Better You

Mitos Seputar Kesuburan (+ Faktanya!) Part 2

  by: Hagi       18/4/2013
  • Anda yang tengah merencanakan kehamilan wajib baca artikel satu ini. Segala macam mitos (plus faktanya) mengenai kesuburan akan Cosmo Pregnancy kupas tuntas untuk Anda!


    7. Stres dapat menyebabkan infertilitas

    Setiap orang yang tidak bisa mengelola emosinya dengan baik pasti pernah stres. Stres memang bisa menghambat waktu ovulasi Anda karena ini berhubungan dengan hormonal Anda. Meski begitu, bukan berarti jika Anda dan pasangan stres maka Anda berdua tidak bisa punya anak sama sekali. Tapi stres memang dapat memengaruhi kemampuan Anda berdua untuk mencapai puncak kenikmatan bercinta sehingga memperkecil kemungkinan Anda untuk hamil.


    “Bila stres terjadi pada Anda berdua setiap hari sehingga mengganggu kualitas kerja dan rumah tangga Anda, ini bisa memengaruhi infertilitas Anda. Saran saya, carilah terapi atau pengobatan akupuntur untuk membantu mengatasinya,” ujar dr. Singh.


    8. Pil kontrasepsi mengurangi kesuburan

    Hingga saat ini, belum ada penelitian pasti yang menyebutkan bahwa penggunaan pil kontrasepsi secara terus-menerus dapat menyebabkan infertilitas. Walaupun pil ini berada di dalam tubuh seorang wanita selama 24 jam, tetap saja tidak bisa berpengaruh banyak pada ketidakmampuan tubuh untuk bereproduksi. Sebaliknya, penggunaan alat kontrasepsi seperti spiral, pada sebagian wanita, justru dapat mengurangi gejala endometriosis yang merupakan salah satu penyebab infertilitas,” tutur dr. Brasner.


    9. Anda tidak mungkin hamil bila sudah haid

    Masa ovulasi tiap wanita berbeda-beda. Oleh karena itu, sangat mungkin untuk Anda hamil meskipun Anda sudah menstruasi. Kendati tidak umum, urai dr. Singh, ada beberapa wanita yang masa ovulasinya lebih cepat dari waktu normal atau ada juga yang lebih lama dari seminggu. “Sperma dapat bertahan hidup di dalam leher rahim rata-rata selama dua hari, jadi kemungkinan itu tetap ada,” lanjutnya.


    10. Anda akan lebih mudah setelah mengadopsi seorang anak

    Mitos ini sering beredar di kalangan masyarakat Indonesia. Ada yang bilang, jika sudah mengadopsi seorang bayi, tak lama lagi, Anda pun akan dikaruniai keturunan. Secara rasional, ini tentu tidak benar. Bila memang  ini terjadi di keluarga atau orang yang Anda kenal, itu hanya kebetulan belaka. Sebab kehamilan ditentukan oleh kesuburan dua belah pihak.


    11. Wanita bisa subur setiap saat

    Salah besar! Waktu subur seorang wanita hanya beberapa hari di masa ovulasi. Faktanya, sel telur Anda hanya bisa bertahan hidup 12-24 jam setelah ovarium mengeluarkannya. Bila ada yang mengatakan bahwa waktu subur wanita adalah 48 jam setelah keluar dari ovarium, ini karena sperma dapat hidup hingga lima hari. Jadi sebenarnya, bisa dikatakan bahwa yang selalu subur itu adalah para pria, bukan?


    12. Aborsi akan membuat Anda sulit hamil

    Janin yang tidak berkembang atau ada masalah pada mental Anda adalah beberapa faktor yang mungkin jadi penyebab aborsi. Dan ada yang bilang, hal ini akan membuat Anda akan sulit hamil. Namun, tenang Moms, sebab ini hanya mitos belaka. Bila setelah aborsi kondisi Anda dan pasangan sehat, maka kemungkinan Anda untuk hamil  tetap ada. Tapi bila setelah aborsi terjadi komplikasi kesehatan pada rahim Anda, seperti misalnya infeksi karena saat penguretan rahim Anda tidak bersih, maka mungkin saja ini jadi faktor penghambat kehamilan.


    Sayuran VS Daging-dagingan

    Anda mungkin pernah mendengar dari teman atau lingkungan sekeliling Anda mengenai mitos satu itu. Bila Anda ingin memiliki anak perempuan, konsumsilah beraneka jenis sayur mayur baik itu kacang-kacangan ataupun sayuran hijau. Dan bila ingin anak laki-laki, perbanyak menu daging merah dalam konsumsi sehari-hari Anda. Benarkah mitos itu? Menurut www.babyzone.com, mitos ini tidak benar karena belum Anda data ilmiah mengenai kebenarannya. Yang penting, selama kehamilan, konsumsilah makanan yang bergizi seimbang, termasuk di dalamnya karbohidrat, protein (hewani maupun nabati),  vitamin, dan mineral. (Lenny Delima/Image: Dok.Cosmo Pregnancy)



    Anda yang tengah merencanakan kehamilan wajib baca artikel satu ini. Segala macam mitos (plus faktanya) mengenai kesuburan akan Cosmo Pregnancy kupas tuntas untuk Anda!


