Celebrity

Arifin Putra: Susahnya Bilang "I Love You"

  by: Redaksi       1/4/2014
  • Setelah sekian lama tak bertandang ke studio Cosmo, akhirnya akhir Februari lalu, pemeran Uco di film The Raid 2: Berandal ini menyempatkan diri untuk berbicara mengenai project terakhir dan sisi lain hidupnya yang tak banyak orang tahu. Anda tidak tahu ‘kan kalau Arifin Putra termasuk pria yang susah mengucap kata “I love you”?

    Cosmo (C): Film The Raid 2: Berandal sukses besar ya, Fin…
    Arifin Putra (AP):
    Amin! Shooting-nya sendiri sudah selesai sejak bulan Juli tahun lalu. Jadi mulainya sejak Oktober 2012 dan selesai bulan Juli 2013. Pertama kali nih terlibat di sebuah produksi film yang pembuatannya hampir 1 tahun, haha! Saya saja sampai sempat “colongan” main film di Brunei, walaupun cuma jadi cameo.

    C: Oya? Bisa diceritakan sedikit?
    AP:
    Ini merupakan film Brunei pertama yang berkualitas internasional karena industri perfilman mereka sebenarnya juga tidak terlalu besar. Penduduknya saja cuma 300 ribuan. Sepertinya penduduk Bekasi juga masih lebih banyak ya, hahaha! Film ini kelasnya memang masih Asia Tenggara dengan genre action, tapi seluruh krunya benar-benar internasional. Walau begitu, saya cukup bangga karena bisa berakting satu scene bersama Reza Rahadian karena dari dulu saya ingin sekali bekerja sama dengan Reza.

    C: Bagaimana dengan production house Lingkar Mera yang Anda dirikan?
    AP:
    Saat ini kita sedang mengerjakan satu video web series bersama malesbanget.com (MBDC), dan ada beberapa pitching dengan website lain, plus kalau lancar akan ada acara di TV juga. Bersama partner Verdi Solaiman, saya menjalankan Lingkar Mera dari sisi produksi dan Verdi dari sisi kreatif. Eh jangan salah, yang mempertemukan saya dan Tian (Christian Sugiono) dalam hal bisnis bersama MBDC itu Cosmopolitan lho waktu kita foto bareng untuk edisi ulang tahun Cosmo yang ke-15. So thank you, Cosmo!

    C: You’re very welcome, Arifin. By the way, Anda lebih enjoy bekerja di depan atau di balik layar? Di mana Anda akan melihat diri sendiri nantinya?
    AP:
    Saya enjoy saat menjadi aktor, sekaligus bahagia ketika menemukan arti stres yang menyenangkan saat bekerja di balik layar. Ketika menjadi produser, saya cuma ingat satu hal: Whatever your plan is, it will never go as you planned! Jadi karena saya sudah menempatkan mental yang seperti itu, dan ketika sampai di lokasi, apapun masalahnya, saya tidak akan komplain dan lebih ingin mencari jalan keluarnya.

    C: Apa hal paling menyebalkan yang pernah Anda alami selama menjadi produser?
    AP:
    Saat kita sudah merencanakan semuanya, tapi Tuhan berkata, “Hujan!”

    C: Pernah terjadi?
    AP:
    Pernah! Waktu itu, set segala macam sudah siap terpasang, tapi saat mau take, eh hujan. Pas hujan sudah berhenti, tahu-tahu kita didatangi satpam yang bilang kalau sewa lokasinya sudah overtime. Lengkap sudah!

    C: Bagaimana cara Anda membagi waktu antara pekerjaan dan bersenang-senang?
    AP:
    Have fun versi saya biasanya dilakukan dengan nonton bersama teman-teman, kekasih, atau siapapun itu. Pokoknya hang out saja dengan mereka. Saya biasanya suka kumpul bersama teman-teman yang cerewet, jadi saya tidak usah banyak berpikir dan membiarkan mereka saja yang berbicara.

    C: Me time ala Arifin Putra…
    AP:
    Main game! Saya cukup freak lho kalau sudah bermain game, tapi yang tidak online ya. Saya takut untuk bermain game online karena dulu saya dan teman-teman pernah ketagihan. Saya pernah lho sampai bangun tidur jam 3 pagi cuma untuk kirim pasukan, hahaha! Saking tidak sehatnya, sampai-sampai waktu apel ke rumah kekasih yang dulu, saya malah sempat-sempatnya pinjam komputer untuk main dan ngecek pasukan. Sejak saat itu saya kapok. Jadi kalau sekarang mau bermain game, harus yang ada ending-nya saja, jangan yang never ending seperti game online, hahaha!

