, cobalah untuk bersikap tenang dan tidak membalas gertakannya dengan emosi. Dengarkan baik-baik ceritanya dan saat ia mengatakan sesuatu yang Anda tak setujui, jangan didebat! Itu akan membuatnya semakin kapok untuk mengatakan kejujuran pada Anda. Tak mau hal ini terjadi pada hubungan Anda, kan? (Vidi Prima/II/Image: Collection Wavebreak Media/Thinkstock)