    7. Stres dapat menyebabkan infertilitas

    Setiap orang yang tidak bisa mengelola emosinya dengan baik pasti pernah stres. Stres memang bisa menghambat waktu ovulasi Anda karena ini berhubungan dengan hormonal Anda. Meski begitu, bukan berarti jika Anda dan pasangan stres maka Anda berdua tidak bisa punya anak sama sekali. Tapi stres memang dapat memengaruhi kemampuan Anda berdua untuk mencapai puncak kenikmatan bercinta sehingga memperkecil kemungkinan Anda untuk hamil.


    “Bila stres terjadi pada Anda berdua setiap hari sehingga mengganggu kualitas kerja dan rumah tangga Anda, ini bisa memengaruhi infertilitas Anda. Saran saya, carilah terapi atau pengobatan akupuntur untuk membantu mengatasinya,” ujar dr. Singh.


    8. Pil kontrasepsi mengurangi kesuburan

    Hingga saat ini, belum ada penelitian pasti yang menyebutkan bahwa penggunaan pil kontrasepsi secara terus-menerus dapat menyebabkan infertilitas. Walaupun pil ini berada di dalam tubuh seorang wanita selama 24 jam, tetap saja tidak bisa berpengaruh banyak pada ketidakmampuan tubuh untuk bereproduksi. Sebaliknya, penggunaan alat kontrasepsi seperti spiral, pada sebagian wanita, justru dapat mengurangi gejala endometriosis yang merupakan salah satu penyebab infertilitas,” tutur dr. Brasner.


    9. Anda tidak mungkin hamil bila sudah haid

    Masa ovulasi tiap wanita berbeda-beda. Oleh karena itu, sangat mungkin untuk Anda hamil meskipun Anda sudah menstruasi. Kendati tidak umum, urai dr. Singh, ada beberapa wanita yang masa ovulasinya lebih cepat dari waktu normal atau ada juga yang lebih lama dari seminggu. “Sperma dapat bertahan hidup di dalam leher rahim rata-rata selama dua hari, jadi kemungkinan itu tetap ada,” lanjutnya.


    10. Anda akan lebih mudah setelah mengadopsi seorang anak

    Mitos ini sering beredar di kalangan masyarakat Indonesia. Ada yang bilang, jika sudah mengadopsi seorang bayi, tak lama lagi, Anda pun akan dikaruniai keturunan. Secara rasional, ini tentu tidak benar. Bila memang  ini terjadi di keluarga atau orang yang Anda kenal, itu hanya kebetulan belaka. Sebab kehamilan ditentukan oleh kesuburan dua belah pihak.


    11. Wanita bisa subur setiap saat

    Salah besar! Waktu subur seorang wanita hanya beberapa hari di masa ovulasi. Faktanya, sel telur Anda hanya bisa bertahan hidup 12-24 jam setelah ovarium mengeluarkannya. Bila ada yang mengatakan bahwa waktu subur wanita adalah 48 jam setelah keluar dari ovarium, ini karena sperma dapat hidup hingga lima hari. Jadi sebenarnya, bisa dikatakan bahwa yang selalu subur itu adalah para pria, bukan?


    12. Aborsi akan membuat Anda sulit hamil

    Janin yang tidak berkembang atau ada masalah pada mental Anda adalah beberapa faktor yang mungkin jadi penyebab aborsi. Dan ada yang bilang, hal ini akan membuat Anda akan sulit hamil. Namun, tenang Moms, sebab ini hanya mitos belaka. Bila setelah aborsi kondisi Anda dan pasangan sehat, maka kemungkinan Anda untuk hamil  tetap ada. Tapi bila setelah aborsi terjadi komplikasi kesehatan pada rahim Anda, seperti misalnya infeksi karena saat penguretan rahim Anda tidak bersih, maka mungkin saja ini jadi faktor penghambat kehamilan.


    Sayuran VS Daging-dagingan

    Anda mungkin pernah mendengar dari teman atau lingkungan sekeliling Anda mengenai mitos satu itu. Bila Anda ingin memiliki anak perempuan, konsumsilah beraneka jenis sayur mayur baik itu kacang-kacangan ataupun sayuran hijau. Dan bila ingin anak laki-laki, perbanyak menu daging merah dalam konsumsi sehari-hari Anda. Benarkah mitos itu? Menurut www.babyzone.com, mitos ini tidak benar karena belum Anda data ilmiah mengenai kebenarannya. Yang penting, selama kehamilan, konsumsilah makanan yang bergizi seimbang, termasuk di dalamnya karbohidrat, protein (hewani maupun nabati),  vitamin, dan mineral. (Lenny Delima/Image: Dok.Cosmo Pregnancy)



    Anda yang tengah merencanakan kehamilan wajib baca artikel satu ini. Segala macam mitos (plus faktanya) mengenai kesuburan akan Cosmo Pregnancy kupas tuntas untuk Anda!