    C: How do you handle your stress?
    AP:
    With attitude, dan tentunya dengan menempatkan diri sesuai porsinya.

    C: Apakah pekerjaan memengaruhi hubungan Anda dengan para sahabat?
    AP:
    Percaya atau tidak, sahabat justru kebanyakan datang dari kalangan berbeda (baca: bukan selebriti). Enaknya, saya bisa mengetahui hal-hal yang berbeda dan tidak membosankan, berbeda topik, dan mereka biasanya brutally honest. Tapi sayangnya kesibukan membuat saya memiliki masalah ketika sekolah. Apalagi sekitar tahun 2004-2005 saat jadwal mulai padat. Saat itu saya sempat merasa kehilangan moment, apalagi ketika mereka berkumpul dan membicarakan keseruan akhir pekan (di mana saya tidak bisa ikut karena berbagai kesibukan). Saat itu rasanya lumayan sedih. Tapi seiring berjalannya waktu, dan kesibukan yang sudah berbeda, kami mulai saling pengertian.

    C: Sejak film pertama hingga sekarang, Anda sudah memerankan banyak berbagai macam karakter. Masih ada karakter yang belum kesampaian untuk diperankan?
    AP:
    Karena saya berdarah Jerman, saya ingin sekali bermain film di mana saya bisa berbicara dalam bahasa itu. Makannya saya agak sedikit sakit hati sih kenapa waktu itu tidak diajak bermain di film Habibie & Ainun, hahaha! Kidding…
     
    C: Bicara tentang romantisme, apakah Anda termasuk tipe pria yang suka mengumbar kasih sayang dengan pasangan?
    AP:
    Jujur saja tidak, apalagi yang merayakan hari-hari spesial seperti Valentine lalu. Seperti Hari Ibu saja, kita memang sudah seharusnya sayang dengan beliau setiap hari ‘kan, begitu juga dengan kekasih. Mungkin kalau dinner tidak masalah, tapi kalau sampai mengirim coklat berbentuk hati, mengirim bunga mawar dari yang merah sampai putih, membelikan teddy bear, rasanya kok berlebihan dan agak fake ya.

    C: Lalu romantisnya Arifin Putra itu seperti apa?
    AP:
    Zaman sekarang sepertinya orang sangat mudah untuk mengucapkan kata-kata “I love you”, tapi saya tidak. Saya cukup jujur kalau dengan pasangan dan akan mengatakannya jika perasaan itu memang sudah ada. Kata-kata itu sangat sakral dan saya tidak main-main dengannya. Kalau saya sudah mengatakannya, I really mean it.

    C: Punya tipe khusus untuk pasangan?
    AP:
    Yang pasti ia harus memiliki selera humor yang nyambung dengan saya, plus bahasa Inggris-nya harus cukup lancar. Dan karena saya termasuk orang nerd yang suka belajar hal baru, nah saya ingin memiliki kekasih yang membuat saya belajar banyak. Paling tidak, secara sengaja atau tidak, orang ini bisa mengajarkan saya sesuatu yang baru, entah itu pandangan hidup atau selera musik, apapun itu.

    C: Cosmo sebentar lagi akan berusia 17 tahun. Masih ingat pengalaman lucu apa yang pernah Anda alami saat berusia 17 tahun?
    AP:
    Hahaha! Apa ya? Oya, waktu saya mendapatkan SIM pertama kali. Kala itu mama sudah bilang mengingatkan saya agar tidak pulang terlalu malam. Tapi karena saking senangnya, hari itu saya coba membawa mobil ke rumah kekasih, jalan-jalan ke mall, dan si dia mengajak saya untuk nonton (bioskop) midnight. Akhirnya saya pun dimarahi mama habis-habisan karena baru pulang ke rumah jam 3 pagi.


    Teks: Vidi Prima
    Editor: Silvya Winny
    Fotografer: Ganang Arfiardi
    Stylist: Ruben William
    Asst. Stylist: Vidi Prima, Amanda Utari
    Makeup & Hair Do: LT Pro Professional Makeup
    Wardrobe: Kenzo, 707 – Kemang, Papilion Duo – Pacific Place