    7. Stres dapat menyebabkan infertilitas

    Setiap orang yang tidak bisa mengelola emosinya dengan baik pasti pernah stres. Stres memang bisa menghambat waktu ovulasi Anda karena ini berhubungan dengan hormonal Anda. Meski begitu, bukan berarti jika Anda dan pasangan stres maka Anda berdua tidak bisa punya anak sama sekali. Tapi stres memang dapat memengaruhi kemampuan Anda berdua untuk mencapai puncak kenikmatan bercinta sehingga memperkecil kemungkinan Anda untuk hamil.


    “Bila stres terjadi pada Anda berdua setiap hari sehingga mengganggu kualitas kerja dan rumah tangga Anda, ini bisa memengaruhi infertilitas Anda. Saran saya, carilah terapi atau pengobatan akupuntur untuk membantu mengatasinya,” ujar dr. Singh.


    8. Pil kontrasepsi mengurangi kesuburan

    Hingga saat ini, belum ada penelitian pasti yang menyebutkan bahwa penggunaan pil kontrasepsi secara terus-menerus dapat menyebabkan infertilitas. Walaupun pil ini berada di dalam tubuh seorang wanita selama 24 jam, tetap saja tidak bisa berpengaruh banyak pada ketidakmampuan tubuh untuk bereproduksi. Sebaliknya, penggunaan alat kontrasepsi seperti spiral, pada sebagian wanita, justru dapat mengurangi gejala endometriosis yang merupakan salah satu penyebab infertilitas,” tutur dr. Brasner.


    9. Anda tidak mungkin hamil bila sudah haid

    Masa ovulasi tiap wanita berbeda-beda. Oleh karena itu, sangat mungkin untuk Anda hamil meskipun Anda sudah menstruasi. Kendati tidak umum, urai dr. Singh, ada beberapa wanita yang masa ovulasinya lebih cepat dari waktu normal atau ada juga yang lebih lama dari seminggu. “Sperma dapat bertahan hidup di dalam leher rahim rata-rata selama dua hari, jadi kemungkinan itu tetap ada,” lanjutnya.


    10. Anda akan lebih mudah setelah mengadopsi seorang anak

    Mitos ini sering beredar di kalangan masyarakat Indonesia. Ada yang bilang, jika sudah mengadopsi seorang bayi, tak lama lagi, Anda pun akan dikaruniai keturunan. Secara rasional, ini tentu tidak benar. Bila memang  ini terjadi di keluarga atau orang yang Anda kenal, itu hanya kebetulan belaka. Sebab kehamilan ditentukan oleh kesuburan dua belah pihak.


    11. Wanita bisa subur setiap saat

    Salah besar! Waktu subur seorang wanita hanya beberapa hari di masa ovulasi. Faktanya, sel telur Anda hanya bisa bertahan hidup 12-24 jam setelah ovarium mengeluarkannya. Bila ada yang mengatakan bahwa waktu subur wanita adalah 48 jam setelah keluar dari ovarium, ini karena sperma dapat hidup hingga lima hari. Jadi sebenarnya, bisa dikatakan bahwa yang selalu subur itu adalah para pria, bukan?


    12. Aborsi akan membuat Anda sulit hamil

    Janin yang tidak berkembang atau ada masalah pada mental Anda adalah beberapa faktor yang mungkin jadi penyebab aborsi. Dan ada yang bilang, hal ini akan membuat Anda akan sulit hamil. Namun, tenang Moms, sebab ini hanya mitos belaka. Bila setelah aborsi kondisi Anda dan pasangan sehat, maka kemungkinan Anda untuk hamil  tetap ada. Tapi bila setelah aborsi terjadi komplikasi kesehatan pada rahim Anda, seperti misalnya infeksi karena saat penguretan rahim Anda tidak bersih, maka mungkin saja ini jadi faktor penghambat kehamilan.


    Sayuran VS Daging-dagingan

    Anda mungkin pernah mendengar dari teman atau lingkungan sekeliling Anda mengenai mitos satu itu. Bila Anda ingin memiliki anak perempuan, konsumsilah beraneka jenis sayur mayur baik itu kacang-kacangan ataupun sayuran hijau. Dan bila ingin anak laki-laki, perbanyak menu daging merah dalam konsumsi sehari-hari Anda. Benarkah mitos itu? Menurut www.babyzone.com, mitos ini tidak benar karena belum Anda data ilmiah mengenai kebenarannya. Yang penting, selama kehamilan, konsumsilah makanan yang bergizi seimbang, termasuk di dalamnya karbohidrat, protein (hewani maupun nabati),  vitamin, dan mineral. (Lenny Delima/Image: Dok.Cosmo Pregnancy)